Seputar Kaltim

    Sekitar 30 Ribu Siswa Bersiap Masuk Sekolah, DPRD Kutim Minta Bantuan Seragam Disesuaikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2026 pukul 19:21 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, meminta Pemerintah Kabupaten Kutim mempercepat penyaluran bantuan seragam sekolah agar diberikan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, keterlambatan penyaluran membuat program tersebut kerap tidak tepat sasaran.

    Jimmi menilai momentum masuk sekolah menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk hadir membantu masyarakat. Di saat yang sama, kebutuhan seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah bagi sekitar 30 ribu siswa juga mendorong perputaran ekonomi daerah.

    "Di sisi lain perekonomian juga mulai berputar karena kebutuhan seragam dan sebagainya. Kita melihat ada potensi sekitar 30.000 siswa, yang mau pakai baju baru," ujar Jimmi. 

    Ia menyoroti bantuan seragam dari APBD yang selama ini sering turun ketika siswa telah lebih dulu membeli perlengkapan sekolah. Akibatnya, manfaat program dinilai tidak maksimal.

    "Mungkin bantuan dari pemerintah juga sudah bisa dipercepat. Karena kadang-kadang tidak sesuai musimnya. APBD memberikan bantuan baju seragam, sementara anak sekolah sudah punya seragam semua. Jadi, waktunya tidak tepat dengan kondisi di lapangan. Ini mohon bisa ada penyesuaian," katanya.

    Menurutnya, penyaluran bantuan yang dilakukan sesuai kebutuhan siswa tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga dapat membantu mengantisipasi kenaikan harga perlengkapan sekolah yang biasa terjadi menjelang tahun ajaran baru.

    "Begitu seragam itu dibutuhkan, pemerintah juga siap untuk itu. Nilainya banyak, puluhan ribu siswa. Sedikit banyak daerah kita akan terpengaruh terhadap inflasi harga pakaian, sepatu, dan peralatan sekolah," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sekitar 30 Ribu Siswa Bersiap Masuk Sekolah, DPRD Kutim Minta Bantuan Seragam Disesuaikan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2026 pukul 19:21 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, meminta Pemerintah Kabupaten Kutim mempercepat penyaluran bantuan seragam sekolah agar diberikan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, keterlambatan penyaluran membuat program tersebut kerap tidak tepat sasaran.

    Jimmi menilai momentum masuk sekolah menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk hadir membantu masyarakat. Di saat yang sama, kebutuhan seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah bagi sekitar 30 ribu siswa juga mendorong perputaran ekonomi daerah.

    "Di sisi lain perekonomian juga mulai berputar karena kebutuhan seragam dan sebagainya. Kita melihat ada potensi sekitar 30.000 siswa, yang mau pakai baju baru," ujar Jimmi. 

    Ia menyoroti bantuan seragam dari APBD yang selama ini sering turun ketika siswa telah lebih dulu membeli perlengkapan sekolah. Akibatnya, manfaat program dinilai tidak maksimal.

    "Mungkin bantuan dari pemerintah juga sudah bisa dipercepat. Karena kadang-kadang tidak sesuai musimnya. APBD memberikan bantuan baju seragam, sementara anak sekolah sudah punya seragam semua. Jadi, waktunya tidak tepat dengan kondisi di lapangan. Ini mohon bisa ada penyesuaian," katanya.

    Menurutnya, penyaluran bantuan yang dilakukan sesuai kebutuhan siswa tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga dapat membantu mengantisipasi kenaikan harga perlengkapan sekolah yang biasa terjadi menjelang tahun ajaran baru.

    "Begitu seragam itu dibutuhkan, pemerintah juga siap untuk itu. Nilainya banyak, puluhan ribu siswa. Sedikit banyak daerah kita akan terpengaruh terhadap inflasi harga pakaian, sepatu, dan peralatan sekolah," pungkasnya.

    (Sf/Rs)