Seputar Kaltim

    Sebut DAS Ampal sebagai Sebab Utama Banjir, Begini Langkah Dinas PU Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kondisi banjir di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan beberapa hari lalu. (Foto: Info Bencana/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan banjir di Kota Balikpapan saat ini masih menjadi keluhan masyarakat. Beberapa daerah di Balikpapan masih saja tergenang banjir, seperti yang terjadi di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan.

    Menanggapi hal itu, Kabid SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Jen Supriyanto mengatakan, dampak banjir sebagian besar dari aliran DAS Ampal. Mulai dari Ampal Hulu sampai Hotel Zurich.

    Bahkan Pemkot Balikpapan sudah melakukan penanganan banjir melalui perbaikan DAS Ampal. Dan hasilnya titik banjir berkurang dari tahun sebelumnya.

    "Sekarang yang tersisa di bagian simpang BJBJ, karena saluran masih kecil hingga akhirnya air meluap ke jalan," ucap Jen kepada awak media, Selasa (13/8/2024).

    Diterangkan, bahwa kondisi saluran drainse di area Beller ke Jalan Penegak memiliki lebar yang belum sesuai dengan kebutuhan. Dan untuk melakukan pelebaran saluran, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.

    Dinas PU sudah menghitung kebutuhan biaya pembebasan lahan dan pembangunan saluran mencapai Rp1 triliun. Terdiri dari pembebasan lahan sebesar Rp600 miliar dan saluran Rp400 miliar.

    “Jadi total semua sekitar Rp1 triliun. Ini semua sudah ada kajiannya dan belum bisa kami kerjakan karena butuh biaya besar," akunya.

    Selain itu, pemerintah kota juga sudah membuat Rumah Pompa Saluran Primer Ampal, untuk jangka pendek penanganan banjir. Tujuannya agar aliran air dari DAS Ampal tersebut bisa lebih cepat dibuang ke arah laut.

    "Sementara rencana jangka panjangnya dengan membangun Bendali Ampal Hulu. Proses sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini, seperti pembesan lahan yang sudah rampung," terangnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sebut DAS Ampal sebagai Sebab Utama Banjir, Begini Langkah Dinas PU Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kondisi banjir di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan beberapa hari lalu. (Foto: Info Bencana/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan banjir di Kota Balikpapan saat ini masih menjadi keluhan masyarakat. Beberapa daerah di Balikpapan masih saja tergenang banjir, seperti yang terjadi di kawasan Jalan MT Haryono Balikpapan.

    Menanggapi hal itu, Kabid SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Jen Supriyanto mengatakan, dampak banjir sebagian besar dari aliran DAS Ampal. Mulai dari Ampal Hulu sampai Hotel Zurich.

    Bahkan Pemkot Balikpapan sudah melakukan penanganan banjir melalui perbaikan DAS Ampal. Dan hasilnya titik banjir berkurang dari tahun sebelumnya.

    "Sekarang yang tersisa di bagian simpang BJBJ, karena saluran masih kecil hingga akhirnya air meluap ke jalan," ucap Jen kepada awak media, Selasa (13/8/2024).

    Diterangkan, bahwa kondisi saluran drainse di area Beller ke Jalan Penegak memiliki lebar yang belum sesuai dengan kebutuhan. Dan untuk melakukan pelebaran saluran, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.

    Dinas PU sudah menghitung kebutuhan biaya pembebasan lahan dan pembangunan saluran mencapai Rp1 triliun. Terdiri dari pembebasan lahan sebesar Rp600 miliar dan saluran Rp400 miliar.

    “Jadi total semua sekitar Rp1 triliun. Ini semua sudah ada kajiannya dan belum bisa kami kerjakan karena butuh biaya besar," akunya.

    Selain itu, pemerintah kota juga sudah membuat Rumah Pompa Saluran Primer Ampal, untuk jangka pendek penanganan banjir. Tujuannya agar aliran air dari DAS Ampal tersebut bisa lebih cepat dibuang ke arah laut.

    "Sementara rencana jangka panjangnya dengan membangun Bendali Ampal Hulu. Proses sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini, seperti pembesan lahan yang sudah rampung," terangnya.

    (Sf/Rs)