Seputar Kaltim

    Sekda Janjikan Fasilitasi Pendampingan UMKM untuk 35 Perempuan Hebat di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Mei 2024 pukul 18:54 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni saat memberikan sambutan di acara parade Gender 2024 di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (7/5/2024). Ia beberkan rencana bantuan kepada 35 perempuan hebat yang berjasa dalam pemberdayaan perempuan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kalimantan Timur menambah penghargaan kepada 15 perempuan berjasa dan berprestasi dalam pemberdayaan perempuan, yang dikenal sebagai Gender Champion, dan saat ini sudah memiliki 35 perempuan hebat.

    Penghargaan itu diberikan dalam acara Parade Gender Kaltim 2024 dan memperingati Hari Kartini, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (7/5/2024).

    Adapun Parade Gender Kaltim merupakan merupakan ajang pemberian penghargaan kepada perempuan dari Kabupaten/kota se- Kaltim dan penghargaan kepada perangkat daerah atas implementasi PUG. Dan penghargaan ini meliputi 5 Bidang yaitu Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Sosial Budaya, Bidang Lingkungan Hidup dan Bidang Pertanian.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang telah dijalankan. "Kami bangga dengan apa yang telah dicapai oleh para perempuan ini. Mereka adalah bukti nyata dari kemajuan yang kita raih dalam pemberdayaan perempuan," ujar Sri Wahyuni.

    Kegiatan ini juga menandai penambahan jumlah perempuan inspiratif di Kaltim menjadi 35 orang, dari mulai tahun 2022, Kaltim memberikan kepada 10 orang, 2023 juga 10 orang dan tahun ini 15 orang. "Isu gender adalah basis pembangunan inklusif. Tidak ada yang boleh tertinggal, termasuk perempuan dan anak. Kita telah memiliki 35 perempuan hebat, yang telah mendarma baktikan diri sebagai pejuang-pejuang perempuan," tambahnya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni mengungkapkan rencana untuk lebih mengapresiasi 35 perempuan tersebut dengan membuat profil mereka dalam sebuah bukunga rampai. Pemprov Kaltim juga akan memfasilitasi usaha mereka dan memberikan pendampingan khusus yang juga dijanjikan masuk dalam alokasi anggaran perubahan Kaltim 2024 ini.

    "Nanti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) akan menyediakan pendampingan, mulai dari sertifikasi halal, pembinaan manajemen, hingga bantuan peralatan untuk UMKM agar bisa naik kelas," jelasnya.

    Staff Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPA), Rini Handayani turut hadir dan mengapresiasi inisiatif Kaltim. "Ini adalah inovasi yang telah dimulai sejak 2022. Kami sangat mengapresiasi karena ini membantu perempuan menjadi lebih aktif dan berperan dalam pembangunan," ungkap Rini.

    Rini juga berharap agar provinsi lain di Indonesia dapat mengadopsi inisiatif serupa dari Kaltim. "Ketika perempuan diberikan kesempatan dan akses, mereka akan berperan penting dalam pembangunan. Kami mendorong provinsi lain untuk mencontoh Kaltim," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sekda Janjikan Fasilitasi Pendampingan UMKM untuk 35 Perempuan Hebat di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Mei 2024 pukul 18:54 WITA

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni saat memberikan sambutan di acara parade Gender 2024 di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (7/5/2024). Ia beberkan rencana bantuan kepada 35 perempuan hebat yang berjasa dalam pemberdayaan perempuan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kalimantan Timur menambah penghargaan kepada 15 perempuan berjasa dan berprestasi dalam pemberdayaan perempuan, yang dikenal sebagai Gender Champion, dan saat ini sudah memiliki 35 perempuan hebat.

    Penghargaan itu diberikan dalam acara Parade Gender Kaltim 2024 dan memperingati Hari Kartini, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (7/5/2024).

    Adapun Parade Gender Kaltim merupakan merupakan ajang pemberian penghargaan kepada perempuan dari Kabupaten/kota se- Kaltim dan penghargaan kepada perangkat daerah atas implementasi PUG. Dan penghargaan ini meliputi 5 Bidang yaitu Bidang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Sosial Budaya, Bidang Lingkungan Hidup dan Bidang Pertanian.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) yang telah dijalankan. "Kami bangga dengan apa yang telah dicapai oleh para perempuan ini. Mereka adalah bukti nyata dari kemajuan yang kita raih dalam pemberdayaan perempuan," ujar Sri Wahyuni.

    Kegiatan ini juga menandai penambahan jumlah perempuan inspiratif di Kaltim menjadi 35 orang, dari mulai tahun 2022, Kaltim memberikan kepada 10 orang, 2023 juga 10 orang dan tahun ini 15 orang. "Isu gender adalah basis pembangunan inklusif. Tidak ada yang boleh tertinggal, termasuk perempuan dan anak. Kita telah memiliki 35 perempuan hebat, yang telah mendarma baktikan diri sebagai pejuang-pejuang perempuan," tambahnya.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni mengungkapkan rencana untuk lebih mengapresiasi 35 perempuan tersebut dengan membuat profil mereka dalam sebuah bukunga rampai. Pemprov Kaltim juga akan memfasilitasi usaha mereka dan memberikan pendampingan khusus yang juga dijanjikan masuk dalam alokasi anggaran perubahan Kaltim 2024 ini.

    "Nanti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) akan menyediakan pendampingan, mulai dari sertifikasi halal, pembinaan manajemen, hingga bantuan peralatan untuk UMKM agar bisa naik kelas," jelasnya.

    Staff Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KemenPPA), Rini Handayani turut hadir dan mengapresiasi inisiatif Kaltim. "Ini adalah inovasi yang telah dimulai sejak 2022. Kami sangat mengapresiasi karena ini membantu perempuan menjadi lebih aktif dan berperan dalam pembangunan," ungkap Rini.

    Rini juga berharap agar provinsi lain di Indonesia dapat mengadopsi inisiatif serupa dari Kaltim. "Ketika perempuan diberikan kesempatan dan akses, mereka akan berperan penting dalam pembangunan. Kami mendorong provinsi lain untuk mencontoh Kaltim," tegasnya.

    (Sf/Rs)