Seputar Kaltim

    Sekolah Rakyat PPU Masuk Lelang November, Proyek Rp280 Miliar Dikebut Tuntas 2027

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2026 pukul 11:32 WITA

    Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak ke tahap lelang. Pemerintah daerah menargetkan proses lelang dimulai November 2026 setelah seluruh dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.

    ‎Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, mengatakan kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat yang sudah dipenuhi PPU untuk melanjutkan proyek tersebut.

    ‎"Sekolah Rakyat insyaallah bulan November tahun ini sudah masuk lelang. PPU dinyatakan lengkap dokumennya," kata Waris, Rabu (2/9/2026).

    ‎PPU menjadi salah satu dari dua daerah di Kalimantan Timur yang ditetapkan untuk memulai pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini. Satu daerah lainnya yakni Kota Bontang.

    ‎Proyek pendidikan berbasis asrama itu dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dengan nilai sekitar Rp280 miliar. Sekolah tersebut disiapkan sebagai pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, miskin hingga miskin ekstrem, mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas.

    ‎Pemerintah pusat menargetkan pembangunan berlangsung cepat. Masa pengerjaan tidak lebih dari delapan bulan sehingga fasilitas sekolah diharapkan sudah dapat digunakan pada 2027.

    ‎"Masa kerja pembangunan SR antara enam atau delapan bulan, tidak lebih. Tahun depan harus selesai," ujarnya.

    ‎Pemkab PPU telah menyiapkan lahan seluas 6,8 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe sebagai lokasi pembangunan. Sembari menunggu proyek tuntas, pemerintah daerah juga mulai mendata calon siswa yang akan menjadi peserta didik angkatan pertama.

    ‎"Angkatan pertama membutuhkan sekitar 150 orang," kata Waris.

    ‎Sebelumnya, Pemkab PPU sempat menyiapkan sekolah rintisan sebagai langkah awal sebelum pembangunan SR terealisasi. Rencana itu kemudian tidak dilanjutkan setelah kepastian pembangunan Sekolah Rakyat mulai berjalan.

    ‎Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah beberapa kali melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari persiapan teknis pembangunan infrastruktur. 

    ‎Dari peninjauan itu, kelengkapan administrasi PPU dinyatakan telah terpenuhi.

    ‎"Tanpa sekolah rintisan, kita sudah mulai gerak pembangunan," tandasnya.

    ‎(Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sekolah Rakyat PPU Masuk Lelang November, Proyek Rp280 Miliar Dikebut Tuntas 2027

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    05 September 2026 pukul 11:32 WITA

    Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak ke tahap lelang. Pemerintah daerah menargetkan proses lelang dimulai November 2026 setelah seluruh dokumen persyaratan dinyatakan lengkap.

    ‎Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, mengatakan kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat yang sudah dipenuhi PPU untuk melanjutkan proyek tersebut.

    ‎"Sekolah Rakyat insyaallah bulan November tahun ini sudah masuk lelang. PPU dinyatakan lengkap dokumennya," kata Waris, Rabu (2/9/2026).

    ‎PPU menjadi salah satu dari dua daerah di Kalimantan Timur yang ditetapkan untuk memulai pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini. Satu daerah lainnya yakni Kota Bontang.

    ‎Proyek pendidikan berbasis asrama itu dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dengan nilai sekitar Rp280 miliar. Sekolah tersebut disiapkan sebagai pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, miskin hingga miskin ekstrem, mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas.

    ‎Pemerintah pusat menargetkan pembangunan berlangsung cepat. Masa pengerjaan tidak lebih dari delapan bulan sehingga fasilitas sekolah diharapkan sudah dapat digunakan pada 2027.

    ‎"Masa kerja pembangunan SR antara enam atau delapan bulan, tidak lebih. Tahun depan harus selesai," ujarnya.

    ‎Pemkab PPU telah menyiapkan lahan seluas 6,8 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe sebagai lokasi pembangunan. Sembari menunggu proyek tuntas, pemerintah daerah juga mulai mendata calon siswa yang akan menjadi peserta didik angkatan pertama.

    ‎"Angkatan pertama membutuhkan sekitar 150 orang," kata Waris.

    ‎Sebelumnya, Pemkab PPU sempat menyiapkan sekolah rintisan sebagai langkah awal sebelum pembangunan SR terealisasi. Rencana itu kemudian tidak dilanjutkan setelah kepastian pembangunan Sekolah Rakyat mulai berjalan.

    ‎Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga telah beberapa kali melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari persiapan teknis pembangunan infrastruktur. 

    ‎Dari peninjauan itu, kelengkapan administrasi PPU dinyatakan telah terpenuhi.

    ‎"Tanpa sekolah rintisan, kita sudah mulai gerak pembangunan," tandasnya.

    ‎(Sf/Rs)