Seputar Kaltim

    Selain Program 100 Hari Kerja, Berikut Prioritas yang Akan Dilakukan Neni-Agus Haris

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2025 pukul 21:10 WITA

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Periode 2025-2030, Neni Moerniaeni dan Agus Haris saat menyampaikan pidato serah terima jabatan. (Prokompim.Bontang)

    Bontang - Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni-Agus Haris mulai menjalankan program unggulannya, termasuk program 100 hari kerja usai keduanya dilantik oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) lalu.

    Neni Moerniaeni mengatakan selain 17 program yang keduanya laksanakan dalam 100 hari masa kerja, keduanya juga telah menyusun prioritas daerah yang akan dilakukan guna mewujudkan visi dan misi mereka.

    “Kita akan melakukan program percepatan pembangunan Pro RT,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).

    Ini diarahkan sebagai percepatan pembangunan di RT melalui pemberian alokasi Rp200 juta sampai Rp300 juta per RT guna membangun infrastruktur, lingkungan, usaha ekonomi dan sosial.

    Kedua, program pengembangan sumber daya maritim di laut Bontang berjaya untuk mengembangkan perekonomian berbasis maritim, seperti hikirisasu hasil perikanan, pengembangan wisata bahari dan peningkatan kualitas, serta akses transportasi laut.

    Ketiga, gerakan ekonomi Bontang diarahkan untuk mengembangkan klaster industri Bontang dan pembangunan Bontang Tecno Park. Keempat, program Bontang sehat, yang diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui percepatan penurunan stunting, penambahan puskesmas rawat inap, peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja di bidang kesehatan, dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat termasuk kesehatan jiwa.

    Kelima, program Bontang Pintar, yang diarahkan sebagai upaya untuk meningkatkan layanan di bidang pendidikan. “Hal ini kita wujudkan melalui pemberian beasiswa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa, satu guru satu laptop, dan insentif bantuan pendidikan bagi siswa,”lanjutnya.

    Keenam, program digitalisasi pelayanan, yang diarahkan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Bontang, berbasis pada pemanfaatan teknologi informasi.

    Selanjutnya, Gerakan komitmen Kota Bontang, yang diarahkan untuk penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi serta pemberian jaminan sosial bagi masyarakat Bontang.

    Lalu, program menata Bontang, yakni pemenuhan layanan infrastruktur perkotaan, maupun pembangunan lingkungan permukiman agar layak huni dan modern.

    Selanjutnya, program pelayanan publik yang prima, yakni upaya mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan yang tangkas, kompeten, berorientasi pada publik dan berintegritas.

    “Terkahir, program inovasi daerah, diarahkan pada pemajuan inovasi daerah dan perlindungan terhadap produk dan karya cipta masyarakat, atau pelaku usaha, melalui fasilitas pendaftaran hak atas kekayaan intelektual,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Selain Program 100 Hari Kerja, Berikut Prioritas yang Akan Dilakukan Neni-Agus Haris

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2025 pukul 21:10 WITA

    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Periode 2025-2030, Neni Moerniaeni dan Agus Haris saat menyampaikan pidato serah terima jabatan. (Prokompim.Bontang)

    Bontang - Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni-Agus Haris mulai menjalankan program unggulannya, termasuk program 100 hari kerja usai keduanya dilantik oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) lalu.

    Neni Moerniaeni mengatakan selain 17 program yang keduanya laksanakan dalam 100 hari masa kerja, keduanya juga telah menyusun prioritas daerah yang akan dilakukan guna mewujudkan visi dan misi mereka.

    “Kita akan melakukan program percepatan pembangunan Pro RT,” ujarnya, Rabu (5/3/2025).

    Ini diarahkan sebagai percepatan pembangunan di RT melalui pemberian alokasi Rp200 juta sampai Rp300 juta per RT guna membangun infrastruktur, lingkungan, usaha ekonomi dan sosial.

    Kedua, program pengembangan sumber daya maritim di laut Bontang berjaya untuk mengembangkan perekonomian berbasis maritim, seperti hikirisasu hasil perikanan, pengembangan wisata bahari dan peningkatan kualitas, serta akses transportasi laut.

    Ketiga, gerakan ekonomi Bontang diarahkan untuk mengembangkan klaster industri Bontang dan pembangunan Bontang Tecno Park. Keempat, program Bontang sehat, yang diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Melalui percepatan penurunan stunting, penambahan puskesmas rawat inap, peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja di bidang kesehatan, dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat termasuk kesehatan jiwa.

    Kelima, program Bontang Pintar, yang diarahkan sebagai upaya untuk meningkatkan layanan di bidang pendidikan. “Hal ini kita wujudkan melalui pemberian beasiswa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa, satu guru satu laptop, dan insentif bantuan pendidikan bagi siswa,”lanjutnya.

    Keenam, program digitalisasi pelayanan, yang diarahkan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Bontang, berbasis pada pemanfaatan teknologi informasi.

    Selanjutnya, Gerakan komitmen Kota Bontang, yang diarahkan untuk penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), ekonomi serta pemberian jaminan sosial bagi masyarakat Bontang.

    Lalu, program menata Bontang, yakni pemenuhan layanan infrastruktur perkotaan, maupun pembangunan lingkungan permukiman agar layak huni dan modern.

    Selanjutnya, program pelayanan publik yang prima, yakni upaya mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan yang tangkas, kompeten, berorientasi pada publik dan berintegritas.

    “Terkahir, program inovasi daerah, diarahkan pada pemajuan inovasi daerah dan perlindungan terhadap produk dan karya cipta masyarakat, atau pelaku usaha, melalui fasilitas pendaftaran hak atas kekayaan intelektual,” pungkasnya.

    (Sf/By)