Seputar Kaltim

    Selama 2005-2023, Angka Kemiskinan di Paser Turun 5,63 persen

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    03 Juli 2024 pukul 19:43 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli (dok. Prokopim Paser/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli membeberkan perkembangan ekonomi makro sebagai gambaran dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

    Dalam perkembangan ekonomi makro, terdapat dari lima indikator yang dipaparkan dr Fahmi dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJPD 2025-2045, Rabu (3/7/2024).

    Lima indikator itu ditarik dengan presentase capaian selama 20 tahun yang dimulai pada 2005, di antaranya pertumbuhan ekonomi mengalami tren yang berfluktuatif disebabkan ketergantungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser.

    “Pada sektor pertambangan dan penggalian khususnya batu bara yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Paser, rata-rata sebesar 73,88 persen selama periode RPJPD 2005-2023,” kata dr Fahmi.

    Selanjutnya, terkait tingkat kemiskinan Kabupaten Paser mengalami penurunan sebesar 5,63 persen dari 14,74 persen pada 2005 menjadi 9,11 persen pada 2023.

    Mengenai tingkat pengangguran terbuka turut mengalami penurunan sebesar 2,98 persen dari 7,70 persen pada2005 menjadi 4,72 persen di 2023.

    Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), disebutkan capaian 2005 sebesar 71,66. Sedangkan di 2024, capaian IPM sebesar 74,56 dengan peningkatan IPM selama 2005-2023 sebesar 2,90.

    “Masih rendahnya pertumbuhan IPM Kabupaten Paser disebabkan masih melambatnya pertumbuhan komponen pembentuk IPM, di antaranya angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran rata-rata perkapita,” tuturnya.

    Terakhir dari indikator rasio gini yang merupakan parameter untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan di Kabupaten Paser, pada 2005 sebesar 0,330 menurun menjadi 0,292 pada 2023.

    “Ini mencerminkan ketimpangan pendapatan masyarakat Kabupaten Paser masih tergolong ketimpangan pendapatan rendah,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Selama 2005-2023, Angka Kemiskinan di Paser Turun 5,63 persen

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    03 Juli 2024 pukul 19:43 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli (dok. Prokopim Paser/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli membeberkan perkembangan ekonomi makro sebagai gambaran dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

    Dalam perkembangan ekonomi makro, terdapat dari lima indikator yang dipaparkan dr Fahmi dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJPD 2025-2045, Rabu (3/7/2024).

    Lima indikator itu ditarik dengan presentase capaian selama 20 tahun yang dimulai pada 2005, di antaranya pertumbuhan ekonomi mengalami tren yang berfluktuatif disebabkan ketergantungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser.

    “Pada sektor pertambangan dan penggalian khususnya batu bara yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Paser, rata-rata sebesar 73,88 persen selama periode RPJPD 2005-2023,” kata dr Fahmi.

    Selanjutnya, terkait tingkat kemiskinan Kabupaten Paser mengalami penurunan sebesar 5,63 persen dari 14,74 persen pada 2005 menjadi 9,11 persen pada 2023.

    Mengenai tingkat pengangguran terbuka turut mengalami penurunan sebesar 2,98 persen dari 7,70 persen pada2005 menjadi 4,72 persen di 2023.

    Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), disebutkan capaian 2005 sebesar 71,66. Sedangkan di 2024, capaian IPM sebesar 74,56 dengan peningkatan IPM selama 2005-2023 sebesar 2,90.

    “Masih rendahnya pertumbuhan IPM Kabupaten Paser disebabkan masih melambatnya pertumbuhan komponen pembentuk IPM, di antaranya angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran rata-rata perkapita,” tuturnya.

    Terakhir dari indikator rasio gini yang merupakan parameter untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan di Kabupaten Paser, pada 2005 sebesar 0,330 menurun menjadi 0,292 pada 2023.

    “Ini mencerminkan ketimpangan pendapatan masyarakat Kabupaten Paser masih tergolong ketimpangan pendapatan rendah,” tandasnya.

    (Sf/By)