Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi pelajar.(Freepik)
Penajam - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diproyeksikan memiliki 36 Rombongan Belajar (Rombel) untuk jenjang SD-SMA.
“Jenjang SD bakal memiliki 18 rombel, SMP dan SMA masing-masing punya sembilan rombel. Jadi totalnya ada 36 Rombel,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, Rabu (23/4/2025).
Rencananya SR bakal menerapkan sistem boarding school atau sekolah asrama dan diperkirakan membutuhkan 282 pelajar untuk tahun ajaran pertama.
Rinciannya, kelas 1 SD membutuhkan sekitar 90 pelajar untuk mengisi tiga kelas, kelas 1 SMP dan SMA masing-masing 96 pelajar untuk mengisi tiga kelas.
Disdikpora kini tengah memilah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk menentukan calon pelajar di SR, mengingat sekolah ini dibangun dengan tujuan memberi kesempatan masyarakat penghasilan rendah untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya usia pelajar yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi pelajar.(Freepik)
Penajam - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diproyeksikan memiliki 36 Rombongan Belajar (Rombel) untuk jenjang SD-SMA.
“Jenjang SD bakal memiliki 18 rombel, SMP dan SMA masing-masing punya sembilan rombel. Jadi totalnya ada 36 Rombel,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru, Rabu (23/4/2025).
Rencananya SR bakal menerapkan sistem boarding school atau sekolah asrama dan diperkirakan membutuhkan 282 pelajar untuk tahun ajaran pertama.
Rinciannya, kelas 1 SD membutuhkan sekitar 90 pelajar untuk mengisi tiga kelas, kelas 1 SMP dan SMA masing-masing 96 pelajar untuk mengisi tiga kelas.
Disdikpora kini tengah memilah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial (Dinsos) untuk menentukan calon pelajar di SR, mengingat sekolah ini dibangun dengan tujuan memberi kesempatan masyarakat penghasilan rendah untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya usia pelajar yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)