Seputar Kaltim

    Sebanyak 396 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 13 Kecamatan di Kutim, Fokus Jalankan Program Prioritas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    14 Juli 2026 pukul 13:05 WITA

    Serah terima mahasiswa KKN kolaborasi sembilan perguruan tinggi di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebanyak 396 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari sembilan perguruan tinggi diterjunkan ke 41 desa dan kelurahan di 13 kecamatan di Kutai Timur (Kutim). Selama 40 hari, mereka akan menjalankan program prioritas untuk mendukung pembangunan desa, termasuk penguatan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. 

    Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PM) KKN LP2M Universitas Mulawarman (Unmul) sekaligus Ketua Panitia KKN 2026, Kiswanto, mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini menjadi yang ke-52 bagi Unmul. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

    Menurutnya, gagasan kolaborasi tersebut bermula dari diskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur agar pelaksanaan KKN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

    "Kalau semua perguruan tinggi mengajukan KKN, kenapa tidak dijadikan satu saja. Jadi masing-masing kampus tetap punya posko, tetapi bergerak bersama dalam satu kolaborasi," ujar Kiswanto saat kegiatan Serah Terima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. 

    Ia juga menyebut Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur memiliki program KKN. Namun, kampus tersebut belum bergabung dalam KKN kolaborasi tahun ini. Kiswanto berharap STIPER dapat ikut bergabung pada pelaksanaan tahun depan.

    Kiswanto menjelaskan, secara keseluruhan sebanyak 3.420 mahasiswa diterjunkan dalam program KKN tahun ini. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan mahasiswa Unmul yang tersebar di 377 lokasi pada 85 kecamatan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

    Khusus di Kutim, sebanyak 396 mahasiswa ditempatkan di 41 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan.

    Ia juga mengungkapkan adanya perubahan pola pelaksanaan KKN tahun ini. Jika sebelumnya mahasiswa bebas menyusun program kerja sendiri, kini LP2M menetapkan 28 program prioritas yang dibagi kepada seluruh kelompok KKN.

    "Setiap kelompok mendapat tiga program prioritas yang harus dijalankan selama 40 hari. Program tambahan tetap boleh dilakukan, tetapi fokus utama adalah menyukseskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," katanya.

    Salah satu program prioritas tersebut adalah mendukung penguatan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Mahasiswa akan mendampingi pemerintah desa dan masyarakat agar lebih memahami Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai bagian dari upaya menuju pengakuan UNESCO.

    "Kami berharap adik-adik dapat mendampingi masyarakat sehingga ketika ada tim penilai, masyarakat benar-benar memahami tentang Geopark. Kalau Geopark nasional sudah kuat, mudah-mudahan nanti Geopark dunia juga bisa kita raih," ucapnya.

    Selain itu, seluruh program KKN diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Desa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

    Kiswanto menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan KKN sebagai program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

    "KKN tidak boleh lagi hanya formalitas, seperti mengecat gapura atau memasang papan jalan. Itu boleh dilakukan sebagai kegiatan tambahan, tetapi yang utama adalah membantu menyukseskan program-program yang dibutuhkan masyarakat desa," tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengajak seluruh mahasiswa KKN membangun kolaborasi dengan masyarakat serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan instansi terkait selama menjalankan pengabdian.

    "Mari bersama-sama dengan 13 kecamatan dan 41 desa tempat saudara bertugas. Berikan pemahaman kepada masyarakat, bangun kolaborasi, dan lakukan koordinasi dengan dinas terkait," pesannya.

    Ardiansyah juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kesehatan selama menjalankan KKN serta tetap menjalin komunikasi dengan aparatur desa, puskesmas, dan pihak terkait lainnya.

    "Selamat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Kutai Timur. Mudah-mudahan saudara-saudara mendapatkan tambahan keilmuan di lapangan dan keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Sebanyak 396 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 13 Kecamatan di Kutim, Fokus Jalankan Program Prioritas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    14 Juli 2026 pukul 13:05 WITA

    Serah terima mahasiswa KKN kolaborasi sembilan perguruan tinggi di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebanyak 396 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari sembilan perguruan tinggi diterjunkan ke 41 desa dan kelurahan di 13 kecamatan di Kutai Timur (Kutim). Selama 40 hari, mereka akan menjalankan program prioritas untuk mendukung pembangunan desa, termasuk penguatan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. 

    Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PM) KKN LP2M Universitas Mulawarman (Unmul) sekaligus Ketua Panitia KKN 2026, Kiswanto, mengatakan pelaksanaan KKN tahun ini menjadi yang ke-52 bagi Unmul. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

    Menurutnya, gagasan kolaborasi tersebut bermula dari diskusi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur agar pelaksanaan KKN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

    "Kalau semua perguruan tinggi mengajukan KKN, kenapa tidak dijadikan satu saja. Jadi masing-masing kampus tetap punya posko, tetapi bergerak bersama dalam satu kolaborasi," ujar Kiswanto saat kegiatan Serah Terima Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. 

    Ia juga menyebut Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur memiliki program KKN. Namun, kampus tersebut belum bergabung dalam KKN kolaborasi tahun ini. Kiswanto berharap STIPER dapat ikut bergabung pada pelaksanaan tahun depan.

    Kiswanto menjelaskan, secara keseluruhan sebanyak 3.420 mahasiswa diterjunkan dalam program KKN tahun ini. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan mahasiswa Unmul yang tersebar di 377 lokasi pada 85 kecamatan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

    Khusus di Kutim, sebanyak 396 mahasiswa ditempatkan di 41 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan.

    Ia juga mengungkapkan adanya perubahan pola pelaksanaan KKN tahun ini. Jika sebelumnya mahasiswa bebas menyusun program kerja sendiri, kini LP2M menetapkan 28 program prioritas yang dibagi kepada seluruh kelompok KKN.

    "Setiap kelompok mendapat tiga program prioritas yang harus dijalankan selama 40 hari. Program tambahan tetap boleh dilakukan, tetapi fokus utama adalah menyukseskan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat," katanya.

    Salah satu program prioritas tersebut adalah mendukung penguatan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Mahasiswa akan mendampingi pemerintah desa dan masyarakat agar lebih memahami Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai bagian dari upaya menuju pengakuan UNESCO.

    "Kami berharap adik-adik dapat mendampingi masyarakat sehingga ketika ada tim penilai, masyarakat benar-benar memahami tentang Geopark. Kalau Geopark nasional sudah kuat, mudah-mudahan nanti Geopark dunia juga bisa kita raih," ucapnya.

    Selain itu, seluruh program KKN diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Desa dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

    Kiswanto menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan KKN sebagai program pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

    "KKN tidak boleh lagi hanya formalitas, seperti mengecat gapura atau memasang papan jalan. Itu boleh dilakukan sebagai kegiatan tambahan, tetapi yang utama adalah membantu menyukseskan program-program yang dibutuhkan masyarakat desa," tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengajak seluruh mahasiswa KKN membangun kolaborasi dengan masyarakat serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan instansi terkait selama menjalankan pengabdian.

    "Mari bersama-sama dengan 13 kecamatan dan 41 desa tempat saudara bertugas. Berikan pemahaman kepada masyarakat, bangun kolaborasi, dan lakukan koordinasi dengan dinas terkait," pesannya.

    Ardiansyah juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga kesehatan selama menjalankan KKN serta tetap menjalin komunikasi dengan aparatur desa, puskesmas, dan pihak terkait lainnya.

    "Selamat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Kutai Timur. Mudah-mudahan saudara-saudara mendapatkan tambahan keilmuan di lapangan dan keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya.

    (Sf/RS)