Seputar Kaltim

    Selain Bantuan Tunai, Pemprov Kaltim Kirim Tim Medis dan Bikin Dapur Umum di Sumatra

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2025 pukul 14:34 WITA

    Peralatan dapur umum, yang akan dibuka di Sumatra. (Foto: BPBD Kaltim)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya sekadar menyalurkan dana bantuan untuk korban bencana di Pulau Sumatra. 

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirimkan akan melibatkan tim di lapangan melalui pengerahan personel fisik dan logistik.

    Selain bantuan uang tunai, Pemprov Kaltim segera memberangkatkan tim medis dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi bencana. 

    Misi utama tim ini adalah memberikan layanan kesehatan mendesak dan mendirikan dapur umum untuk menjamin pasokan makanan bagi para pengungsi.

    "Relawan sebagian sudah ada di sana, dan dalam waktu dekat kita kirim tim medis. BPBD juga segera berangkat untuk membuka dapur umum di sana," tegas Gubernur Rudy Mas'ud.

    Langkah pengiriman tim fisik ini diambil karena kondisi di lapangan yang sangat memprihatinkan. 

    Gubernur mengungkapkan laporan bahwa masih banyak kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dalam kondisi sangat terisolir. 

    Akses darat terputus total akibat jembatan rusak, sehingga beberapa wilayah hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter atau pesawat.

    "Mereka hari ini mengalami keterbatasan mulai dari pasokan bahan bakar sampai bahan makanan. Termasuk yang sangat memprihatinkan adalah kebutuhan pampers dan susu untuk anak-anak bayi," tambahnya. 

    Oleh karena itu, kehadiran dapur umum dan tim medis dianggap lebih vital untuk menyentuh kebutuhan langsung para korban yang terjebak di wilayah isolasi.

    Meski fokus pada aksi lapangan, aspek bantuan finansial tidak dilupakan. Pemprov Kaltim tetap menggelontorkan dana senilai total Rp7,5 miliar yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT). 

    Dana ini dibagi rata masing-masing Rp2,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak dan dititipkan langsung ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.

    Gubernur Rudy Mas'ud menekankan bahwa seluruh upaya ini, baik uang tunai maupun pengiriman tim medis dan dapur umum, adalah wujud nyata dari persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan sesama anak bangsa. 

    "Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi ini demi persaudaraan kita," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Selain Bantuan Tunai, Pemprov Kaltim Kirim Tim Medis dan Bikin Dapur Umum di Sumatra

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Desember 2025 pukul 14:34 WITA

    Peralatan dapur umum, yang akan dibuka di Sumatra. (Foto: BPBD Kaltim)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya sekadar menyalurkan dana bantuan untuk korban bencana di Pulau Sumatra. 

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirimkan akan melibatkan tim di lapangan melalui pengerahan personel fisik dan logistik.

    Selain bantuan uang tunai, Pemprov Kaltim segera memberangkatkan tim medis dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke lokasi bencana. 

    Misi utama tim ini adalah memberikan layanan kesehatan mendesak dan mendirikan dapur umum untuk menjamin pasokan makanan bagi para pengungsi.

    "Relawan sebagian sudah ada di sana, dan dalam waktu dekat kita kirim tim medis. BPBD juga segera berangkat untuk membuka dapur umum di sana," tegas Gubernur Rudy Mas'ud.

    Langkah pengiriman tim fisik ini diambil karena kondisi di lapangan yang sangat memprihatinkan. 

    Gubernur mengungkapkan laporan bahwa masih banyak kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang dalam kondisi sangat terisolir. 

    Akses darat terputus total akibat jembatan rusak, sehingga beberapa wilayah hanya bisa dijangkau menggunakan helikopter atau pesawat.

    "Mereka hari ini mengalami keterbatasan mulai dari pasokan bahan bakar sampai bahan makanan. Termasuk yang sangat memprihatinkan adalah kebutuhan pampers dan susu untuk anak-anak bayi," tambahnya. 

    Oleh karena itu, kehadiran dapur umum dan tim medis dianggap lebih vital untuk menyentuh kebutuhan langsung para korban yang terjebak di wilayah isolasi.

    Meski fokus pada aksi lapangan, aspek bantuan finansial tidak dilupakan. Pemprov Kaltim tetap menggelontorkan dana senilai total Rp7,5 miliar yang bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT). 

    Dana ini dibagi rata masing-masing Rp2,5 miliar untuk tiga provinsi terdampak dan dititipkan langsung ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.

    Gubernur Rudy Mas'ud menekankan bahwa seluruh upaya ini, baik uang tunai maupun pengiriman tim medis dan dapur umum, adalah wujud nyata dari persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan sesama anak bangsa. 

    "Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi ini demi persaudaraan kita," pungkasnya.

    (Sf/Rs)