Seputar Kaltim

    Selidiki Alasan Ratusan Kios Masih Kosong, Wabup Kukar dan Kejari Tinjau Tangga Arung Square

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    30 Maret 2026 pukul 20:20 WITA

    Wabup Kukar, Rendi Solihin saat tinjau Pasar TAS (Dok: Istimewa)

    Tenggarong - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin bersama jajaran Kejaksanaan Negeri (Kejari) dan Disperindag melakukan peninjauan ke Tangga Arung Square (TAS) di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin (30/3/2026).

    Peninjauan ini dilakukan untuk menyelidiki alasan di balik ratusan kios di TAS yang hingga kini belum menjalankan aktivitas perdagangan sejak diresmikan pada 5 Januari 2026 lalu.

    “Kami mau menyelesaikan perihal terkait kekosongan kios yang sampai hari ini tidak kunjung dibuka. Ada masalah apa di dalam sini, nah itu yang coba kita pastikan,” ujar Rendi.

    Ia menduga alasan para pedagang yang telah terdata sebagai pengisi kios di TAS belum membuka usaha karena memang tidak memiliki niatan untuk berjualan dan diduga hanya ingin memiliki kios agar bisa disewakan kepada orang lain.

    Rendi menegaskan pemerintah daerah sangat melarang keras praktik jual-beli lapak, apalagi mengingat kios-kios di TAS merupakan aset negara yang tidak boleh disalahgunakan.

    “Tidak boleh ada sewa-menyewa di sini, jadi saya minta tolong kepada pedagang apabila melihat ataupun mengetahui praktik itu segera laporkan agar bisa ditindak tegas,” terangnya.

    Ia memastikan pemerintah daerah bersama pihak pengelola akan mengambil langkah tegas ke depannya dengan mencabut hak atas izin penggunaan kios untuk diserahkan kepada pedagang lain yang lebih membutuhkan.

    “Baru sekitar 60 persen lapak di Pasar TAS yang terisi, sementara 40 persen masih kosong. Itu nanti akan kita tarik kembali dan diberikan kepada pedagang lain. Tercatat ada 300 pedagang asli Tenggarong yang mau berdagang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Selidiki Alasan Ratusan Kios Masih Kosong, Wabup Kukar dan Kejari Tinjau Tangga Arung Square

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    30 Maret 2026 pukul 20:20 WITA

    Wabup Kukar, Rendi Solihin saat tinjau Pasar TAS (Dok: Istimewa)

    Tenggarong - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin bersama jajaran Kejaksanaan Negeri (Kejari) dan Disperindag melakukan peninjauan ke Tangga Arung Square (TAS) di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin (30/3/2026).

    Peninjauan ini dilakukan untuk menyelidiki alasan di balik ratusan kios di TAS yang hingga kini belum menjalankan aktivitas perdagangan sejak diresmikan pada 5 Januari 2026 lalu.

    “Kami mau menyelesaikan perihal terkait kekosongan kios yang sampai hari ini tidak kunjung dibuka. Ada masalah apa di dalam sini, nah itu yang coba kita pastikan,” ujar Rendi.

    Ia menduga alasan para pedagang yang telah terdata sebagai pengisi kios di TAS belum membuka usaha karena memang tidak memiliki niatan untuk berjualan dan diduga hanya ingin memiliki kios agar bisa disewakan kepada orang lain.

    Rendi menegaskan pemerintah daerah sangat melarang keras praktik jual-beli lapak, apalagi mengingat kios-kios di TAS merupakan aset negara yang tidak boleh disalahgunakan.

    “Tidak boleh ada sewa-menyewa di sini, jadi saya minta tolong kepada pedagang apabila melihat ataupun mengetahui praktik itu segera laporkan agar bisa ditindak tegas,” terangnya.

    Ia memastikan pemerintah daerah bersama pihak pengelola akan mengambil langkah tegas ke depannya dengan mencabut hak atas izin penggunaan kios untuk diserahkan kepada pedagang lain yang lebih membutuhkan.

    “Baru sekitar 60 persen lapak di Pasar TAS yang terisi, sementara 40 persen masih kosong. Itu nanti akan kita tarik kembali dan diberikan kepada pedagang lain. Tercatat ada 300 pedagang asli Tenggarong yang mau berdagang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)