Seputar Kaltim

    Sekolah Rakyat Bakal Tampung Ribuan Siswa, Data Diambil dari Kemensos

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2025 pukul 16:39 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun didampingi Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat ditemui di Balai Kota, Rabu (16/4/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda lakukan percepatan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat agar segera terealisasi di kawasan Stadion Palaran yang tak jauh dari lahan SKOI. 

    Program ini merupakan inisiatif Kementerian Sosial RI yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu. Samarinda menjadi salah satu kota terpilih bersama Kabupaten Paser dan Berau untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan lahan seluas 7 hektare di kawasan Stadion Palaran untuk mendukung program ini. 

    “Kita baru saja rapat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kementerian Sosial. Lahan sudah siap, bahkan spesifikasi teknisnya sudah kita dapat dari pusat,” ujar Andi Harun saat dikonfirmasi di Balai Kota, Rabu (16/4/2025) siang.

    Pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya akan sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat dengan nilai anggaran sekitar Rp280,7 miliar. 

    “Kami sangat berterima kasih kepada Presiden yang telah memberikan kepercayaan kepada Samarinda untuk proyek ini,” katanya.

    Andi Harun menyebut, keunggulan dari proyek ini adalah karena data siswa sudah tersedia. Sebanyak 100 siswa dari kategori tidak mampu telah terdata secara resmi oleh Kemensos dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. 

    Sebelum gedung selesai dibangun, mereka akan ditampung sementara di Yayasan Melati. Sebab, rencananya sekolah ini akan berjalan di tahun ajaran baru 2025 ini. 

    “Jadi sebelum bangunan rampung, 100 siswa akan kita tempatkan dulu di Yayasan Melati. Secara formal tinggal kita lakukan penempatan, karena datanya sudah valid dari Dinas Sosial,” jelasnya.

    Pemkot juga tengah mempersiapkan seluruh kelengkapan administrasi untuk diserahkan ke pusat pada agenda nasional 21–25 April mendatang. 

    Persyaratan itu kata dia, antara lain surat pinjam pakai lahan, dokumen PBG, UKL-UPL, serta kesiapan SDM seperti guru dan tenaga pendidik lainnya yang dibutuhkan. 

    “Saya sudah arahkan semua dokumen harus siap besok. Hari Senin akan kita bawa ke Jakarta agar proses bisa segera berjalan,” tegasnya.

    Lebih rinci, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, Sekolah Rakyat ini akan menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, SD, SMP, dan SMA.

    Namun, untuk tahap awal, siswa yang direkrut adalah 50 orang dari jenjang SMP dan 50 orang dari SMA.

    “Untuk SD nanti menyusul setelah asrama (boarding) atau gedung selesai dibangun. Karena kita ingin program ini bisa menunjukkan hasil cepat dalam 4–5 tahun ke depan,” ujar Asli.

    Desain bangunan dan kurikulum sepenuhnya disiapkan oleh pemerintah pusat. Sekolah ini nantinya akan menampung hingga 2.000 siswa dan seluruh operasionalnya dikelola langsung oleh Kemensos.

    “Ini program luar biasa. Kita hanya menyiapkan dukungan. Tanah sudah siap, desain dari pusat. Kita mensupport saja,” kata Asli.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sekolah Rakyat Bakal Tampung Ribuan Siswa, Data Diambil dari Kemensos

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 April 2025 pukul 16:39 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun didampingi Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin saat ditemui di Balai Kota, Rabu (16/4/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda lakukan percepatan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat agar segera terealisasi di kawasan Stadion Palaran yang tak jauh dari lahan SKOI. 

    Program ini merupakan inisiatif Kementerian Sosial RI yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu. Samarinda menjadi salah satu kota terpilih bersama Kabupaten Paser dan Berau untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan lahan seluas 7 hektare di kawasan Stadion Palaran untuk mendukung program ini. 

    “Kita baru saja rapat menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kementerian Sosial. Lahan sudah siap, bahkan spesifikasi teknisnya sudah kita dapat dari pusat,” ujar Andi Harun saat dikonfirmasi di Balai Kota, Rabu (16/4/2025) siang.

    Pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya akan sepenuhnya didanai oleh pemerintah pusat dengan nilai anggaran sekitar Rp280,7 miliar. 

    “Kami sangat berterima kasih kepada Presiden yang telah memberikan kepercayaan kepada Samarinda untuk proyek ini,” katanya.

    Andi Harun menyebut, keunggulan dari proyek ini adalah karena data siswa sudah tersedia. Sebanyak 100 siswa dari kategori tidak mampu telah terdata secara resmi oleh Kemensos dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. 

    Sebelum gedung selesai dibangun, mereka akan ditampung sementara di Yayasan Melati. Sebab, rencananya sekolah ini akan berjalan di tahun ajaran baru 2025 ini. 

    “Jadi sebelum bangunan rampung, 100 siswa akan kita tempatkan dulu di Yayasan Melati. Secara formal tinggal kita lakukan penempatan, karena datanya sudah valid dari Dinas Sosial,” jelasnya.

    Pemkot juga tengah mempersiapkan seluruh kelengkapan administrasi untuk diserahkan ke pusat pada agenda nasional 21–25 April mendatang. 

    Persyaratan itu kata dia, antara lain surat pinjam pakai lahan, dokumen PBG, UKL-UPL, serta kesiapan SDM seperti guru dan tenaga pendidik lainnya yang dibutuhkan. 

    “Saya sudah arahkan semua dokumen harus siap besok. Hari Senin akan kita bawa ke Jakarta agar proses bisa segera berjalan,” tegasnya.

    Lebih rinci, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, Sekolah Rakyat ini akan menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, SD, SMP, dan SMA.

    Namun, untuk tahap awal, siswa yang direkrut adalah 50 orang dari jenjang SMP dan 50 orang dari SMA.

    “Untuk SD nanti menyusul setelah asrama (boarding) atau gedung selesai dibangun. Karena kita ingin program ini bisa menunjukkan hasil cepat dalam 4–5 tahun ke depan,” ujar Asli.

    Desain bangunan dan kurikulum sepenuhnya disiapkan oleh pemerintah pusat. Sekolah ini nantinya akan menampung hingga 2.000 siswa dan seluruh operasionalnya dikelola langsung oleh Kemensos.

    “Ini program luar biasa. Kita hanya menyiapkan dukungan. Tanah sudah siap, desain dari pusat. Kita mensupport saja,” kata Asli.

    (Sf/Rs)