Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan, Erriansyah Haryono (Kanan). (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemkot Balikpapan mendorong pelaksanaan Forum Satu Data digelar pada awal tahun. Langkah ini bertujuan menjadikan data terbaru sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah, khususnya sebelum pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan, Erriansyah Haryono mengatakan, Pemkot bersama OPD terus berupaya memperkuat integrasi data, agar dapat digunakan secara terpadu dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, Balikpapan mencatatkan nilai tertinggi di Kaltim dalam penilaian terkait Satu Data. Capaian tersebut akan menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengumpulan data di lingkungan pemkot.
“Ini kami lebih memperkuat saja. Bahkan ada masukan dari pemerintah provinsi agar Forum Satu Data tidak dilaksanakan pada akhir tahun, tetapi awal tahun sebagai baseline perencanaan pembangunan di tahun selanjutnya,” ucap Erri sapaan akrabnya kepada media, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, usulan tersebut menjadi tantangan bagi Diskominfo selaku wali data untuk meningkatkan responsivitas dalam mengumpulkan data dari seluruh OPD. Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar yang akurat dan mutakhir dalam menyusun program pembangunan.
“Salah satu kendala dalam pengelolaan data adalah masih adanya ego sektoral di tingkat kementerian,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah instansi meminta data dengan substansi yang hampir sama, tetapi melalui pengelola dan mekanisme pelaporan yang berbeda.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Forum Satu Data diharapkan dapat dilaksanakan pada Februari atau Maret, sebelum musrenbang tingkat kota yang biasanya berlangsung pada Maret hingga April.
“Dengan jadwal tersebut, data yang digunakan tidak lagi hanya mengacu pada data penetapan sebelumnya, tetapi menggunakan data terbaru sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan,” imbuhnya.
Dalam mekanisme pengelolaannya, setiap OPD memiliki koordinator data yang dijabat oleh sekretaris. Koordinator tersebut bertugas mengoordinasikan pengumpulan data dengan kasubbag program untuk selanjutnya diinput sesuai kebutuhan.
Dia menjelaskan, mekanisme tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi masing-masing OPD dalam mendukung pengelolaan Satu Data.
“Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses pengumpulan dan integrasi data di Kota Balikpapan dapat berjalan lebih efektif, serta mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” harapannya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan, Erriansyah Haryono (Kanan). (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemkot Balikpapan mendorong pelaksanaan Forum Satu Data digelar pada awal tahun. Langkah ini bertujuan menjadikan data terbaru sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah, khususnya sebelum pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan, Erriansyah Haryono mengatakan, Pemkot bersama OPD terus berupaya memperkuat integrasi data, agar dapat digunakan secara terpadu dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, Balikpapan mencatatkan nilai tertinggi di Kaltim dalam penilaian terkait Satu Data. Capaian tersebut akan menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengumpulan data di lingkungan pemkot.
“Ini kami lebih memperkuat saja. Bahkan ada masukan dari pemerintah provinsi agar Forum Satu Data tidak dilaksanakan pada akhir tahun, tetapi awal tahun sebagai baseline perencanaan pembangunan di tahun selanjutnya,” ucap Erri sapaan akrabnya kepada media, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, usulan tersebut menjadi tantangan bagi Diskominfo selaku wali data untuk meningkatkan responsivitas dalam mengumpulkan data dari seluruh OPD. Data yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar yang akurat dan mutakhir dalam menyusun program pembangunan.
“Salah satu kendala dalam pengelolaan data adalah masih adanya ego sektoral di tingkat kementerian,” jelasnya.
Lanjutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah instansi meminta data dengan substansi yang hampir sama, tetapi melalui pengelola dan mekanisme pelaporan yang berbeda.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Forum Satu Data diharapkan dapat dilaksanakan pada Februari atau Maret, sebelum musrenbang tingkat kota yang biasanya berlangsung pada Maret hingga April.
“Dengan jadwal tersebut, data yang digunakan tidak lagi hanya mengacu pada data penetapan sebelumnya, tetapi menggunakan data terbaru sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan,” imbuhnya.
Dalam mekanisme pengelolaannya, setiap OPD memiliki koordinator data yang dijabat oleh sekretaris. Koordinator tersebut bertugas mengoordinasikan pengumpulan data dengan kasubbag program untuk selanjutnya diinput sesuai kebutuhan.
Dia menjelaskan, mekanisme tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi masing-masing OPD dalam mendukung pengelolaan Satu Data.
“Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses pengumpulan dan integrasi data di Kota Balikpapan dapat berjalan lebih efektif, serta mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” harapannya.
(Sf/Lo)