Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPS PPU, Suko Haryono.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam – Sebanyak 410 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinyatakan bebas dari garis kemiskinan atau mulai menjalani kehidupan yang layak karena bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Berdasarkan data Badan Statistik Pusat (BPS) PPU, angka kemiskinan penduduk pada 2023 mencapai 11.190 orang dengan nilai estimasi 6,97 persen, sedangkan di 2024 ada sebanyak 10.780 orang dengan jumlah estimasi 6,69 persen.
Artinya, terdapat 410 penduduk dengan estimasi 0,28 persen dipastikan keluar dari angka kemiskinan.
“Menurut data kita, angka kemiskinan di PPU mengalami penurunan yang cukup signifikan. Batas minimal pengeluaran orang yang bukan masuk dalam kategori miskin berada di angka Rp617 ribu per kapita/bulan. Di bawah itu, masih masuk dalam data angka kemiskinan,” ucap Kepala BPS PPU, Suko Haryono, Selasa (25/2/2025).
Ia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat angka kemiskinan di PPU mengalami penurunan selama setahun terakhir, salah satunya adalah program Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Dinas Sosial (Dinsos) yang merupakan lembaga pelaksana program milik pemerintah pusat ini telah berulangkali menyalurkan bantuan berupa uang senilai Rp200 ribu per tiga bulan sekali melalui rekening milik masyrakat yang masuk dalam kategori miskin.
Bantuan ini dinilai efektif dalam menentaskan angka kemiskinan di PPU karena penerima manfaat bisa menggunakan dana tersebut untuk membuka suatu usaha kecil-kecilan, sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan.
“Ini semua berkat suksesnya pelaksanaan program milik pemerintah, sehingga beberapa penduduk mulai hidup layak,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPS PPU, Suko Haryono.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam – Sebanyak 410 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinyatakan bebas dari garis kemiskinan atau mulai menjalani kehidupan yang layak karena bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Berdasarkan data Badan Statistik Pusat (BPS) PPU, angka kemiskinan penduduk pada 2023 mencapai 11.190 orang dengan nilai estimasi 6,97 persen, sedangkan di 2024 ada sebanyak 10.780 orang dengan jumlah estimasi 6,69 persen.
Artinya, terdapat 410 penduduk dengan estimasi 0,28 persen dipastikan keluar dari angka kemiskinan.
“Menurut data kita, angka kemiskinan di PPU mengalami penurunan yang cukup signifikan. Batas minimal pengeluaran orang yang bukan masuk dalam kategori miskin berada di angka Rp617 ribu per kapita/bulan. Di bawah itu, masih masuk dalam data angka kemiskinan,” ucap Kepala BPS PPU, Suko Haryono, Selasa (25/2/2025).
Ia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat angka kemiskinan di PPU mengalami penurunan selama setahun terakhir, salah satunya adalah program Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Dinas Sosial (Dinsos) yang merupakan lembaga pelaksana program milik pemerintah pusat ini telah berulangkali menyalurkan bantuan berupa uang senilai Rp200 ribu per tiga bulan sekali melalui rekening milik masyrakat yang masuk dalam kategori miskin.
Bantuan ini dinilai efektif dalam menentaskan angka kemiskinan di PPU karena penerima manfaat bisa menggunakan dana tersebut untuk membuka suatu usaha kecil-kecilan, sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan.
“Ini semua berkat suksesnya pelaksanaan program milik pemerintah, sehingga beberapa penduduk mulai hidup layak,” tandasnya.
(Sf/By)