Cari disini...
Seputar Kaltim
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan implementasi pengadaan bus sekolah pada 2026 dengan sekolah terpadu di Loa Bakung, Sungai Kunjang sebagai pilot project.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa program bus sekolah menjadi prioritas, terutama untuk mendukung sekolah unggulan yang akan beroperasi di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung.
Program ini kata dia bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan serta mengurangi risiko kecelakaan akibat minimnya transportasi umum bagi pelajar.
“Kami berharap sekolah terpadu ini bisa menjadi percontohan penerapan sistem bus sekolah di Samarinda. Sekolah ini menaungi jenjang SD, SMP, dan SMA, oleh karena itu, dukungan transportasi sangat diperlukan,” ujar Marnabas.
Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan larangan penggunaan kendaraan pribadi bagi siswa di bawah usia 17 tahun. Dengan adanya bus sekolah, pelajar akan memiliki moda transportasi yang lebih aman dan terjamin.
Ia mengatakan bahwa Pmkot Samarinda telah mendapatkan bantuan dua unit bus sekolah dari pemerintah pusat yang akan diprioritaskan untuk sekolah unggulan tersebut.
Selain itu, ia juga menilai perlunya penyediaan bus di daerah pinggiran seperti Sungai Siring.
“Memang betul jaraknya dekat, tetapi aktivitas lalu lintas di sana cukup padat karena berada di jalur utama. Ini menjadi pertimbangan kami untuk memperluas cakupan layanan bus sekolah,” tambahnya.
Saat ini kata dia, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masih melakukan kajian teknis terkait mekanisme operasional dan pengelolaan bus sekolah.
Pemkot Samarinda berencana menggelar rapat lanjutan pada 19 Maret mendatang untuk memperdalam kajian ini. Apalagi, target dari pemerintah kota akan segera mengoperasikan sekolah unggulan bertaraf internasional itu pada tahun ajaran kali ini.
Ia berharap pilot project di sekolah unggulan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut dapat menjadi model yang nantinya diterapkan di sekolah lain di Samarinda.
“Masih dikaji apakah bus ini akan dikelola oleh Dishub atau pihak ketiga. Hasilnya akan disampaikan kepada wali uota untuk diputuskan,” kata Marnabas.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan implementasi pengadaan bus sekolah pada 2026 dengan sekolah terpadu di Loa Bakung, Sungai Kunjang sebagai pilot project.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa program bus sekolah menjadi prioritas, terutama untuk mendukung sekolah unggulan yang akan beroperasi di Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung.
Program ini kata dia bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan serta mengurangi risiko kecelakaan akibat minimnya transportasi umum bagi pelajar.
“Kami berharap sekolah terpadu ini bisa menjadi percontohan penerapan sistem bus sekolah di Samarinda. Sekolah ini menaungi jenjang SD, SMP, dan SMA, oleh karena itu, dukungan transportasi sangat diperlukan,” ujar Marnabas.
Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan larangan penggunaan kendaraan pribadi bagi siswa di bawah usia 17 tahun. Dengan adanya bus sekolah, pelajar akan memiliki moda transportasi yang lebih aman dan terjamin.
Ia mengatakan bahwa Pmkot Samarinda telah mendapatkan bantuan dua unit bus sekolah dari pemerintah pusat yang akan diprioritaskan untuk sekolah unggulan tersebut.
Selain itu, ia juga menilai perlunya penyediaan bus di daerah pinggiran seperti Sungai Siring.
“Memang betul jaraknya dekat, tetapi aktivitas lalu lintas di sana cukup padat karena berada di jalur utama. Ini menjadi pertimbangan kami untuk memperluas cakupan layanan bus sekolah,” tambahnya.
Saat ini kata dia, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masih melakukan kajian teknis terkait mekanisme operasional dan pengelolaan bus sekolah.
Pemkot Samarinda berencana menggelar rapat lanjutan pada 19 Maret mendatang untuk memperdalam kajian ini. Apalagi, target dari pemerintah kota akan segera mengoperasikan sekolah unggulan bertaraf internasional itu pada tahun ajaran kali ini.
Ia berharap pilot project di sekolah unggulan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut dapat menjadi model yang nantinya diterapkan di sekolah lain di Samarinda.
“Masih dikaji apakah bus ini akan dikelola oleh Dishub atau pihak ketiga. Hasilnya akan disampaikan kepada wali uota untuk diputuskan,” kata Marnabas.
(Sf/Rs)