Seputar Kaltim

    Sektor Pertanian Berkontribusi Besar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    25 Januari 2024 pukul 13:50 WITA

    Lahan pertanian yang berada di Desa Sumber Sari. (Foto:M.anshori/Seputarfakta)

    Tenggarong - Pertanian merupakan sektor vital karena memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Pengamat pertanian, Ince Raden mengatakan sektor pertanian merupakan pilar utama dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

    Menurutnya, pertanian tak hanya sebatas kegiatan produksi pangan, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan sektor lain.

    Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertanian Kukar menempati posisi kedua di bawah sektor pertambangan.

    “Alhamdulillah nilainya sudah mencapai dua digit. Kisaran 13 persennya untuk sektor pertanian dalam arti luas,” ucap Ince Raden, Kamis (25/1/2024).

    Ince Raden menyebutkan kendala sektor pertanian di Kukar, seperti produksi beras yang sempat mengalami penurunan pada akhir 2023.

    Dalam pandangannya, penurunan tersebut tak membawa dampak berarti terhadap Kukar. Sebab, kontribusinya untuk Kalimantan Timur (Kaltim) di sektor pertanian masih cukup tinggi.

    “Kontribusi buat Provinsi Kaltim itu kita masih mencapai 40 persen ke atas,” sebutnya.

    Kukar, kata dia, memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih luas dalam menumbuhkan perekonomian Kaltim. Kontribusi itu tak hanya dari sektor pertanian, tetapi juga dari sektor lain, seperti perkebunan dan perikanan yang memberikan pengaruh bagi kesejahteraan masyarakat.

    Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan ini memang terlihat memiliki nilai yang cukup baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kukar.

    “Kita bisa lihat dari nilai tukar petani, pekebun maupun nelayan itu sudah di atas 100. artinya berusaha di sektor pertanian itu bisa memberikan nilai pendapatan yang bagus buat masyarakat sekitar sebagai indikator kesejahteraan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman-tanaman yang semusim juga bisa dikembangkan. Masyarakat menjadikan sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral. Kebutuhannya pun kian meningkat dari tahun ke tahun.

    "Peningkatan kebutuhan itu perlu dibarengi dengan ketersediaan suplai sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari produk-produk pertanian lokal," ucapnya.

    Menurutnya, pemerintah memerlukan strategi untuk meningkatkan produksi komoditas agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan pekebun, petani, dan nelayan.

    pengembangan pertanian Kukar dapat dilakukan melalui hilirisasi serta melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah dan perusahaan daerah. 

    "Tinggal kita mendorong agar hilirisasi ini segera tersentuh. Dari berbagai pihak tentunya pemerintah sebagai mediator, fasilitator untuk mendatangkan investor yang terkait dengan hilirisasi ini, atau pun perusahaan-perusahaan daerah untuk menggarap program-program hilirisasi yang berbasis bahan baku,” tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Sektor Pertanian Berkontribusi Besar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    25 Januari 2024 pukul 13:50 WITA

    Lahan pertanian yang berada di Desa Sumber Sari. (Foto:M.anshori/Seputarfakta)

    Tenggarong - Pertanian merupakan sektor vital karena memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Pengamat pertanian, Ince Raden mengatakan sektor pertanian merupakan pilar utama dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

    Menurutnya, pertanian tak hanya sebatas kegiatan produksi pangan, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan sektor lain.

    Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertanian Kukar menempati posisi kedua di bawah sektor pertambangan.

    “Alhamdulillah nilainya sudah mencapai dua digit. Kisaran 13 persennya untuk sektor pertanian dalam arti luas,” ucap Ince Raden, Kamis (25/1/2024).

    Ince Raden menyebutkan kendala sektor pertanian di Kukar, seperti produksi beras yang sempat mengalami penurunan pada akhir 2023.

    Dalam pandangannya, penurunan tersebut tak membawa dampak berarti terhadap Kukar. Sebab, kontribusinya untuk Kalimantan Timur (Kaltim) di sektor pertanian masih cukup tinggi.

    “Kontribusi buat Provinsi Kaltim itu kita masih mencapai 40 persen ke atas,” sebutnya.

    Kukar, kata dia, memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih luas dalam menumbuhkan perekonomian Kaltim. Kontribusi itu tak hanya dari sektor pertanian, tetapi juga dari sektor lain, seperti perkebunan dan perikanan yang memberikan pengaruh bagi kesejahteraan masyarakat.

    Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan ini memang terlihat memiliki nilai yang cukup baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kukar.

    “Kita bisa lihat dari nilai tukar petani, pekebun maupun nelayan itu sudah di atas 100. artinya berusaha di sektor pertanian itu bisa memberikan nilai pendapatan yang bagus buat masyarakat sekitar sebagai indikator kesejahteraan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman-tanaman yang semusim juga bisa dikembangkan. Masyarakat menjadikan sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral. Kebutuhannya pun kian meningkat dari tahun ke tahun.

    "Peningkatan kebutuhan itu perlu dibarengi dengan ketersediaan suplai sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari produk-produk pertanian lokal," ucapnya.

    Menurutnya, pemerintah memerlukan strategi untuk meningkatkan produksi komoditas agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan pekebun, petani, dan nelayan.

    pengembangan pertanian Kukar dapat dilakukan melalui hilirisasi serta melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah dan perusahaan daerah. 

    "Tinggal kita mendorong agar hilirisasi ini segera tersentuh. Dari berbagai pihak tentunya pemerintah sebagai mediator, fasilitator untuk mendatangkan investor yang terkait dengan hilirisasi ini, atau pun perusahaan-perusahaan daerah untuk menggarap program-program hilirisasi yang berbasis bahan baku,” tutupnya.

    (Sf/By)