Seputar Kaltim

    Selidiki Kasus Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Kukar Kirim Sampel Makanan SPPG Sebulu ke BPOM

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdinto
    04 Agustus 2026 pukul 20:49 WITA

    Dinkes Kukar saat mengecek bahan makanan di SPPG Sebulu Ulu (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan peninjauan ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kecamatan Sebulu Ulu, Selasa (4/8/2026).

    Dalam kegiatan itu, jajaran dari Dinkes Kukar mengecek bahan makanan di SPPG Sebulu Ulu satu per satu guna memastikan kualitas dan mutu makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar.

    Peninjauan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden yang menimpa puluhan orang, terdiri dari murid dan guru sekolah yang dilaporkan mengalami keluhan mual-mual, muntah-muntah hingga kepala pusing akibat diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Senin (3/8/2026).

    “Jadi memang kemarin terjadi kasus dugaan keracunan makanan pada anak-anak sekolah dan dari Posyandu. Sampai hari ini, tercatat ada 85 pasien yang berdatangan ke Puskesmas Sebulu I. 82 pasien menjalani rawat jalan, sementara tuga lainnya menjalani rawat inap,” ujar Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah.

    Ia menyatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan dari SPPG Sebulu Ulu yang nantinya akan dikirim ke badan pengawas obat dan makanan (BPOM) untuk dilakukan pengujian laboratorium guna menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

    “Sesuai prosedur, sampel makanan telah kita amankan untuk dikirim ke BPOM guna mengetahui bagian mana yang menimbulkan beberapa gejala tersebut,” jelasnya.

    Hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar dua pekan. 

    Selain mengamankan sampel makanan, Dinkes Kukar juga menyelidiki epidemiologi di tempat pembuatan makanan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan serta faktor penyebab serta pola penyebaran kasus pada para pasien.

    Ismi menyampaikan SPPG Sebulu Ulu diketahui telah mengantongi sertifikat laik sehat yang menandakan tempat tersebut sudah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.

    Bahkan, fasilitas tersebut juga rutin mendapatkan pemantauan dari petugas kesehatan lingkungan (kesling), baik dari Dinkes Kukar maupun puskesmas setempat untuk memastikan seluruh aspek higienis dan sanitasi tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Kalau dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang pas, kita akan selalu melakukan pembinaan serta perbaikan dalam pengolahan makanan agar menunya sehat dan bersih,” tuturnya.

    Kepala SPPG Sebulu, Rahmatullah Nanda Putra menjelaskan seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan selama ini telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

    “Kita pasti uji organoleptik (cek mutu makanan) di SPPG terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Bahkan di sekolah juga ada yang bertugas untuk mencicipi menu MBG sebelum dibagikan,” terangnya.

    Ia mengungkapkan operasional SPPG Sebulu Ulu, termasuk pendistribusian 1.834 porsi MBG ke 10 sekolah dan enam posyandu yang terdata sebagai penerima manfaat kini dihentikan sementara, sembari menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium dari BPOM selesai.

    “Karena kami mau menyelesaikan kasus yang terjadi kemarin (dugaan keracunan MBG), kami setop beroperasi. Kini kami tengah menunggu proses pendalaman lebih lanjut dan nanti akan ada arahan dari atasan,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Selidiki Kasus Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Kukar Kirim Sampel Makanan SPPG Sebulu ke BPOM

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdinto
    04 Agustus 2026 pukul 20:49 WITA

    Dinkes Kukar saat mengecek bahan makanan di SPPG Sebulu Ulu (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan peninjauan ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kecamatan Sebulu Ulu, Selasa (4/8/2026).

    Dalam kegiatan itu, jajaran dari Dinkes Kukar mengecek bahan makanan di SPPG Sebulu Ulu satu per satu guna memastikan kualitas dan mutu makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar.

    Peninjauan itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden yang menimpa puluhan orang, terdiri dari murid dan guru sekolah yang dilaporkan mengalami keluhan mual-mual, muntah-muntah hingga kepala pusing akibat diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Senin (3/8/2026).

    “Jadi memang kemarin terjadi kasus dugaan keracunan makanan pada anak-anak sekolah dan dari Posyandu. Sampai hari ini, tercatat ada 85 pasien yang berdatangan ke Puskesmas Sebulu I. 82 pasien menjalani rawat jalan, sementara tuga lainnya menjalani rawat inap,” ujar Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah.

    Ia menyatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan dari SPPG Sebulu Ulu yang nantinya akan dikirim ke badan pengawas obat dan makanan (BPOM) untuk dilakukan pengujian laboratorium guna menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

    “Sesuai prosedur, sampel makanan telah kita amankan untuk dikirim ke BPOM guna mengetahui bagian mana yang menimbulkan beberapa gejala tersebut,” jelasnya.

    Hasil uji laboratorium tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar dua pekan. 

    Selain mengamankan sampel makanan, Dinkes Kukar juga menyelidiki epidemiologi di tempat pembuatan makanan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan serta faktor penyebab serta pola penyebaran kasus pada para pasien.

    Ismi menyampaikan SPPG Sebulu Ulu diketahui telah mengantongi sertifikat laik sehat yang menandakan tempat tersebut sudah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.

    Bahkan, fasilitas tersebut juga rutin mendapatkan pemantauan dari petugas kesehatan lingkungan (kesling), baik dari Dinkes Kukar maupun puskesmas setempat untuk memastikan seluruh aspek higienis dan sanitasi tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Kalau dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang pas, kita akan selalu melakukan pembinaan serta perbaikan dalam pengolahan makanan agar menunya sehat dan bersih,” tuturnya.

    Kepala SPPG Sebulu, Rahmatullah Nanda Putra menjelaskan seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan selama ini telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

    “Kita pasti uji organoleptik (cek mutu makanan) di SPPG terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Bahkan di sekolah juga ada yang bertugas untuk mencicipi menu MBG sebelum dibagikan,” terangnya.

    Ia mengungkapkan operasional SPPG Sebulu Ulu, termasuk pendistribusian 1.834 porsi MBG ke 10 sekolah dan enam posyandu yang terdata sebagai penerima manfaat kini dihentikan sementara, sembari menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium dari BPOM selesai.

    “Karena kami mau menyelesaikan kasus yang terjadi kemarin (dugaan keracunan MBG), kami setop beroperasi. Kini kami tengah menunggu proses pendalaman lebih lanjut dan nanti akan ada arahan dari atasan,” tandasnya.

    (Sf/Rs)