Seputar Kaltim

    Seleksi 5 Kepala Dinas PPU Berlanjut, 33 ASN Ikuti Uji Kompetensi dan Penulisan Makalah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 Agustus 2026 pukul 21:55 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (tengah) membuka uji kompetensi dan penulisan makalah seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemkab PPU. (Dok Pemkab PPU)

    Penajam - Sebanyak 33 ASN mengikuti uji kompetensi dan penulisan makalah dalam seleksi terbuka lima Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU).

    Lima jabatan yang diperebutkan yakni Kepala Bapelitbang, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga.

    Peserta tersebut dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap uji kompetensi. Namun, satu peserta tidak mengikuti tahapan tersebut karena alasan kesehatan.

    Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mencari pejabat untuk mengisi posisi kosong. Pejabat yang terpilih harus mampu bekerja, bertanggung jawab dan menghasilkan solusi bagi daerah.

    "Jabatan itu amanah. Yang kita cari bukan hanya orang yang ingin menduduki jabatan, tetapi yang siap bekerja dan bertanggung jawab," kata Mudyat saat membuka tahapan seleksi di Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (10/8/2026).

    Mudyat menekankan kebutuhan tersebut semakin penting di tengah kondisi fiskal PPU yang terbatas. Kepala organisasi perangkat daerah dituntut mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah menjadi program yang konkret dan mencari solusi atas persoalan pembangunan.

    Menurut Mudyat, kepala OPD juga harus mampu berkolaborasi agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pencapaian target pembangunan.

    Sekda PPU, Tohar, menambahkan proses seleksi diarahkan untuk mendapatkan kandidat terbaik dari para peserta yang memiliki kapasitas dan pengalaman.

    Ia juga meminta peserta menunjukkan program unggulan dalam makalah, bukan sekadar mengulang program rutin yang sudah berjalan.

    "Program unggulan itu bisa menjadi gambaran komitmen calon kepala dinas kepada bupati," ujarnya.

    Adapun sejumlah aspek yang akan digali dalam proses seleksi antara lain, kompetensi, pengalaman, potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, integritas, serta komitmen terhadap Kabupaten PPU.

    Tahapan uji kompetensi dan penulisan makalah menjadi bagian dari proses seleksi terbuka sebelum Pemkab PPU menetapkan pejabat untuk lima jabatan tersebut.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Seleksi 5 Kepala Dinas PPU Berlanjut, 33 ASN Ikuti Uji Kompetensi dan Penulisan Makalah

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    10 Agustus 2026 pukul 21:55 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (tengah) membuka uji kompetensi dan penulisan makalah seleksi terbuka JPT Pratama di lingkungan Pemkab PPU. (Dok Pemkab PPU)

    Penajam - Sebanyak 33 ASN mengikuti uji kompetensi dan penulisan makalah dalam seleksi terbuka lima Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU).

    Lima jabatan yang diperebutkan yakni Kepala Bapelitbang, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga.

    Peserta tersebut dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap uji kompetensi. Namun, satu peserta tidak mengikuti tahapan tersebut karena alasan kesehatan.

    Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mencari pejabat untuk mengisi posisi kosong. Pejabat yang terpilih harus mampu bekerja, bertanggung jawab dan menghasilkan solusi bagi daerah.

    "Jabatan itu amanah. Yang kita cari bukan hanya orang yang ingin menduduki jabatan, tetapi yang siap bekerja dan bertanggung jawab," kata Mudyat saat membuka tahapan seleksi di Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (10/8/2026).

    Mudyat menekankan kebutuhan tersebut semakin penting di tengah kondisi fiskal PPU yang terbatas. Kepala organisasi perangkat daerah dituntut mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah menjadi program yang konkret dan mencari solusi atas persoalan pembangunan.

    Menurut Mudyat, kepala OPD juga harus mampu berkolaborasi agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pencapaian target pembangunan.

    Sekda PPU, Tohar, menambahkan proses seleksi diarahkan untuk mendapatkan kandidat terbaik dari para peserta yang memiliki kapasitas dan pengalaman.

    Ia juga meminta peserta menunjukkan program unggulan dalam makalah, bukan sekadar mengulang program rutin yang sudah berjalan.

    "Program unggulan itu bisa menjadi gambaran komitmen calon kepala dinas kepada bupati," ujarnya.

    Adapun sejumlah aspek yang akan digali dalam proses seleksi antara lain, kompetensi, pengalaman, potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, integritas, serta komitmen terhadap Kabupaten PPU.

    Tahapan uji kompetensi dan penulisan makalah menjadi bagian dari proses seleksi terbuka sebelum Pemkab PPU menetapkan pejabat untuk lima jabatan tersebut.

    (Sf/Lo)