Seputar Kaltim

    Sekolah Kerap Overload Karena Sistem Zonasi, Kadisdikbud: Jangan Dipaksakan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    20 Maret 2023 pukul 21:42 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asli Nuryadin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin menyebut sekolah sering mengalami overload siswa ketika Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB).

    Ini terjadi karena sekolah yang notabennya dulu dianggap sebagai sekolah unggulan terlalu memaksakan menerima peserta didik terlalu banyak.

    Ini diakibatnya keinginan orang tua, khususnya yang ekonominya menegah ke atas menyekolahlan anaknya di sekolah negeri.

    Asli Nuryadin mengatakan keberadaan sekolah di suatu daerah dianggap biasa karena memiliki fasilitas yang minim sehingga diangap kurang menjamin siswa untuk berkembang dengan baik.

    "Masyarakat yang memiliki anak pintar, tidak menginginkan anaknya sekolah di daerahnya sendiri. Mereka lebih memilih sekolah di luar daerah yang kualitas lebih bagus dalam hal fasilitas. Sedangkan, anak yang memiliki ekonomi kelas atas juga tetap memilih negeri sebagai tujuan utama," ungkap Asli Nuryadin saat diwawancarai awak media seputarfakta.com.

    Sistem yang berjalan ini masih sesuai dengan porsi zonasi yang ada. Menyediakan siswa Sekolah Dasar (SD) sebesar 75 persen dan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 60 persen.

    Sistem zonasi yang saat ini diterapkan belum maksimal di lapangan. Sebab banyak masyarakat yang memanfaatkan cela dari porsi zonasi tersebut.

    Hal demikian membuat banyaknya siswa prestasi yang masuk di sekolah tidak sesuai dengan jurusannya. "Siswa prestasi juga bisa sekolah di luar dari zonasinya tersebut. Mereka bisa mendaftarkan sesuai jalur prestasi, kalau jalur zonasi mungkin dia tak terpenuhi,"terangnya.

    Sekolah swasta, kata dia, banyak yang berkualitas untuk para peserta didik. Contoh sekolah swasta di Samarinda memberikan fasilitas untuk muridnya sesuai dengan pembayaran yang dilakukan.

    "Sekolah swasta di Samarinda seperti Sunodia, Fastabiqul Khoirut dan Bunga Bangsa, di sana tentu fasilitas yang diberikan untuk orang kaya. Sebab fasilitas sesuai dengan harga, jadi jangan dipaksakan untuk anaknya yang ekonomi bagus ya di swasta, anaknya ekonomi rendah bisa di daerah zonasinya tersebut,"pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Sekolah Kerap Overload Karena Sistem Zonasi, Kadisdikbud: Jangan Dipaksakan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    20 Maret 2023 pukul 21:42 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Asli Nuryadin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin menyebut sekolah sering mengalami overload siswa ketika Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB).

    Ini terjadi karena sekolah yang notabennya dulu dianggap sebagai sekolah unggulan terlalu memaksakan menerima peserta didik terlalu banyak.

    Ini diakibatnya keinginan orang tua, khususnya yang ekonominya menegah ke atas menyekolahlan anaknya di sekolah negeri.

    Asli Nuryadin mengatakan keberadaan sekolah di suatu daerah dianggap biasa karena memiliki fasilitas yang minim sehingga diangap kurang menjamin siswa untuk berkembang dengan baik.

    "Masyarakat yang memiliki anak pintar, tidak menginginkan anaknya sekolah di daerahnya sendiri. Mereka lebih memilih sekolah di luar daerah yang kualitas lebih bagus dalam hal fasilitas. Sedangkan, anak yang memiliki ekonomi kelas atas juga tetap memilih negeri sebagai tujuan utama," ungkap Asli Nuryadin saat diwawancarai awak media seputarfakta.com.

    Sistem yang berjalan ini masih sesuai dengan porsi zonasi yang ada. Menyediakan siswa Sekolah Dasar (SD) sebesar 75 persen dan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 60 persen.

    Sistem zonasi yang saat ini diterapkan belum maksimal di lapangan. Sebab banyak masyarakat yang memanfaatkan cela dari porsi zonasi tersebut.

    Hal demikian membuat banyaknya siswa prestasi yang masuk di sekolah tidak sesuai dengan jurusannya. "Siswa prestasi juga bisa sekolah di luar dari zonasinya tersebut. Mereka bisa mendaftarkan sesuai jalur prestasi, kalau jalur zonasi mungkin dia tak terpenuhi,"terangnya.

    Sekolah swasta, kata dia, banyak yang berkualitas untuk para peserta didik. Contoh sekolah swasta di Samarinda memberikan fasilitas untuk muridnya sesuai dengan pembayaran yang dilakukan.

    "Sekolah swasta di Samarinda seperti Sunodia, Fastabiqul Khoirut dan Bunga Bangsa, di sana tentu fasilitas yang diberikan untuk orang kaya. Sebab fasilitas sesuai dengan harga, jadi jangan dipaksakan untuk anaknya yang ekonomi bagus ya di swasta, anaknya ekonomi rendah bisa di daerah zonasinya tersebut,"pungkasnya.

    (Sf/By)