Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur, yang juga sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) membuka Training Center (TC) di Balikpapan. Ia bertekad dalam penyelanggaraan ini akan paling monumental. (Foto: HO/Adpim)
Balikpapan - Kalimantan Timur (Kaltim) tengah melakukan sejumlah persiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXX. Termasuk persiapan untuk kontingennya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni telah resmi membuka Training Center (TC) untuk para peserta Kaltim di Asrama Haji Balikpapan.
Ia menegaskan pentingnya TC ini dalam mengasah kemampuan peserta menjelang ajang sesungguhnya yang akan berlangsung pada 6-16 September 2024.
TC ini diikuti oleh 73 peserta, dengan 10 di antaranya melakukan TC di Jakarta untuk kategori kaligrafi, sementara 63 peserta lainnya mengikuti TC di Balikpapan. Berbagai cabang lomba yang akan diikuti mencakup tartil Qur’an, tilawah, qiraat mujawwad dan murattal, serta tafsir bahasa Indonesia dan Inggris, di antara lainnya.
Sesi TC telah dilakukan secara daring melalui zoom meeting dari tanggal 29 April hingga 3 Mei, dan akan dilanjutkan dengan sesi tatap muka dari 5 hingga 9 Mei 2024. Ajang MTQ Nasional tahun ini akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kota Samarinda, dengan IKN menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan.
Sri Wahyuni menyatakan bahwa Kaltim, sebagai tuan rumah, bertekad untuk meningkatkan kualitas kafilahnya dan memberikan memori yang baik bagi seluruh peserta dari Indonesia.
Meskipun Kaltim tidak memiliki bangunan monumental khusus untuk MTQ, Sri Wahyuni yakin bahwa penyelenggaraan MTQ di Kaltim akan menjadi bagian dari sejarah yang dikenang oleh semua provinsi di Indonesia.
"Penyelenggaraan MTQ haruslah lengkap dengan proses yang baik, fasilitas yang memadai, dan kafilah yang berkualitas. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan MTQ ini sebaik mungkin," tegas Sri Wahyuni, yang juga merupakan mantan kepala Dinas Pariwisata Kaltim.
Sri Wahyuni memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan tim pelatih TC yang telah meluangkan waktu untuk Kafilah Kaltim. "Hasil tidak akan mengkhianati usaha kita," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran dan dukungan pribadinya dalam setiap kegiatan LPTQ, serta mengajak peserta TC untuk berbagi masukan demi perbaikan bersama.
Koordinator Pelatih TC, Hajarul Akbar, mengingatkan peserta bahwa hasil yang baik harus melalui proses yang matang. Ia menekankan pentingnya belajar tanpa putus asa dan tanpa meremehkan peserta dari provinsi lain. "Ketika orang lain tidur, kita harus belajar. Hasilnya pasti berbeda, namun kesehatan tetap harus dijaga," pesan Akbar.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur, yang juga sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) membuka Training Center (TC) di Balikpapan. Ia bertekad dalam penyelanggaraan ini akan paling monumental. (Foto: HO/Adpim)
Balikpapan - Kalimantan Timur (Kaltim) tengah melakukan sejumlah persiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXX. Termasuk persiapan untuk kontingennya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim, Sri Wahyuni telah resmi membuka Training Center (TC) untuk para peserta Kaltim di Asrama Haji Balikpapan.
Ia menegaskan pentingnya TC ini dalam mengasah kemampuan peserta menjelang ajang sesungguhnya yang akan berlangsung pada 6-16 September 2024.
TC ini diikuti oleh 73 peserta, dengan 10 di antaranya melakukan TC di Jakarta untuk kategori kaligrafi, sementara 63 peserta lainnya mengikuti TC di Balikpapan. Berbagai cabang lomba yang akan diikuti mencakup tartil Qur’an, tilawah, qiraat mujawwad dan murattal, serta tafsir bahasa Indonesia dan Inggris, di antara lainnya.
Sesi TC telah dilakukan secara daring melalui zoom meeting dari tanggal 29 April hingga 3 Mei, dan akan dilanjutkan dengan sesi tatap muka dari 5 hingga 9 Mei 2024. Ajang MTQ Nasional tahun ini akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kota Samarinda, dengan IKN menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan.
Sri Wahyuni menyatakan bahwa Kaltim, sebagai tuan rumah, bertekad untuk meningkatkan kualitas kafilahnya dan memberikan memori yang baik bagi seluruh peserta dari Indonesia.
Meskipun Kaltim tidak memiliki bangunan monumental khusus untuk MTQ, Sri Wahyuni yakin bahwa penyelenggaraan MTQ di Kaltim akan menjadi bagian dari sejarah yang dikenang oleh semua provinsi di Indonesia.
"Penyelenggaraan MTQ haruslah lengkap dengan proses yang baik, fasilitas yang memadai, dan kafilah yang berkualitas. Kami memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan MTQ ini sebaik mungkin," tegas Sri Wahyuni, yang juga merupakan mantan kepala Dinas Pariwisata Kaltim.
Sri Wahyuni memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan tim pelatih TC yang telah meluangkan waktu untuk Kafilah Kaltim. "Hasil tidak akan mengkhianati usaha kita," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran dan dukungan pribadinya dalam setiap kegiatan LPTQ, serta mengajak peserta TC untuk berbagi masukan demi perbaikan bersama.
Koordinator Pelatih TC, Hajarul Akbar, mengingatkan peserta bahwa hasil yang baik harus melalui proses yang matang. Ia menekankan pentingnya belajar tanpa putus asa dan tanpa meremehkan peserta dari provinsi lain. "Ketika orang lain tidur, kita harus belajar. Hasilnya pasti berbeda, namun kesehatan tetap harus dijaga," pesan Akbar.
(Sf/Rs)