Cari disini...
Seputar Kaltim
Perlombaan baca puisi kepala TK se Kecamatan Paser Belengkong (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan sosok pejuang perempuan yang dikenal gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan kaum perempuan di Indonesia.
Dulu, sebelum gagasan RA Kartini berhasil menembus dinding keterbatasan antara kaum perempuan dan laki-laki. Perempuan hanya dijadikan objek yang terbatas, khususnya pada dunia pendidikan.
Gagasannya tentang 'Emansipasi Wanita' ia perjuangkan sendiri guna mendapatkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
Hal itulah yang diteladani oleh tenaga pengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) se-Paser Belengkong. Dalam rangka memperingati hari perjuangan tokoh perempuan tersebut, mereka mengadakan pertemuan yang digelar guna menyuarakan kebebasan perempuan di era sekarang melalui perlombaan puisi, fashion show hingga sosialisasi kanker yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Paser Belengkong dan Aula TK Negeri Paser Belengkong.
"Perlombaan dan sosialisasi kanker ini kami laksanakan sebagai salah satu bentuk penghargaan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini," kata Ketua Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak (K3TK) Paser Belengkong, Tety Sumiatiningsih Sueb, Minggu (26/4/2026).
Antusias dalam memperingati hari Kartini tersebut juga terlihat dari 18 Kepala TK se-Paser Belengkong yang hadir menjadi peserta dalam kegiatan itu.
Mulai dari pembacaan puisi, fashion show menggunakan kebaya hingga sosialisasi pencegahan kanker mereka ikuti dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan.
Menariknya, mayoritas peserta dari perlombaan baca puisi itu hampir seluruhnya menyampaikan terkait perjuangan perempuan sebagai tenaga pendidik di masa sekarang.
Hal tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan, seakan menjadi pembalasan atas ketidaksetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki di masa kolonial Belanda sebelum adanya 'Emansipasi Wanita' dari RA Kartini.
"Kita juga melaksanakan sosialisasi pencegahan kanker guna memberikan edukasi agar mengetahui sejak dini gejala-gejala kanker dan pencegahannya," imbuhnya.
Dengan terlaksananya kegiatan yang menggandeng Bunda PAUD Paser Belengkong, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) Paser Belengkong, serta Yayasan Kanker, diharapkan peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum bagi para kepala sekolah dan guru untuk meneladani semangat perjuangan perempuan dalam mendidik generasi bangsa, khususnya di Kecamatan Paser Belengkong.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Perlombaan baca puisi kepala TK se Kecamatan Paser Belengkong (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan sosok pejuang perempuan yang dikenal gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan kaum perempuan di Indonesia.
Dulu, sebelum gagasan RA Kartini berhasil menembus dinding keterbatasan antara kaum perempuan dan laki-laki. Perempuan hanya dijadikan objek yang terbatas, khususnya pada dunia pendidikan.
Gagasannya tentang 'Emansipasi Wanita' ia perjuangkan sendiri guna mendapatkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
Hal itulah yang diteladani oleh tenaga pengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) se-Paser Belengkong. Dalam rangka memperingati hari perjuangan tokoh perempuan tersebut, mereka mengadakan pertemuan yang digelar guna menyuarakan kebebasan perempuan di era sekarang melalui perlombaan puisi, fashion show hingga sosialisasi kanker yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Paser Belengkong dan Aula TK Negeri Paser Belengkong.
"Perlombaan dan sosialisasi kanker ini kami laksanakan sebagai salah satu bentuk penghargaan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini," kata Ketua Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak (K3TK) Paser Belengkong, Tety Sumiatiningsih Sueb, Minggu (26/4/2026).
Antusias dalam memperingati hari Kartini tersebut juga terlihat dari 18 Kepala TK se-Paser Belengkong yang hadir menjadi peserta dalam kegiatan itu.
Mulai dari pembacaan puisi, fashion show menggunakan kebaya hingga sosialisasi pencegahan kanker mereka ikuti dengan sungguh-sungguh dan penuh penghayatan.
Menariknya, mayoritas peserta dari perlombaan baca puisi itu hampir seluruhnya menyampaikan terkait perjuangan perempuan sebagai tenaga pendidik di masa sekarang.
Hal tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan, seakan menjadi pembalasan atas ketidaksetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki di masa kolonial Belanda sebelum adanya 'Emansipasi Wanita' dari RA Kartini.
"Kita juga melaksanakan sosialisasi pencegahan kanker guna memberikan edukasi agar mengetahui sejak dini gejala-gejala kanker dan pencegahannya," imbuhnya.
Dengan terlaksananya kegiatan yang menggandeng Bunda PAUD Paser Belengkong, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) Paser Belengkong, serta Yayasan Kanker, diharapkan peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum bagi para kepala sekolah dan guru untuk meneladani semangat perjuangan perempuan dalam mendidik generasi bangsa, khususnya di Kecamatan Paser Belengkong.
(Sf/Lo)