Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengunjungi rumah warga yang masuk kategori miskin ekstrem di Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengunjungi rumah masyarakat yang terdata masuk dalam kategori miskin ekstrem di Kota Bontang.
Berdasarkan hasil kunjungannya di delapan dari 30 rumah yang menjadi tanggungan Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Bontang, tiga di antaranya tidak layak disebut miskin ekstrem.
Salah satunya keluarga Suwito Widodo di Kelurahan Berbas Tengah. Di mana satu rumah diisi oleh empat orang dan salah satunya memiliki penghasilan Rp4 juta.
“Sanitasinya juga bagus dan tidak ada anggota keluarga yang disabilitas. Ini kategorinya hanya rentan kemiskinan, tidak ekstrem,” kata Neni, Kamis (6/3/2025).
Kata Neni, salah satu kategori masyarakat miskin ekstrem adalah tidak memiliki sanitasi atau wc dan salah satu keluarganya ada penyandang disabilitas.
“Dari segi pendapatan juga sebenarnya tidak masuk, apalagi ada salah satu keluarga yang juga punya keahlian lain yang menghasilkan,” tambahnya.
Kepala Baznas Bontang, Kuba Siga mengatakan sebelumnya ada 40 rumah masyarakat miskin yang menjadi tanggungan Baznas dan setelah dilakukan verifikasi ulang, kini hanya sisa 30 rumah.
“Nah ini akan dilakukan penyaringan lagi,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengunjungi rumah warga yang masuk kategori miskin ekstrem di Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengunjungi rumah masyarakat yang terdata masuk dalam kategori miskin ekstrem di Kota Bontang.
Berdasarkan hasil kunjungannya di delapan dari 30 rumah yang menjadi tanggungan Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Bontang, tiga di antaranya tidak layak disebut miskin ekstrem.
Salah satunya keluarga Suwito Widodo di Kelurahan Berbas Tengah. Di mana satu rumah diisi oleh empat orang dan salah satunya memiliki penghasilan Rp4 juta.
“Sanitasinya juga bagus dan tidak ada anggota keluarga yang disabilitas. Ini kategorinya hanya rentan kemiskinan, tidak ekstrem,” kata Neni, Kamis (6/3/2025).
Kata Neni, salah satu kategori masyarakat miskin ekstrem adalah tidak memiliki sanitasi atau wc dan salah satu keluarganya ada penyandang disabilitas.
“Dari segi pendapatan juga sebenarnya tidak masuk, apalagi ada salah satu keluarga yang juga punya keahlian lain yang menghasilkan,” tambahnya.
Kepala Baznas Bontang, Kuba Siga mengatakan sebelumnya ada 40 rumah masyarakat miskin yang menjadi tanggungan Baznas dan setelah dilakukan verifikasi ulang, kini hanya sisa 30 rumah.
“Nah ini akan dilakukan penyaringan lagi,” pungkasnya.
(Sf/By)