Cari disini...
Seputar Kaltim
Wabup PPU, Abdul Waris Muin (kiri) dan Sekda PPU, Tohar (kanan) (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Penajam Paser Utara (PPU) dicanangkan mulai pada 2026 mendatang.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin mengatakan pemerintah daerah (pemda) telah menyiapkan berbagai hal untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, termasuk penyediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi sekolah.
“Kita telah menyediakan lahan seluas 6,7 Hektare (Ha) di Kelurahan Lawe-Lawe untuk tempat pendirian Sekolah Rakyat dan akan dibangun tahun depan,” ucap Abdul Waris, Kamis (31/7/2025).
Rencananya SR akan dibangun dengan menerapkan konsep boarding school atau berasrama dan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam data Dinas Sosial (Dinsos).
“Sekolah ini selaras dengan program Asta Cita dari Pak Presiden Prabowo yang di mana angka kemiskinan ekstrim itu tidak ada lagi atau merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan ekstrim,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru menyatakan SR diproyeksikan bakal memiliki 36 Rombongan Pelajar (Rombel) untuk jenjang SD-SMA.
“Jenjang SD bakal memiliki 18 rombel, SMP dan SMA masing-masing punya sembilan rombel. Jadi totalnya ada 36 Rombel,” ujarnya.
Disdikpora kini tengah memilah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinsos untuk menentukan calon pelajar di SR, mengingat sekolah ini dibangun dengan tujuan memberi kesempatan masyarakat penghasilan rendah untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya usia pelajar yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wabup PPU, Abdul Waris Muin (kiri) dan Sekda PPU, Tohar (kanan) (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Penajam Paser Utara (PPU) dicanangkan mulai pada 2026 mendatang.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin mengatakan pemerintah daerah (pemda) telah menyiapkan berbagai hal untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, termasuk penyediaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi sekolah.
“Kita telah menyediakan lahan seluas 6,7 Hektare (Ha) di Kelurahan Lawe-Lawe untuk tempat pendirian Sekolah Rakyat dan akan dibangun tahun depan,” ucap Abdul Waris, Kamis (31/7/2025).
Rencananya SR akan dibangun dengan menerapkan konsep boarding school atau berasrama dan diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang terdaftar dalam data Dinas Sosial (Dinsos).
“Sekolah ini selaras dengan program Asta Cita dari Pak Presiden Prabowo yang di mana angka kemiskinan ekstrim itu tidak ada lagi atau merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan ekstrim,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, (Disdikpora) PPU, Andi Singkerru menyatakan SR diproyeksikan bakal memiliki 36 Rombongan Pelajar (Rombel) untuk jenjang SD-SMA.
“Jenjang SD bakal memiliki 18 rombel, SMP dan SMA masing-masing punya sembilan rombel. Jadi totalnya ada 36 Rombel,” ujarnya.
Disdikpora kini tengah memilah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinsos untuk menentukan calon pelajar di SR, mengingat sekolah ini dibangun dengan tujuan memberi kesempatan masyarakat penghasilan rendah untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya usia pelajar yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan,” tandasnya.
(Sf/Lo)