Seputar Kaltim

    Sebelum Dibagikan, Menu MBG untuk Pelajar di PPU Jalani Uji Kelayakan, Hasilnya Dipastikan Aman 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:30 WITA

    Uji kelayakan menu MBG sebelum didistribusikan ke 1.105 siswa di empat sekolah di PPU (Dok: Humas Polres PPU)

    Penajam - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disalurkan kepada pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjalani pemeriksaan kelayakan, Senin (11/5/2026).

    Pemeriksaan dilakukan Polres PPU melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam), Sidokkes, dan Siwas di Gedung SPPG Polres PPU untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman dikonsumsi.

    Kasi Dokkes Polres PPU, Aiptu Joshua Marpaung, mengatakan pemeriksaan dilakukan menggunakan metode organoleptik dengan menilai rasa, aroma, warna, tekstur, hingga tampilan makanan.

    Selain itu, sampel makanan juga diuji menggunakan alat food safety guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, dan sianida.

    "Hasilnya menunjukkan makanan program MBG dinyatakan layak konsumsi, aman, dan tidak ditemukan kandungan berbahaya," ujar Aiptu Joshua.

    Tak hanya memeriksa kualitas makanan, tim juga memantau proses distribusi agar makanan tetap dalam kondisi higienis saat diterima para siswa.

    Kepala SPPG Polres PPU, Yoggi Adjie Nugroho, mengatakan proses penyediaan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan gizi dengan dukungan 30 karyawan dan relawan.

    Sebanyak 1.105 porsi makanan diproduksi untuk pelajar di empat sekolah, terdiri dari TK Kemala Bhayangkari 39 porsi, SDN 038 Penajam 310 porsi, SMP 21 Penajam 446 porsi, dan SMAN 8 Penajam 310 porsi.

    Menu yang disiapkan meliputi nasi, ayam, tahu, sayur, dan buah jeruk dengan porsi yang disesuaikan bagi siswa.

    Lanjut Joshua, pemeriksaan dilakukan sebagai upaya memastikan pemenuhan gizi pelajar berjalan aman dan sesuai standar.

    "Kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah agar dapat belajar dengan optimal," katanya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sebelum Dibagikan, Menu MBG untuk Pelajar di PPU Jalani Uji Kelayakan, Hasilnya Dipastikan Aman 

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 16:30 WITA

    Uji kelayakan menu MBG sebelum didistribusikan ke 1.105 siswa di empat sekolah di PPU (Dok: Humas Polres PPU)

    Penajam - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disalurkan kepada pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjalani pemeriksaan kelayakan, Senin (11/5/2026).

    Pemeriksaan dilakukan Polres PPU melalui Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam), Sidokkes, dan Siwas di Gedung SPPG Polres PPU untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman dikonsumsi.

    Kasi Dokkes Polres PPU, Aiptu Joshua Marpaung, mengatakan pemeriksaan dilakukan menggunakan metode organoleptik dengan menilai rasa, aroma, warna, tekstur, hingga tampilan makanan.

    Selain itu, sampel makanan juga diuji menggunakan alat food safety guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, dan sianida.

    "Hasilnya menunjukkan makanan program MBG dinyatakan layak konsumsi, aman, dan tidak ditemukan kandungan berbahaya," ujar Aiptu Joshua.

    Tak hanya memeriksa kualitas makanan, tim juga memantau proses distribusi agar makanan tetap dalam kondisi higienis saat diterima para siswa.

    Kepala SPPG Polres PPU, Yoggi Adjie Nugroho, mengatakan proses penyediaan makanan dilakukan sesuai standar kesehatan dan gizi dengan dukungan 30 karyawan dan relawan.

    Sebanyak 1.105 porsi makanan diproduksi untuk pelajar di empat sekolah, terdiri dari TK Kemala Bhayangkari 39 porsi, SDN 038 Penajam 310 porsi, SMP 21 Penajam 446 porsi, dan SMAN 8 Penajam 310 porsi.

    Menu yang disiapkan meliputi nasi, ayam, tahu, sayur, dan buah jeruk dengan porsi yang disesuaikan bagi siswa.

    Lanjut Joshua, pemeriksaan dilakukan sebagai upaya memastikan pemenuhan gizi pelajar berjalan aman dan sesuai standar.

    "Kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah agar dapat belajar dengan optimal," katanya.

    (Sf/Rs)