Cari disini...
Seputar Kaltim
Bingkai foto mendiang Andi Harahap terlihat di halaman rumah duka di tengah suasana belasungkawa atas wafatnya tokoh yang dikenal sebagai salah satu perintis Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kehilangan salah satu tokoh yang turut membentuk perjalanan daerah sejak masa awal berdiri. Mantan Bupati PPU periode 2008–2013, H. Andi Harahap, meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) malam dalam usia 69 tahun.
Rumah duka di seberang Masjid Ar-Rahman Penajam dipenuhi pelayat sejak kabar itu menyebar. Karangan bunga dan ucapan belasungkawa terus berdatangan sebagai penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai salah satu pejuang otonomi PPU.
Lahir di Buton pada 24 November 1956, perjalanan politik Andi Harahap berjalan seiring dengan lahirnya Kabupaten Penajam Paser Utara. Saat daerah otonom baru itu terbentuk pada 2002, ia dipercaya menjadi Ketua DPRD PPU pertama untuk periode 2002–2008.
Enam tahun setelah pemekaran, Andi Harahap terpilih sebagai Bupati PPU kedua bersama wakilnya, Drs H Mustaqim MZ, memimpin daerah pada periode 2008–2013. Setelah masa jabatan berakhir, ia kembali mengikuti kontestasi Pilkada pada 2013, 2018 dan 2024, namun belum kembali memperoleh mandat masyarakat.
Karier politiknya tidak berhenti. Pada periode 2019–2024, Andi Harahap menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Paser–PPU sekaligus dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Selama hampir dua dekade, ia juga memimpin DPD Partai Golkar PPU. Namun bagi banyak orang, Andi Harahap bukan sekadar mantan kepala daerah.
Mantan Wakil Bupati PPU, Mustaqim MZ, mengenang lima tahun kebersamaannya memimpin PPU sebagai masa membangun pondasi daerah yang baru tumbuh.
"Kami berusaha melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya agar pembangunan tetap berkesinambungan. Tidak semua target bisa tercapai karena keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan, tetapi kami bersyukur banyak program yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.
Salah satu program yang masih dikenang, kata Mustaqim, adalah pengembangan ekonomi kerakyatan melalui bantuan bibit kelapa sawit kepada masyarakat.
"Itu yang bisa dirasakan masyarakat sampai sekarang," katanya.
Ketua Tim Sukses Pemekaran I Kabupaten PPU, Harimudin Rasyid, menyebut Andi Harahap sebagai salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan lahirnya PPU. Menurutnya, semangat dan kegigihan Andi Harahap menjadi inspirasi bagi generasi politik berikutnya.
"Beliau pejuang. Semangatnya luar biasa dan tidak mengenal kata menyerah. Banyak orang mengenangnya sebagai salah satu tokoh yang ikut membangun berdirinya Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Harimudin.
Harimudin mengungkapkan, kondisi kesehatan Andi Harahap memang menurun dalam beberapa waktu terakhir dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Saat membesuk, ia sempat menyarankan agar berobat ke Singapura, namun almarhum memilih tidak berangkat.
Bagi Harimudin, jasa Andi Harahap terhadap lahirnya Kabupaten PPU layak terus dikenang.
"Mudah-mudahan nanti ada nama gedung atau nama jalan menggunakan nama beliau. Beliau ini pahlawan otonomi bagi Penajam Paser Utara," ujarnya.
Kepergian Andi Harahap menambah daftar tokoh yang pernah mewarnai perjalanan PPU sejak masa awal pemekaran.
Jejaknya sebagai Ketua DPRD pertama, Bupati kedua dan salah seorang pejuang otonomi daerah menjadi bagian dari sejarah yang melekat dalam perjalanan Benuo Taka.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bingkai foto mendiang Andi Harahap terlihat di halaman rumah duka di tengah suasana belasungkawa atas wafatnya tokoh yang dikenal sebagai salah satu perintis Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kehilangan salah satu tokoh yang turut membentuk perjalanan daerah sejak masa awal berdiri. Mantan Bupati PPU periode 2008–2013, H. Andi Harahap, meninggal dunia pada Rabu (5/8/2026) malam dalam usia 69 tahun.
Rumah duka di seberang Masjid Ar-Rahman Penajam dipenuhi pelayat sejak kabar itu menyebar. Karangan bunga dan ucapan belasungkawa terus berdatangan sebagai penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal luas sebagai salah satu pejuang otonomi PPU.
Lahir di Buton pada 24 November 1956, perjalanan politik Andi Harahap berjalan seiring dengan lahirnya Kabupaten Penajam Paser Utara. Saat daerah otonom baru itu terbentuk pada 2002, ia dipercaya menjadi Ketua DPRD PPU pertama untuk periode 2002–2008.
Enam tahun setelah pemekaran, Andi Harahap terpilih sebagai Bupati PPU kedua bersama wakilnya, Drs H Mustaqim MZ, memimpin daerah pada periode 2008–2013. Setelah masa jabatan berakhir, ia kembali mengikuti kontestasi Pilkada pada 2013, 2018 dan 2024, namun belum kembali memperoleh mandat masyarakat.
Karier politiknya tidak berhenti. Pada periode 2019–2024, Andi Harahap menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari daerah pemilihan Paser–PPU sekaligus dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Selama hampir dua dekade, ia juga memimpin DPD Partai Golkar PPU. Namun bagi banyak orang, Andi Harahap bukan sekadar mantan kepala daerah.
Mantan Wakil Bupati PPU, Mustaqim MZ, mengenang lima tahun kebersamaannya memimpin PPU sebagai masa membangun pondasi daerah yang baru tumbuh.
"Kami berusaha melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya agar pembangunan tetap berkesinambungan. Tidak semua target bisa tercapai karena keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan, tetapi kami bersyukur banyak program yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.
Salah satu program yang masih dikenang, kata Mustaqim, adalah pengembangan ekonomi kerakyatan melalui bantuan bibit kelapa sawit kepada masyarakat.
"Itu yang bisa dirasakan masyarakat sampai sekarang," katanya.
Ketua Tim Sukses Pemekaran I Kabupaten PPU, Harimudin Rasyid, menyebut Andi Harahap sebagai salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan lahirnya PPU. Menurutnya, semangat dan kegigihan Andi Harahap menjadi inspirasi bagi generasi politik berikutnya.
"Beliau pejuang. Semangatnya luar biasa dan tidak mengenal kata menyerah. Banyak orang mengenangnya sebagai salah satu tokoh yang ikut membangun berdirinya Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Harimudin.
Harimudin mengungkapkan, kondisi kesehatan Andi Harahap memang menurun dalam beberapa waktu terakhir dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Saat membesuk, ia sempat menyarankan agar berobat ke Singapura, namun almarhum memilih tidak berangkat.
Bagi Harimudin, jasa Andi Harahap terhadap lahirnya Kabupaten PPU layak terus dikenang.
"Mudah-mudahan nanti ada nama gedung atau nama jalan menggunakan nama beliau. Beliau ini pahlawan otonomi bagi Penajam Paser Utara," ujarnya.
Kepergian Andi Harahap menambah daftar tokoh yang pernah mewarnai perjalanan PPU sejak masa awal pemekaran.
Jejaknya sebagai Ketua DPRD pertama, Bupati kedua dan salah seorang pejuang otonomi daerah menjadi bagian dari sejarah yang melekat dalam perjalanan Benuo Taka.
(Sf/Lo)