Seputar Kaltim

    Sekolah di Jalur Rawan Dekat DPRD Balikpapan Diarahkan Belajar dari Rumah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Mengantisipasi kemacetan akibat aksi unjuk rasa (unras) di sekitar Gedung DPRD Kota Balikpapan, sejumlah sekolah yang berada di jalur rawan akan menerapkan sistem pembelajaran dari rumah (daring) mulai tanggal 1-2 September 2025.

    Kebijakan ini diumumkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan melalui surat edaran yang telah dikirimkan kepada para kepala sekolah.

    "Langkah ini kami ambil untuk mencegah siswa terjebak macet di jalan. Jadi lebih baik mereka belajar dari rumah," ucap Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik saat dihubungi awak media, Minggu (31/8/2025).

    Adapun area yang terdampak mencakup sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari simpang tiga Plaza Balikpapan hingga ke Pelabuhan Semayang (Pelindo), serta kawasan Gunung Pasir sampai Rapatan Jalan Jenderal Sudirman.

    Irfan menegaskan bahwa ini bukan hari libur. Aktivitas belajar tetap berjalan, hanya saja dilakukan secara daring. Guru dan tenaga kependidikan tetap wajib hadir ke sekolah untuk melakukan absensi.

    "Orang tua juga diimbau untuk memastikan anak-anak tetap belajar di rumah," tambahnya.

    Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan di wilayah terdampak, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SPNF. Sementara itu, sekolah di luar jalur yang diprediksi macet seperti di Balikpapan Timur, Utara, Barat, dan sebagian Balikpapan Tengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

    Selain itu, Irfan juga menekankan agar para pelajar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi. Ia mengingatkan bahwa fokus utama siswa adalah belajar, bukan turun ke jalan.

    "Kami ingin demokrasi berjalan dengan tertib, tapi anak-anak tetap harus fokus pada sekolah," tutupnya

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sekolah di Jalur Rawan Dekat DPRD Balikpapan Diarahkan Belajar dari Rumah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Mengantisipasi kemacetan akibat aksi unjuk rasa (unras) di sekitar Gedung DPRD Kota Balikpapan, sejumlah sekolah yang berada di jalur rawan akan menerapkan sistem pembelajaran dari rumah (daring) mulai tanggal 1-2 September 2025.

    Kebijakan ini diumumkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan melalui surat edaran yang telah dikirimkan kepada para kepala sekolah.

    "Langkah ini kami ambil untuk mencegah siswa terjebak macet di jalan. Jadi lebih baik mereka belajar dari rumah," ucap Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik saat dihubungi awak media, Minggu (31/8/2025).

    Adapun area yang terdampak mencakup sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari simpang tiga Plaza Balikpapan hingga ke Pelabuhan Semayang (Pelindo), serta kawasan Gunung Pasir sampai Rapatan Jalan Jenderal Sudirman.

    Irfan menegaskan bahwa ini bukan hari libur. Aktivitas belajar tetap berjalan, hanya saja dilakukan secara daring. Guru dan tenaga kependidikan tetap wajib hadir ke sekolah untuk melakukan absensi.

    "Orang tua juga diimbau untuk memastikan anak-anak tetap belajar di rumah," tambahnya.

    Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan di wilayah terdampak, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SPNF. Sementara itu, sekolah di luar jalur yang diprediksi macet seperti di Balikpapan Timur, Utara, Barat, dan sebagian Balikpapan Tengah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa.

    Selain itu, Irfan juga menekankan agar para pelajar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi. Ia mengingatkan bahwa fokus utama siswa adalah belajar, bukan turun ke jalan.

    "Kami ingin demokrasi berjalan dengan tertib, tapi anak-anak tetap harus fokus pada sekolah," tutupnya

    (Sf/Rs)