Seputar Kaltim

    Selama 2 Tahun, 1.200 Rumah Tak Layak Huni di Kukar Diperbaiki

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    10 Juli 2024 pukul 14:32 WITA

    Plt Disperkim Kukar Muhammad Aidil. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah berjalan selama dua tahun dan terealisasi sebanyak 1.200 rumah.

    Bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan rumah yang representatif, nyaman dan layak huni.

    Plt Disperkim Kukar, Muhammad Aidil mengatakan dalam pelaksanaan bedah rumah, pihaknya bekerjasama dengan Kodim 0906 Kukar melalui Program Karya Bakti. "Kalau di 2024 ini, targetnya 600 unit rumah," kata Aidil, Rabu (10/7/2024).

    Ia menyebut program ini ditargetkan selesai sebelum 2025 dan Disperkim Kukar akan mempercepat realisasinya dengan menjalin kerja sama dengan TNI.

    Sasaran penerima bantuan dipilih berdasarkan data yang disampaikan oleh Resostek dan telah terverifikasi, memastikan rumah-rumah yang direhabilitasi benar-benar layak untuk dilakukan pembedahan.

    Proses verifikasi dilakukan secara bertahap, mulai usulan desa, kecamatan hingga Disperkim untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang membutuhkan. 

    "Bantuan yang diberikan itu seperti dinding, lantai, atap, dan pengecatan, dengan pagu sebesar Rp 50 juta per rumah," ungkapnya.

    Ia berharap program ini dapat ditingkatkan atau ditambah ke depannya. Sebab, masih banyak rumah yang belum mendapatkan bantuan.

    Pihaknya akan mencoba memfasilitasi secara bertahap sesuai dengan anggaran yang telah disediakan. "Kami harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan berguna bagi para penerima. Ini semua dilakukan untuk memastikan masyarakat miskin di Kukar mendapatkan rumah yang layak," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Selama 2 Tahun, 1.200 Rumah Tak Layak Huni di Kukar Diperbaiki

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    10 Juli 2024 pukul 14:32 WITA

    Plt Disperkim Kukar Muhammad Aidil. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah berjalan selama dua tahun dan terealisasi sebanyak 1.200 rumah.

    Bantuan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan rumah yang representatif, nyaman dan layak huni.

    Plt Disperkim Kukar, Muhammad Aidil mengatakan dalam pelaksanaan bedah rumah, pihaknya bekerjasama dengan Kodim 0906 Kukar melalui Program Karya Bakti. "Kalau di 2024 ini, targetnya 600 unit rumah," kata Aidil, Rabu (10/7/2024).

    Ia menyebut program ini ditargetkan selesai sebelum 2025 dan Disperkim Kukar akan mempercepat realisasinya dengan menjalin kerja sama dengan TNI.

    Sasaran penerima bantuan dipilih berdasarkan data yang disampaikan oleh Resostek dan telah terverifikasi, memastikan rumah-rumah yang direhabilitasi benar-benar layak untuk dilakukan pembedahan.

    Proses verifikasi dilakukan secara bertahap, mulai usulan desa, kecamatan hingga Disperkim untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang membutuhkan. 

    "Bantuan yang diberikan itu seperti dinding, lantai, atap, dan pengecatan, dengan pagu sebesar Rp 50 juta per rumah," ungkapnya.

    Ia berharap program ini dapat ditingkatkan atau ditambah ke depannya. Sebab, masih banyak rumah yang belum mendapatkan bantuan.

    Pihaknya akan mencoba memfasilitasi secara bertahap sesuai dengan anggaran yang telah disediakan. "Kami harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dan berguna bagi para penerima. Ini semua dilakukan untuk memastikan masyarakat miskin di Kukar mendapatkan rumah yang layak," pungkasnya.

    (Sf/By)