Seputar Kaltim

    Sekolah Inklusi di Kutim Belum Semua Punya Fasilitas, Mulyono Ungkap Kondisinya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    01 September 2026 pukul 14:26 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Fasilitas untuk mendukung pendidikan inklusi di sekolah umum Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum tersedia secara merata. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyebut sebagian sekolah sudah memiliki fasilitas tersebut, sementara sebagian lainnya belum.

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan ketersediaan fasilitas inklusi memang berbeda di setiap sekolah. Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki peserta didik berkebutuhan khusus.

    "Sebagian sudah, sebagian belum," ujar Mulyono.

    Ia menjelaskan, fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikan inklusi antara lain toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas, kursi roda, tongkat serta sejumlah sarana pendukung lainnya.

    Pengadaan fasilitas tersebut dapat menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun BOS Daerah (BOSDA), sesuai kebutuhan sekolah.

    "Biasanya itu terkait dengan toilet, kursi roda, tongkat dan lain-lainnya. Itu bisa dari BOS maupun BOSDA," jelasnya.

    Mulyono menambahkan Disdikbud juga dapat membantu apabila kebutuhan fasilitas di suatu sekolah cukup besar.

    "Kalau memang ada sekolah yang sangat besar, tidak menutup kemungkinan dari Dinas Pendidikan akan memenuhinya," katanya.

    Ia menyebut sudah cukup banyak sekolah di Kutim yang memiliki fasilitas pendukung pendidikan inklusi. Fasilitas tersebut terdapat di sejumlah sekolah dasar hingga SMP.

    Mulyono mencontohkan SMP Negeri 1 Sangatta. Sekolah tersebut juga memberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan keterampilan yang mereka miliki.

    "Pada saat acara wisuda atau kelulusan itu bisa ditampilkan juga, termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Mereka juga punya keterampilan," pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Sekolah Inklusi di Kutim Belum Semua Punya Fasilitas, Mulyono Ungkap Kondisinya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    01 September 2026 pukul 14:26 WITA

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Fasilitas untuk mendukung pendidikan inklusi di sekolah umum Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum tersedia secara merata. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menyebut sebagian sekolah sudah memiliki fasilitas tersebut, sementara sebagian lainnya belum.

    Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan ketersediaan fasilitas inklusi memang berbeda di setiap sekolah. Menurutnya, tidak semua sekolah memiliki peserta didik berkebutuhan khusus.

    "Sebagian sudah, sebagian belum," ujar Mulyono.

    Ia menjelaskan, fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikan inklusi antara lain toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas, kursi roda, tongkat serta sejumlah sarana pendukung lainnya.

    Pengadaan fasilitas tersebut dapat menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun BOS Daerah (BOSDA), sesuai kebutuhan sekolah.

    "Biasanya itu terkait dengan toilet, kursi roda, tongkat dan lain-lainnya. Itu bisa dari BOS maupun BOSDA," jelasnya.

    Mulyono menambahkan Disdikbud juga dapat membantu apabila kebutuhan fasilitas di suatu sekolah cukup besar.

    "Kalau memang ada sekolah yang sangat besar, tidak menutup kemungkinan dari Dinas Pendidikan akan memenuhinya," katanya.

    Ia menyebut sudah cukup banyak sekolah di Kutim yang memiliki fasilitas pendukung pendidikan inklusi. Fasilitas tersebut terdapat di sejumlah sekolah dasar hingga SMP.

    Mulyono mencontohkan SMP Negeri 1 Sangatta. Sekolah tersebut juga memberikan ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan keterampilan yang mereka miliki.

    "Pada saat acara wisuda atau kelulusan itu bisa ditampilkan juga, termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Mereka juga punya keterampilan," pungkasnya.

    (Sf/RS)