Cari disini...
Seputar Kaltim
Serapan gabah petani lokal Bulog Kancab Paser-PPU. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 10.600 ton gabah dari petani lokal yang berada di wilayah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) telah diserap oleh Kantor Cabang (Kancab) Badan Urusan Logistik (Bulog) Paser-PPU.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kancab Bulog Paser-PPU, Ridhwan M yang baru saja dilantik pada 21 April 2026 lalu untuk menggantikan kepemimpinan M Mukhlis.
Ia menjelaskan, jumlah serapan gabah tersebut menjadi sumber bahan yang diolah untuk menyuplai kebutuhan padi di dua wilayah, yaitu Paser hingga PPU.
"Jumlah tersebut akan bertambah karena ke depannya masih dilakukan pemanenan gabah oleh petani," kata Ridhwan, Rabu (6/4/2026).
Gabah yang telah dipanen oleh petani akan dilakukan pengambilan oleh pihaknya melalui tim lapangan yang sudah disediakan, yaitu tim serap gabah.
Tim yang disediakan tersebut berjumlah satu tim di setiap masing-masing kabupaten yang berada di bawah wilayah kerja Bulog Kancab Paser-PPU.
"Masing-masing kabupaten ada satu tim yang siap menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram," imbuhnya.
Dari data pihaknya, khusus untuk wilayah Kabupaten Paser mayoritas gabah yang diserap dari petani berasal dari Desa Sungai Tuak yang memang dikenal memiliki lahan pertanian yang cukup luas.
Seluruh hasil serapan gabah tersebut selanjutnya akan dibawa ke mitra pengolahan yang terdaftar di Bulog Kancab Paser.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Serapan gabah petani lokal Bulog Kancab Paser-PPU. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 10.600 ton gabah dari petani lokal yang berada di wilayah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) telah diserap oleh Kantor Cabang (Kancab) Badan Urusan Logistik (Bulog) Paser-PPU.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kancab Bulog Paser-PPU, Ridhwan M yang baru saja dilantik pada 21 April 2026 lalu untuk menggantikan kepemimpinan M Mukhlis.
Ia menjelaskan, jumlah serapan gabah tersebut menjadi sumber bahan yang diolah untuk menyuplai kebutuhan padi di dua wilayah, yaitu Paser hingga PPU.
"Jumlah tersebut akan bertambah karena ke depannya masih dilakukan pemanenan gabah oleh petani," kata Ridhwan, Rabu (6/4/2026).
Gabah yang telah dipanen oleh petani akan dilakukan pengambilan oleh pihaknya melalui tim lapangan yang sudah disediakan, yaitu tim serap gabah.
Tim yang disediakan tersebut berjumlah satu tim di setiap masing-masing kabupaten yang berada di bawah wilayah kerja Bulog Kancab Paser-PPU.
"Masing-masing kabupaten ada satu tim yang siap menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram," imbuhnya.
Dari data pihaknya, khusus untuk wilayah Kabupaten Paser mayoritas gabah yang diserap dari petani berasal dari Desa Sungai Tuak yang memang dikenal memiliki lahan pertanian yang cukup luas.
Seluruh hasil serapan gabah tersebut selanjutnya akan dibawa ke mitra pengolahan yang terdaftar di Bulog Kancab Paser.
(Sf/Lo)