Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Meski sempat tertunda karena beberapa hal, pembangunan Rumah Sakit Daerah Sayang Ibu di wilayah Balikpapan Barat (Balbar) akan segera dilaksanakan.
Saat ini proses pelaksanaan sudah masuk tahap evaluasi penetapan pemenang tender untuk pengerjaan tahun 2024. Sedangkan untuk anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan senilai Rp125 miliar.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati menjelaskan, pembangunan yang akan dikerjakan pada tahun ini adalah pembuatan pondasi rumah sakit.
Meskipun banyak tantangan terkait pembangunan pondasi, dikarenakan lokasi pembangunan berdiri diatas laut.
"Mari doakan bersama, supaya pelaksanaan tender berjalan lancar dan mendapatkan penyedia yang betul- betul bagus dan mampu melaksanakan kegiatan pembangunan di Rumah Sakit Balbar," ucap Alwiati kepada awak media, Minggu (5/5/2024).
Apabila tender ini sudah ditetapkan, maka akan dilakukan land clearing, kemudian memastikan area pembangunan. Begitu juga zona yang akan dilaksanakan pembangunan.
Dirinya berharap seluruh komponen masyarakat bisa membantu pemerintah, untuk mensosialisasikan agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, karena proses pembangunan rumah sakit daerah ini mempunyai banyak tantangan.
"Proses tender sudah selesai dan masuk evaluasi pemenang, selesai proses tender akan ada tahapan verifikasi dan klarifikasi," jelasnya.
Diharapkan proses tender bisa selesai paling lambat bulan ini (Mei), sehingga bisa melakukan penandatangan kontrak.
Pembangunan rumah sakit sangat dibutuhkan warga Balbar. Mengingat ini salah satu program prioritas Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud di bidang kesehatan seharusnya sudah dikerjakan tahun 2023.
Namun, dikarenakan ada sengketa lahan dengan warga sekitar dan telah dimenangkan Pemkot Balikpapan, sehingga proses pembangunan rumah sakit dapat kembali dikerjakan.
"Pembangunan rumah sakit ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Kota Balikpapan, selain iuran gratis BPJS Kesehatan kelas III," tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Meski sempat tertunda karena beberapa hal, pembangunan Rumah Sakit Daerah Sayang Ibu di wilayah Balikpapan Barat (Balbar) akan segera dilaksanakan.
Saat ini proses pelaksanaan sudah masuk tahap evaluasi penetapan pemenang tender untuk pengerjaan tahun 2024. Sedangkan untuk anggaran yang telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan senilai Rp125 miliar.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati menjelaskan, pembangunan yang akan dikerjakan pada tahun ini adalah pembuatan pondasi rumah sakit.
Meskipun banyak tantangan terkait pembangunan pondasi, dikarenakan lokasi pembangunan berdiri diatas laut.
"Mari doakan bersama, supaya pelaksanaan tender berjalan lancar dan mendapatkan penyedia yang betul- betul bagus dan mampu melaksanakan kegiatan pembangunan di Rumah Sakit Balbar," ucap Alwiati kepada awak media, Minggu (5/5/2024).
Apabila tender ini sudah ditetapkan, maka akan dilakukan land clearing, kemudian memastikan area pembangunan. Begitu juga zona yang akan dilaksanakan pembangunan.
Dirinya berharap seluruh komponen masyarakat bisa membantu pemerintah, untuk mensosialisasikan agar proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, karena proses pembangunan rumah sakit daerah ini mempunyai banyak tantangan.
"Proses tender sudah selesai dan masuk evaluasi pemenang, selesai proses tender akan ada tahapan verifikasi dan klarifikasi," jelasnya.
Diharapkan proses tender bisa selesai paling lambat bulan ini (Mei), sehingga bisa melakukan penandatangan kontrak.
Pembangunan rumah sakit sangat dibutuhkan warga Balbar. Mengingat ini salah satu program prioritas Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud di bidang kesehatan seharusnya sudah dikerjakan tahun 2023.
Namun, dikarenakan ada sengketa lahan dengan warga sekitar dan telah dimenangkan Pemkot Balikpapan, sehingga proses pembangunan rumah sakit dapat kembali dikerjakan.
"Pembangunan rumah sakit ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Kota Balikpapan, selain iuran gratis BPJS Kesehatan kelas III," tuturnya.
(Sf/Rs)