Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi sampah yang menumpuk di TPS. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Selama bulan ramadan ini keberadaan sampah di Samarinda meningkat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Endang Liansyah melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Boy Leonardo Sianipar, menyatakan bahwa sampah meningkat sekitar 10 sampai 15 persen.
Hal itu kata dia, disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang melakukan pembersihan rumah sebelum memasuki bulan suci ramadan. Belum lagi ditambah dengan penjualan makanan yang menggunakan bungkus plastik juga turut menyumbang kenaikan volume sampah.
“Di awal ramadan, kami mencatat peningkatan sekitar 10-15 persen. Biasanya masyarakat bersih-bersih rumah sebelum Ramadan. Kemudian, di minggu berikutnya jumlahnya berkurang, tetapi akan kembali meningkat di minggu kedua karena banyaknya acara buka puasa bersama serta kegiatan keagamaan pada malam hari,” jelas Boy.
Ia menyebut, saat ini volume sampah harian di Samarinda mencapai sekitar 600 ton. Selama ramadan dan idulfitri, jumlah ini bisa meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Berdasarkan tren tahun sebelumnya, angka tersebut diperkirakan tidak akan jauh berbeda di tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, DLH telah menyiapkan skenario lembur bagi petugas kebersihan jika diperlukan. “Kami tidak akan menyerah dalam menjaga kebersihan kota. Jika dibutuhkan, kami siap lembur untuk memastikan pengangkutan sampah tetap optimal,” ujarnya.
Kemudian terkait dengan pengangkutan, ia mengatakan sDLH Kota Samarinda saat ini mengoperasikan sekitar 67 unit armada pengangkut sampah, yang terdiri dari 41 unit dump truck dan 26 unit armroll yang digunakan untuk mengangkut kontainer sampah.
Rata-rata armada ini lanjutnya, melakukan 200 kali perjalanan ke TPA setiap hari, dengan masing-masing kendaraan melakukan tiga kali pengangkutan.
Sementara itu, jumlah petugas kebersihan yang bertugas saat ini mencapai 315 orang. Boy mengakui bahwa beberapa unit kendaraan mengalami kerusakan akibat faktor cuaca dan usia operasional yang berdekatan.
Namun, pihaknya telah bekerja sama dengan bengkel rekanan untuk mempercepat perbaikan kendaraan agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Kami meminta bengkel rekanan untuk memprioritaskan perbaikan armada karena ini menyangkut kepentingan kota. Saat ini, kondisi armada sudah mulai pulih, dan kami akan terus memaksimalkan sumber daya yang ada,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi sampah yang menumpuk di TPS. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Selama bulan ramadan ini keberadaan sampah di Samarinda meningkat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Endang Liansyah melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Boy Leonardo Sianipar, menyatakan bahwa sampah meningkat sekitar 10 sampai 15 persen.
Hal itu kata dia, disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang melakukan pembersihan rumah sebelum memasuki bulan suci ramadan. Belum lagi ditambah dengan penjualan makanan yang menggunakan bungkus plastik juga turut menyumbang kenaikan volume sampah.
“Di awal ramadan, kami mencatat peningkatan sekitar 10-15 persen. Biasanya masyarakat bersih-bersih rumah sebelum Ramadan. Kemudian, di minggu berikutnya jumlahnya berkurang, tetapi akan kembali meningkat di minggu kedua karena banyaknya acara buka puasa bersama serta kegiatan keagamaan pada malam hari,” jelas Boy.
Ia menyebut, saat ini volume sampah harian di Samarinda mencapai sekitar 600 ton. Selama ramadan dan idulfitri, jumlah ini bisa meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa. Berdasarkan tren tahun sebelumnya, angka tersebut diperkirakan tidak akan jauh berbeda di tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, DLH telah menyiapkan skenario lembur bagi petugas kebersihan jika diperlukan. “Kami tidak akan menyerah dalam menjaga kebersihan kota. Jika dibutuhkan, kami siap lembur untuk memastikan pengangkutan sampah tetap optimal,” ujarnya.
Kemudian terkait dengan pengangkutan, ia mengatakan sDLH Kota Samarinda saat ini mengoperasikan sekitar 67 unit armada pengangkut sampah, yang terdiri dari 41 unit dump truck dan 26 unit armroll yang digunakan untuk mengangkut kontainer sampah.
Rata-rata armada ini lanjutnya, melakukan 200 kali perjalanan ke TPA setiap hari, dengan masing-masing kendaraan melakukan tiga kali pengangkutan.
Sementara itu, jumlah petugas kebersihan yang bertugas saat ini mencapai 315 orang. Boy mengakui bahwa beberapa unit kendaraan mengalami kerusakan akibat faktor cuaca dan usia operasional yang berdekatan.
Namun, pihaknya telah bekerja sama dengan bengkel rekanan untuk mempercepat perbaikan kendaraan agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Kami meminta bengkel rekanan untuk memprioritaskan perbaikan armada karena ini menyangkut kepentingan kota. Saat ini, kondisi armada sudah mulai pulih, dan kami akan terus memaksimalkan sumber daya yang ada,” pungkasnya.
(Sf/Rs)