Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabut asap tebal menyelimuti Jembatan Mahakam Samarinda, Rabu (16/9/2026) sore. Foto: Arman/Seputarfakta.com
Samarinda – Kabut asap tebal mengepung Kota Samarinda sepanjang hari, Rabu (16/9/2026). Kondisi udara memburuk drastis dibandingkan hari sebelumnya dan bertahan hingga sore hari.
Koordinator Bidang Logistik dan Sarana Prasarana sekaligus Satgas Penanggulangan Bencana (PDB) BPBD Kota Samarinda, Ifran, menyebut hasil pemantauan pagi menunjukkan kualitas udara sudah di level membahayakan.
“Kalau informasi pagi tadi, kondisi udara kita sudah di poin 161,7 PM. Itu sebenarnya sudah masuk kategori sangat tidak sehat,” ungkap Ifran.
Pantauan Seputarfakta sejak pukul 09.00 Wita, langit di kawasan Jembatan Mahakam tampak kusam dan gelap tertutup asap.
Memasuki siang hingga pukul 17.30 Wita, kondisi belum membaik. Matahari tampak redup tertutup kabut. Aktivitas warga terganggu, kawasan Tepian Mahakam yang biasanya ramai terlihat sepi karena warga memilih di dalam rumah.
Ifran menjelaskan, perburukan kualitas udara dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah penyangga Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, ditambah arah angin yang membawa asap masuk ke kota. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada.
“Kami imbau warga tetap menggunakan masker jika harus keluar rumah, dan untuk anak-anak serta lansia agar tidak beraktivitas di luar dulu. Kurangi aktivitas luar ruangan sampai kondisi membaik,” tutupnya.
Hingga berita ini ditulis pada Rabu malam, BPBD Kota Samarinda masih terus memantau kualitas udara dan mengingatkan masyarakat akan potensi ISPA akibat kabut asap.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabut asap tebal menyelimuti Jembatan Mahakam Samarinda, Rabu (16/9/2026) sore. Foto: Arman/Seputarfakta.com
Samarinda – Kabut asap tebal mengepung Kota Samarinda sepanjang hari, Rabu (16/9/2026). Kondisi udara memburuk drastis dibandingkan hari sebelumnya dan bertahan hingga sore hari.
Koordinator Bidang Logistik dan Sarana Prasarana sekaligus Satgas Penanggulangan Bencana (PDB) BPBD Kota Samarinda, Ifran, menyebut hasil pemantauan pagi menunjukkan kualitas udara sudah di level membahayakan.
“Kalau informasi pagi tadi, kondisi udara kita sudah di poin 161,7 PM. Itu sebenarnya sudah masuk kategori sangat tidak sehat,” ungkap Ifran.
Pantauan Seputarfakta sejak pukul 09.00 Wita, langit di kawasan Jembatan Mahakam tampak kusam dan gelap tertutup asap.
Memasuki siang hingga pukul 17.30 Wita, kondisi belum membaik. Matahari tampak redup tertutup kabut. Aktivitas warga terganggu, kawasan Tepian Mahakam yang biasanya ramai terlihat sepi karena warga memilih di dalam rumah.
Ifran menjelaskan, perburukan kualitas udara dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah penyangga Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, ditambah arah angin yang membawa asap masuk ke kota. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada.
“Kami imbau warga tetap menggunakan masker jika harus keluar rumah, dan untuk anak-anak serta lansia agar tidak beraktivitas di luar dulu. Kurangi aktivitas luar ruangan sampai kondisi membaik,” tutupnya.
Hingga berita ini ditulis pada Rabu malam, BPBD Kota Samarinda masih terus memantau kualitas udara dan mengingatkan masyarakat akan potensi ISPA akibat kabut asap.
(Sf/Rs)