Seputar Kaltim

    Selama Januari-Juli 2024, Dinsos Salurkan Bantuan untuk 454 Korban Bencana di Kukar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    27 Juli 2024 pukul 17:11 WITA

    Kabid Penanganan Korban Bencana, Riadi. (Dok.Riadi/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan kepada 454 jiwa korban bencana alam selama periode 1 Januari-25 Juli 2024.

    Bantuan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yakni bahan pangan dan sandang, seperti beras, minyak goreng, telur, selimut, kompor dan lainnya.

    Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Korban Bencana, Riadi menyebut bencana yang menimpa saat ini di beberapa kecamatan didominasi oleh kebakaran dan tanah longsor.

    "Saat terjadi musibah tidak mesti harta benda korban bisa diselamatkan, sehingga kami berperan memberikan sejumlah bantuan kepada para korban. Meski tak banyak, setidaknya bantuan itu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari korban," ucapnya Sabtu (27/7/2024).

    Berdasarkan data Dinsos Kukar, tercatat ada 36 kasus bencana di 15 kecamatan. Kasus paling banyak berada di Kecamatan Tenggarong dengan 11 kasus. "Saat ini paling banyak di Kecamatan Tenggarong karena akhir-akhir ini selalu terjadi kebakaran," tuturnya.

    Riadi menyebut pemberian bantuan bencana sebenarnya tidak harus satu keluarga mendapat satu paket, tetapi bisa mendapat dua hingga empat paket tergantung, masa ,masa kedaluwarsa barang yang akan diberikan.

    "Kita juga sambil melihat stok di gudang, misalnya stok banyak tetapi makanan tersebut masa kedaluwarsanya hampir habis, maka satu keluarga bakal diberikan dua hingga empat paket," jelasnya.

    Ini sesuai dengan kebijakan dari pemerintah yang membolehkan satu keluarga mendapatkan bantuan lebih dari satu paket agar stok barang tidak mubazir.

    Terkadang, kata dia, Dinsos Kukar sering menghadapi beberapa kendala saat pendataan. Salah satunya ketika masyarakat dan pemerintah desa atau kelurahan terlambat memberikan data resmi, sehingga terjadi perselisihan ketika membawa bantuan ke lokasi kejadian.

    Ia pun selalu berharap kepada pihak terkait untuk melaporkan dalam bentuk data jika mengalami bencana agar Dinsos sigap memberikan bantuan melalui data yang disampaikan tersebut.

    "Harapan kami ya seperti itu dan juga semoga bantuan yang berikan dapat digunakan semaksimal mungkin dan bermanfaat bagi yang lain juga,"pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Selama Januari-Juli 2024, Dinsos Salurkan Bantuan untuk 454 Korban Bencana di Kukar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    27 Juli 2024 pukul 17:11 WITA

    Kabid Penanganan Korban Bencana, Riadi. (Dok.Riadi/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan kepada 454 jiwa korban bencana alam selama periode 1 Januari-25 Juli 2024.

    Bantuan yang diberikan terdiri dari dua jenis, yakni bahan pangan dan sandang, seperti beras, minyak goreng, telur, selimut, kompor dan lainnya.

    Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Korban Bencana, Riadi menyebut bencana yang menimpa saat ini di beberapa kecamatan didominasi oleh kebakaran dan tanah longsor.

    "Saat terjadi musibah tidak mesti harta benda korban bisa diselamatkan, sehingga kami berperan memberikan sejumlah bantuan kepada para korban. Meski tak banyak, setidaknya bantuan itu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari korban," ucapnya Sabtu (27/7/2024).

    Berdasarkan data Dinsos Kukar, tercatat ada 36 kasus bencana di 15 kecamatan. Kasus paling banyak berada di Kecamatan Tenggarong dengan 11 kasus. "Saat ini paling banyak di Kecamatan Tenggarong karena akhir-akhir ini selalu terjadi kebakaran," tuturnya.

    Riadi menyebut pemberian bantuan bencana sebenarnya tidak harus satu keluarga mendapat satu paket, tetapi bisa mendapat dua hingga empat paket tergantung, masa ,masa kedaluwarsa barang yang akan diberikan.

    "Kita juga sambil melihat stok di gudang, misalnya stok banyak tetapi makanan tersebut masa kedaluwarsanya hampir habis, maka satu keluarga bakal diberikan dua hingga empat paket," jelasnya.

    Ini sesuai dengan kebijakan dari pemerintah yang membolehkan satu keluarga mendapatkan bantuan lebih dari satu paket agar stok barang tidak mubazir.

    Terkadang, kata dia, Dinsos Kukar sering menghadapi beberapa kendala saat pendataan. Salah satunya ketika masyarakat dan pemerintah desa atau kelurahan terlambat memberikan data resmi, sehingga terjadi perselisihan ketika membawa bantuan ke lokasi kejadian.

    Ia pun selalu berharap kepada pihak terkait untuk melaporkan dalam bentuk data jika mengalami bencana agar Dinsos sigap memberikan bantuan melalui data yang disampaikan tersebut.

    "Harapan kami ya seperti itu dan juga semoga bantuan yang berikan dapat digunakan semaksimal mungkin dan bermanfaat bagi yang lain juga,"pungkasnya.

    (Sf/By)