Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemuda berkendara motor terseret arus deras di Jalan Flamboyan, Loa Buah pada Senin (1/5/2023) sore. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa wilayah di Samarinda terendam banjir, Senin (1/4/2023) malam.
Bahkan di beberapa titik, kondisi banjirnua cukup parah dengan arus deras, salah satunya di Jalan Flamboyan, Loa Buah, Kota Samarinda.
Beberapa pengendara roda dua yang ingin balik ke rumah terlihat sulit melawan arus tersebut.
Bahkan beberapa pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga terseret arus deras.
Warga RT 02, pak Suyanto, mengaku daerah tersebut memang tidak ada posko darurat.
"Sehingga relawan yang ke sini sedikit minim, sampai sekarang banyak warga yang ingin kembali ke rumah terjebak karena banjir yang tinggi dan derasnya arus ini," ungkapnya.
Suyanto menduga derasnya arus banjir ini terjadi karena ada galian tambang yang belum direklamasi.
"Hal ini disebabkan maraknya tambang ilegal di sekitar Loa Buah dan banyak tambang ditinggal oleh pemiliknya, mereka tidak bertanggung jawab juga," lanjutnya.
Sampai berita ini terbit aliran arus ini masih bergelombang layaknya di lautan lepas.
Warga yang ingin pulang kerumah masih menunggu surut atau ada pertolongan lain.
"Saya ingin pulang kerumah dekat dari sini, tapi masih menunggu surut atau ada yang bisa membantu," pungkas Astri warga setempat.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemuda berkendara motor terseret arus deras di Jalan Flamboyan, Loa Buah pada Senin (1/5/2023) sore. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa wilayah di Samarinda terendam banjir, Senin (1/4/2023) malam.
Bahkan di beberapa titik, kondisi banjirnua cukup parah dengan arus deras, salah satunya di Jalan Flamboyan, Loa Buah, Kota Samarinda.
Beberapa pengendara roda dua yang ingin balik ke rumah terlihat sulit melawan arus tersebut.
Bahkan beberapa pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga terseret arus deras.
Warga RT 02, pak Suyanto, mengaku daerah tersebut memang tidak ada posko darurat.
"Sehingga relawan yang ke sini sedikit minim, sampai sekarang banyak warga yang ingin kembali ke rumah terjebak karena banjir yang tinggi dan derasnya arus ini," ungkapnya.
Suyanto menduga derasnya arus banjir ini terjadi karena ada galian tambang yang belum direklamasi.
"Hal ini disebabkan maraknya tambang ilegal di sekitar Loa Buah dan banyak tambang ditinggal oleh pemiliknya, mereka tidak bertanggung jawab juga," lanjutnya.
Sampai berita ini terbit aliran arus ini masih bergelombang layaknya di lautan lepas.
Warga yang ingin pulang kerumah masih menunggu surut atau ada pertolongan lain.
"Saya ingin pulang kerumah dekat dari sini, tapi masih menunggu surut atau ada yang bisa membantu," pungkas Astri warga setempat.
(Sf/By)