Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Proses rekrutmen guru di Kota Balikpapan menunjukkan ketatnya standar seleksi yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Dari sekitar 1.000 pelamar, hanya 462 orang yang dinyatakan lolos pada tahap awal karena dinilai memenuhi kualifikasi dan kebutuhan sekolah.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengungkapkan ratusan pelamar yang lolos seleksi pertama tengah melengkapi berkas untuk proses pendaftaran ulang. Rekrutmen guru sendiri ditargetkan mencapai 642 orang yang akan dipenuhi melalui dua tahap seleksi.
“Yang lolos tahap pertama ada sekitar 462 guru. Setelah proses pendaftaran ulang kami akan membuka tahap kedua untuk memenuhi kekurangan hingga total 642 guru,” ucap Irfan, Kamis (15/1/2026).
Tahap kedua seleksi diperkirakan menjaring sekitar 180 guru tambahan. Meski jumlah pelamar terbilang tinggi, Irfan menegaskan tidak semua dapat diterima karena seleksi mengutamakan kesesuaian kualifikasi dan kompetensi.
“Pendaftarnya lebih dari 1.000 orang, tetapi banyak yang tidak memenuhi spesifikasi, terutama terkait linearitas pendidikan,” jelasnya.
Beberapa pelamar dengan latar belakang pendidikan yang tidak relevan tetap mendaftar pada formasi tertentu, seperti lulusan sarjana hukum yang melamar posisi administrasi pendidikan.
“Kami tidak bisa meloloskan jika tidak sesuai bidang. Seleksi ini ketat agar guru yang diterima benar-benar kompeten dan sesuai kebutuhan sekolah,” tegas Irfan.
Disdikbud Balikpapan menjadwalkan penandatanganan kontrak kerja guru terpilih pada 14 Januari 2026. Para guru tersebut akan mulai bertugas pada 15 Januari 2026 di sekolah yang telah ditetapkan.
Melalui rekrutmen ini, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Kota Balikpapan semakin meningkat dan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah dapat terpenuhi secara optimal.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Proses rekrutmen guru di Kota Balikpapan menunjukkan ketatnya standar seleksi yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Dari sekitar 1.000 pelamar, hanya 462 orang yang dinyatakan lolos pada tahap awal karena dinilai memenuhi kualifikasi dan kebutuhan sekolah.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengungkapkan ratusan pelamar yang lolos seleksi pertama tengah melengkapi berkas untuk proses pendaftaran ulang. Rekrutmen guru sendiri ditargetkan mencapai 642 orang yang akan dipenuhi melalui dua tahap seleksi.
“Yang lolos tahap pertama ada sekitar 462 guru. Setelah proses pendaftaran ulang kami akan membuka tahap kedua untuk memenuhi kekurangan hingga total 642 guru,” ucap Irfan, Kamis (15/1/2026).
Tahap kedua seleksi diperkirakan menjaring sekitar 180 guru tambahan. Meski jumlah pelamar terbilang tinggi, Irfan menegaskan tidak semua dapat diterima karena seleksi mengutamakan kesesuaian kualifikasi dan kompetensi.
“Pendaftarnya lebih dari 1.000 orang, tetapi banyak yang tidak memenuhi spesifikasi, terutama terkait linearitas pendidikan,” jelasnya.
Beberapa pelamar dengan latar belakang pendidikan yang tidak relevan tetap mendaftar pada formasi tertentu, seperti lulusan sarjana hukum yang melamar posisi administrasi pendidikan.
“Kami tidak bisa meloloskan jika tidak sesuai bidang. Seleksi ini ketat agar guru yang diterima benar-benar kompeten dan sesuai kebutuhan sekolah,” tegas Irfan.
Disdikbud Balikpapan menjadwalkan penandatanganan kontrak kerja guru terpilih pada 14 Januari 2026. Para guru tersebut akan mulai bertugas pada 15 Januari 2026 di sekolah yang telah ditetapkan.
Melalui rekrutmen ini, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di Kota Balikpapan semakin meningkat dan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah dapat terpenuhi secara optimal.
(Sf/Lo)