Seputar Kaltim

    Sekelompok Mahasiswa Berunjuk Rasa Lontarkan Berbagai Tuntutan di Depan Kantor Bupati PPU 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2024 pukul 18:58 WITA

    Sekelompok Mahasiswa Berunjuk Rasa di depan Kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Terbuka (UT), Universitas Gunadarma, Sekolah Tinggi Agama Islam Bina Nusa dan Universitas Balikpapan menggelar demonstrasi di depan kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024) sore.

    Pada aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, seperti transparansi akumulasi beasiswa, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026 Penajam diminta segera difungsikan, penambahan infrastruktur lembaga pendidikan jenjang SD dan SMP, pemerataan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, serta mendesak untuk mengkaji ulang Proyek Strategis Nasional (PSN) proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Aksi demonstrasi memanas ketika sekelompok mahasiswa membakar ban karena tidak ada satupun pejabat yang berada di lantor Pemkab PPU menampakkan diri. Baik itu Penjabat (Pj) Bupati, Sekda dan lainnya.

    Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya sekelompok mahasiswa itu dipersilahkan masuk untuk menemui Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di ruang rapat Bupati, Lantai tiga, Setkab PPU.

    Zainal Arifin mempersilahkan perwakilan dari mahasiswa untuk menyampaikan apa yang saja mereka tuntut sebelumnya. 

    Ketua Cabang GMNI Balikpapan, Maha Sakti Esa Jaya mengaku setelah berbincang cukup lama, akhirnya ada titik terang dan pihaknya menjalin kesepakatan bersama dengan penandatanganan surat tertulis yang dilakukan oleh Pj Bupati PPU.

    “Tadi saat pertemuan, kita ada menyampaikan enam poin desakan terhadap pemerintah, jadi untuk hasilnya sudah disepakati oleh Pak Pj Bupati. Di mana pada Oktober 2024 nanti, akan ada pengalokasian beasiswa untuk 1.000 sarjana, kemudian SDN 026 akan kembali difungsikan, peningkatan kuota penerimaan SD dan SMP dengan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB). Untuk PSN, akan dilakukan pemastian ulang sesuai dengan prosedur,” ungkap Maha Sakti.

    Ini merupakan beberapa komitmen yang disampaikan Pj Bupati PPU saat di pertemuan. “Itu semua komitmen yang dikeluarkan oleh Pak Pj Bupati dan dia menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun sinergitas bersama GMNI atau kelompok mahasiswa lainnya,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Sekelompok Mahasiswa Berunjuk Rasa Lontarkan Berbagai Tuntutan di Depan Kantor Bupati PPU 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2024 pukul 18:58 WITA

    Sekelompok Mahasiswa Berunjuk Rasa di depan Kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024).(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Terbuka (UT), Universitas Gunadarma, Sekolah Tinggi Agama Islam Bina Nusa dan Universitas Balikpapan menggelar demonstrasi di depan kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024) sore.

    Pada aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan, seperti transparansi akumulasi beasiswa, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026 Penajam diminta segera difungsikan, penambahan infrastruktur lembaga pendidikan jenjang SD dan SMP, pemerataan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, serta mendesak untuk mengkaji ulang Proyek Strategis Nasional (PSN) proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Aksi demonstrasi memanas ketika sekelompok mahasiswa membakar ban karena tidak ada satupun pejabat yang berada di lantor Pemkab PPU menampakkan diri. Baik itu Penjabat (Pj) Bupati, Sekda dan lainnya.

    Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya sekelompok mahasiswa itu dipersilahkan masuk untuk menemui Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di ruang rapat Bupati, Lantai tiga, Setkab PPU.

    Zainal Arifin mempersilahkan perwakilan dari mahasiswa untuk menyampaikan apa yang saja mereka tuntut sebelumnya. 

    Ketua Cabang GMNI Balikpapan, Maha Sakti Esa Jaya mengaku setelah berbincang cukup lama, akhirnya ada titik terang dan pihaknya menjalin kesepakatan bersama dengan penandatanganan surat tertulis yang dilakukan oleh Pj Bupati PPU.

    “Tadi saat pertemuan, kita ada menyampaikan enam poin desakan terhadap pemerintah, jadi untuk hasilnya sudah disepakati oleh Pak Pj Bupati. Di mana pada Oktober 2024 nanti, akan ada pengalokasian beasiswa untuk 1.000 sarjana, kemudian SDN 026 akan kembali difungsikan, peningkatan kuota penerimaan SD dan SMP dengan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB). Untuk PSN, akan dilakukan pemastian ulang sesuai dengan prosedur,” ungkap Maha Sakti.

    Ini merupakan beberapa komitmen yang disampaikan Pj Bupati PPU saat di pertemuan. “Itu semua komitmen yang dikeluarkan oleh Pak Pj Bupati dan dia menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun sinergitas bersama GMNI atau kelompok mahasiswa lainnya,” pungkasnya.

    (Sf/By)