Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan proses seleksi calon direksi untuk lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kaltim berjalan secara transparan dan profesional, tanpa adanya "mahar" atau intervensi politik.
Proses wawancara dan uji kelayakan yang berlangsung pada Rabu (20/8/2025) menjadi tahap akhir bagi 30 kandidat yang telah lolos tiga besar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa integritas, kompetensi, dan kapabilitas menjadi indikator utama dalam seleksi ini.
Ketika ditanya mengenai adanya keterlibatan politik dalam proses seleksi ini, Seno dengan tegas mengatakan tidak.
“Tidak boleh ada intervensi politik,” Tegas Seno Aji.
Lebih lanjut, Seno Aji menekankan bahwa yang terpenting dari proses seleksi ini adalah komitmen para calon direksi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kinerja Perusda yang akan mereka pimpin.
“Yang terpenting, mereka harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemakmuran masyarakat Kalimantan Timur. Tidak boleh ada tekanan atau pengaruh dari pihak manapun,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan pengalaman salah satu kandidat, Direktur Utama Perusda Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS), Aji Mohammad Abidharta, yang juga ikut menjalani fit and proper test dan wawancara langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Abidharta memastikan bahwa proses seleksi yang ia jalani sangat profesional.
“Proses seleksi ini kan bicara apa yang sudah kita lakukan, serta bicara soal capaian hingga target ke depan. Seleksi dilakukan secara profesional, tanpa ada mahar,” kata Abidharta.
Ia menambahkan, visi ke depan yang ia sampaikan adalah penguatan tata kelola, daya saing, serta transformasi digital sebagai bagian penting dalam pengelolaan BUMD.
Hal ini tentunya harus selaras dengan kebijakan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Seleksi ini dilakukan untuk mengisi posisi direksi di lima BUMD strategis, yaitu PT Migas Mandiri Pratama Kaltim, PT Ketenagalistrikan Kaltim, PT Kaltim Melati Bhakti Satya, PD Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera, dan PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera.
Seno Aji berharap, para direksi terpilih nantinya benar-benar mampu mewujudkan kontribusi nyata dan membawa BUMD menjadi lebih baik, akuntabel, dan profesional demi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat diwawancarai. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan proses seleksi calon direksi untuk lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kaltim berjalan secara transparan dan profesional, tanpa adanya "mahar" atau intervensi politik.
Proses wawancara dan uji kelayakan yang berlangsung pada Rabu (20/8/2025) menjadi tahap akhir bagi 30 kandidat yang telah lolos tiga besar.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa integritas, kompetensi, dan kapabilitas menjadi indikator utama dalam seleksi ini.
Ketika ditanya mengenai adanya keterlibatan politik dalam proses seleksi ini, Seno dengan tegas mengatakan tidak.
“Tidak boleh ada intervensi politik,” Tegas Seno Aji.
Lebih lanjut, Seno Aji menekankan bahwa yang terpenting dari proses seleksi ini adalah komitmen para calon direksi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kinerja Perusda yang akan mereka pimpin.
“Yang terpenting, mereka harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemakmuran masyarakat Kalimantan Timur. Tidak boleh ada tekanan atau pengaruh dari pihak manapun,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan pengalaman salah satu kandidat, Direktur Utama Perusda Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS), Aji Mohammad Abidharta, yang juga ikut menjalani fit and proper test dan wawancara langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Abidharta memastikan bahwa proses seleksi yang ia jalani sangat profesional.
“Proses seleksi ini kan bicara apa yang sudah kita lakukan, serta bicara soal capaian hingga target ke depan. Seleksi dilakukan secara profesional, tanpa ada mahar,” kata Abidharta.
Ia menambahkan, visi ke depan yang ia sampaikan adalah penguatan tata kelola, daya saing, serta transformasi digital sebagai bagian penting dalam pengelolaan BUMD.
Hal ini tentunya harus selaras dengan kebijakan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Seleksi ini dilakukan untuk mengisi posisi direksi di lima BUMD strategis, yaitu PT Migas Mandiri Pratama Kaltim, PT Ketenagalistrikan Kaltim, PT Kaltim Melati Bhakti Satya, PD Kehutanan Sylva Kaltim Sejahtera, dan PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera.
Seno Aji berharap, para direksi terpilih nantinya benar-benar mampu mewujudkan kontribusi nyata dan membawa BUMD menjadi lebih baik, akuntabel, dan profesional demi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
(Sf/Rs)