Seputar Kaltim

    Sejarawan Kaltim Soroti Kebakaran Museum Nasional, Khawatirkan Prasasti Yupa Ikut Terbakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2023 pukul 19:00 WITA

    Petugas saat memadamkan api yang membakar salah satu ruangan di Museum Nasional (Antara)

    Samarinda - Sejarawan Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Sarip, menyoroti musibah kebakaran Museum Nasional yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023). Museum Nasional yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini, di dalamnya terdapat tujuh Prasasti Yupa berasal dari Muara Kaman, Kaltim. Hal inilah yang membuat Sarip khawatir Prasasti Yupa itu ikut hangus terbakar.

    Dari info resmi Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MC) api tidak menyebar secara keseluruhan. Adapun yang terdampak dari kebakaran ini menghanguskan enam ruangan di Gedung A, sedangkan 15 ruangan lainnya  di Gedung A, ruangan pameran Gedung B dan C tidak mengalami dampak apapun.

    Sarip mengemukakan ketujuh prasasti warisan Raja Mulawarman yang bertuliskan aksara Pallawa berbahasa Sanskerta itu diletakkan secara terpisah. Di antaranya tiga prasasti, yaitu Prasasti Muarakaman IV, V dan VI ditempatkan di selasar perbatasan bagian belakang gedung A, titik yang diberitakan bagian bangunan yang terbakar.

    "Infonya yang terbakar adalah bagian belakang Gedung A, sedangkan posisi prasasti tersebut di selasar belakang Gedung A bagian taman outdoor. Itu titiknya perbatasan dengan bagian belakang ruang indoor. Seingat saya, di antara perbatasan itu terdapat toilet yang memisahkan antara selasar itu dengan bagian belakang Gedung A," ungkap Sarip, kepada seputarfakta.com melalui sambungan selular, pada Senin (18/9/2023).

    Menurutnya, jika informasi yang beredar itu valid, keberadaan prasasti tersebut kemungkinan besar selamat. "Namun, patut diwaspadai pula bahwa otoritas berwenang menyebut bahwa ada beberapa benda koleksi yang terdampak. Nah, maksudnya terdampak itu bagaimana. Apakah benda yang dalam radius dekat area terbakar juga mungkin terpapar hawa panas. Hal ini perlu informasi lebih lanjut," ujar Sarip.

    Untuk diketahui, ketujuh Prasasti Yupa di Museum Nasional merupakan monumen batu bertulis yang orisinal. Sementara yang dipamerkan di Museum Samarinda dan Museum Mulawarman hanya replika. "Meskipun ada replikanya, jika yang asli rusak tetap saja sangat disayangkan, karena Indonesia akan kehilangan tiga Prasasti Yupa. Namun, ada hikmahnya tujuh prasasti dari abad ke-5 itu diletakkan secara terpisah. Ada empat prasasti yupa lainnya di selasar tengah Gedung A dan tiga lainnya di titik yang berbeda di Gedung B," bebernya.

    Sarip menyebut prasasti yang dibuat pada masa transisi pra-aksara menuju zaman aksara ini merupakan penanda titik nol sejarah peradaban literasi Nusantara. Dirinya berharap agar ke depannya prasasti ini bisa kembali ke Kalimantan Timur.

    "Dan saya berharap kelak istana negara di Sepaku sudah selesai, prasasti yupa yang asli itu bisa dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sejarawan Kaltim Soroti Kebakaran Museum Nasional, Khawatirkan Prasasti Yupa Ikut Terbakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 September 2023 pukul 19:00 WITA

    Petugas saat memadamkan api yang membakar salah satu ruangan di Museum Nasional (Antara)

    Samarinda - Sejarawan Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Sarip, menyoroti musibah kebakaran Museum Nasional yang terjadi pada Sabtu (16/9/2023). Museum Nasional yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini, di dalamnya terdapat tujuh Prasasti Yupa berasal dari Muara Kaman, Kaltim. Hal inilah yang membuat Sarip khawatir Prasasti Yupa itu ikut hangus terbakar.

    Dari info resmi Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MC) api tidak menyebar secara keseluruhan. Adapun yang terdampak dari kebakaran ini menghanguskan enam ruangan di Gedung A, sedangkan 15 ruangan lainnya  di Gedung A, ruangan pameran Gedung B dan C tidak mengalami dampak apapun.

    Sarip mengemukakan ketujuh prasasti warisan Raja Mulawarman yang bertuliskan aksara Pallawa berbahasa Sanskerta itu diletakkan secara terpisah. Di antaranya tiga prasasti, yaitu Prasasti Muarakaman IV, V dan VI ditempatkan di selasar perbatasan bagian belakang gedung A, titik yang diberitakan bagian bangunan yang terbakar.

    "Infonya yang terbakar adalah bagian belakang Gedung A, sedangkan posisi prasasti tersebut di selasar belakang Gedung A bagian taman outdoor. Itu titiknya perbatasan dengan bagian belakang ruang indoor. Seingat saya, di antara perbatasan itu terdapat toilet yang memisahkan antara selasar itu dengan bagian belakang Gedung A," ungkap Sarip, kepada seputarfakta.com melalui sambungan selular, pada Senin (18/9/2023).

    Menurutnya, jika informasi yang beredar itu valid, keberadaan prasasti tersebut kemungkinan besar selamat. "Namun, patut diwaspadai pula bahwa otoritas berwenang menyebut bahwa ada beberapa benda koleksi yang terdampak. Nah, maksudnya terdampak itu bagaimana. Apakah benda yang dalam radius dekat area terbakar juga mungkin terpapar hawa panas. Hal ini perlu informasi lebih lanjut," ujar Sarip.

    Untuk diketahui, ketujuh Prasasti Yupa di Museum Nasional merupakan monumen batu bertulis yang orisinal. Sementara yang dipamerkan di Museum Samarinda dan Museum Mulawarman hanya replika. "Meskipun ada replikanya, jika yang asli rusak tetap saja sangat disayangkan, karena Indonesia akan kehilangan tiga Prasasti Yupa. Namun, ada hikmahnya tujuh prasasti dari abad ke-5 itu diletakkan secara terpisah. Ada empat prasasti yupa lainnya di selasar tengah Gedung A dan tiga lainnya di titik yang berbeda di Gedung B," bebernya.

    Sarip menyebut prasasti yang dibuat pada masa transisi pra-aksara menuju zaman aksara ini merupakan penanda titik nol sejarah peradaban literasi Nusantara. Dirinya berharap agar ke depannya prasasti ini bisa kembali ke Kalimantan Timur.

    "Dan saya berharap kelak istana negara di Sepaku sudah selesai, prasasti yupa yang asli itu bisa dipindahkan ke Ibu Kota Nusantara," pungkasnya.

    (Sf/Rs)