Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi air bersih (Dok: freepik)
Tenggarong - Perluasan cakupan layanan air bersih di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun Perumda Tirta Mahakam, tercatat baru 171 dari 237 desa dan kelurahan yang telah menikmati layanan air bersih.
“127 desa dan 44 kelurahan sudah dilayani oleh Perumda Air Minum Tirta Mahakam terkait layanan air bersih,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, Minggu (22/2/2026).
Puluhan desa yang hingga kini belum teraliri layanan air bersih tersebut mayoritas berada di wilayah pedalaman, salah satunya desa-desa di Kecamatan Tabang.
Ia menjelaskan perluasan cakupan layanan air bersih masih terkendala kondisi wilayah Kukar yang memiliki topografi sulit, sehingga menyulitkan pembangunan jaringan perpipaan dan pendistribusian air bersih secara merata ke seluruh wilayah.
“Kebanyakan di wilayah pedalaman, salah satunya Tabang hanya beberapa desa saja yang sudah dialiri air bersih, sementara masih banyak yang belum,” terang Suparno.
“Jadi kendalanya itu karena kondisi wilayah kita ini topografi dari desa ke desa,” tambahnya.
Sebagai salah satu langkah konkret, Perumda Tirta Mahakam mendorong percepatan pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Ada opsi pemerintah untuk mengatasi masalah air bersih ini, yakni keberadaan Pamsimas. Secara teknis, pembangunan Pamsimas berada di tanah PU,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi air bersih (Dok: freepik)
Tenggarong - Perluasan cakupan layanan air bersih di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun Perumda Tirta Mahakam, tercatat baru 171 dari 237 desa dan kelurahan yang telah menikmati layanan air bersih.
“127 desa dan 44 kelurahan sudah dilayani oleh Perumda Air Minum Tirta Mahakam terkait layanan air bersih,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, Minggu (22/2/2026).
Puluhan desa yang hingga kini belum teraliri layanan air bersih tersebut mayoritas berada di wilayah pedalaman, salah satunya desa-desa di Kecamatan Tabang.
Ia menjelaskan perluasan cakupan layanan air bersih masih terkendala kondisi wilayah Kukar yang memiliki topografi sulit, sehingga menyulitkan pembangunan jaringan perpipaan dan pendistribusian air bersih secara merata ke seluruh wilayah.
“Kebanyakan di wilayah pedalaman, salah satunya Tabang hanya beberapa desa saja yang sudah dialiri air bersih, sementara masih banyak yang belum,” terang Suparno.
“Jadi kendalanya itu karena kondisi wilayah kita ini topografi dari desa ke desa,” tambahnya.
Sebagai salah satu langkah konkret, Perumda Tirta Mahakam mendorong percepatan pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Ada opsi pemerintah untuk mengatasi masalah air bersih ini, yakni keberadaan Pamsimas. Secara teknis, pembangunan Pamsimas berada di tanah PU,” tandasnya.
(Sf/Rs)