Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Samarinda, Yunita Sari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Arus penumpang di Terminal Tipe A Samarinda Seberang mengalami lonjakan signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Selain faktor libur panjang, agenda besar Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, diprediksi menjadi pemicu utama membeludaknya penumpang tujuan Banjarmasin.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak empat hari (H-4) sebelum posko terpadu Nataru resmi dioperasikan.
"Kenaikannya sangat signifikan. Jika pada hari normal rata-rata penumpang hanya berkisar 40, 50, hingga 60 orang, saat ini melonjak drastis hingga lebih dari 160 orang per hari," ungkap Yunita saat ditemui di area terminal, Jumat (19/12/2025).
Berbeda dari tahun sebelumnya, di tanggal yang sama yakni 18 Desember 2024, jumlah penumpang hanya mencapai 97 penumpang saja.
Yunita tak menampik bahwa agenda Haul Guru Sekumpul memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan arus keberangkatan dari Samarinda menuju Kalimantan Selatan. Banyak warga yang memilih berangkat lebih awal untuk mengikuti kegiatan religi tersebut.
"Pergerakan penumpang saat ini selain mengejar libur Nataru, prioritas utama mereka adalah kegiatan religi, yakni ziarah atau nyekar ke makam Guru Sekumpul," jelasnya.
Lonjakan ini pun berdampak pada keterisian armada. Menurut Yunita, saat ini rata-rata ada tujuh unit bus yang diberangkatkan setiap harinya menuju Banjarmasin, dan seluruh kursi (seat) selalu terisi penuh.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi terus meningkat hingga akhir Desember, pihak pengelola terminal telah menyiagakan Posko Nataru 2025/2026 yang tersedia di area terminal.
"Kami tidak memprediksi lonjakan akan sesignifikan ini di awal. Namun, petugas kami sudah siaga di posko untuk menjamin kelancaran pelayanan," tambahnya.
Terkait harga tiket, hingga saat ini terpantau masih stabil. Tarif bus rute Samarinda - Barabai/Amuntai dipatok Rp 300.000, sedangkan untuk rute Samarinda - Batulicin berada di angka Rp 330.000.
Mengingat perjalanan menuju Kalimantan Selatan memakan waktu yang cukup lama, Yunita mengimbau para calon jemaah haul dan pemudik untuk memperhatikan kondisi fisik dan keamanan barang.
"Kami meminta masyarakat tetap waspada menjaga barang bawaan. Pastikan kondisi tubuh fit sebelum berangkat agar perjalanan tetap nyaman dan selamat sampai tujuan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Samarinda, Yunita Sari. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Arus penumpang di Terminal Tipe A Samarinda Seberang mengalami lonjakan signifikan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Selain faktor libur panjang, agenda besar Haul Abah Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, diprediksi menjadi pemicu utama membeludaknya penumpang tujuan Banjarmasin.
Pengawas Satuan Pelayanan (Wasatpel) Terminal Tipe A Samarinda Seberang, Yunita Sari, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah penumpang sudah mulai terasa sejak empat hari (H-4) sebelum posko terpadu Nataru resmi dioperasikan.
"Kenaikannya sangat signifikan. Jika pada hari normal rata-rata penumpang hanya berkisar 40, 50, hingga 60 orang, saat ini melonjak drastis hingga lebih dari 160 orang per hari," ungkap Yunita saat ditemui di area terminal, Jumat (19/12/2025).
Berbeda dari tahun sebelumnya, di tanggal yang sama yakni 18 Desember 2024, jumlah penumpang hanya mencapai 97 penumpang saja.
Yunita tak menampik bahwa agenda Haul Guru Sekumpul memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan arus keberangkatan dari Samarinda menuju Kalimantan Selatan. Banyak warga yang memilih berangkat lebih awal untuk mengikuti kegiatan religi tersebut.
"Pergerakan penumpang saat ini selain mengejar libur Nataru, prioritas utama mereka adalah kegiatan religi, yakni ziarah atau nyekar ke makam Guru Sekumpul," jelasnya.
Lonjakan ini pun berdampak pada keterisian armada. Menurut Yunita, saat ini rata-rata ada tujuh unit bus yang diberangkatkan setiap harinya menuju Banjarmasin, dan seluruh kursi (seat) selalu terisi penuh.
Untuk mengantisipasi lonjakan yang diprediksi terus meningkat hingga akhir Desember, pihak pengelola terminal telah menyiagakan Posko Nataru 2025/2026 yang tersedia di area terminal.
"Kami tidak memprediksi lonjakan akan sesignifikan ini di awal. Namun, petugas kami sudah siaga di posko untuk menjamin kelancaran pelayanan," tambahnya.
Terkait harga tiket, hingga saat ini terpantau masih stabil. Tarif bus rute Samarinda - Barabai/Amuntai dipatok Rp 300.000, sedangkan untuk rute Samarinda - Batulicin berada di angka Rp 330.000.
Mengingat perjalanan menuju Kalimantan Selatan memakan waktu yang cukup lama, Yunita mengimbau para calon jemaah haul dan pemudik untuk memperhatikan kondisi fisik dan keamanan barang.
"Kami meminta masyarakat tetap waspada menjaga barang bawaan. Pastikan kondisi tubuh fit sebelum berangkat agar perjalanan tetap nyaman dan selamat sampai tujuan," pungkasnya.
(Sf/Rs)