Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelepasan 350 pasukan prajurit Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang untuk bergabung dalam Satgas Pamtas RI-Malaysia. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Sebanyak 350 prajurit Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang diberangkatkan untuk bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Pelepasan pasukan berlangsung di Pelabuhan Loktuan, Bontang Utara, Senin (7/9/2026). Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran Forkopimda, pejabat instansi vertikal, camat dan lurah, serta sejumlah pimpinan perusahaan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pasukan dari Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang akan bergabung dengan prajurit Yonkav 8 Kostrad Narasinga Wiratama dalam menjalankan tugas pengamanan kawasan perbatasan RI-Malaysia.
Pasukan dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Loktuan menuju Tarakan pada pukul 15.00 WITA menggunakan KRI Tanjung Kambini.
Pemberangkatan Satgas dilakukan IRDAM VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo mewakili Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono.
Dalam amanat Pangdam yang dibacakan Unang Sudargo, prajurit diminta menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia selama menjalankan tugas di kawasan perbatasan.
Selain ancaman terhadap keamanan wilayah, prajurit juga diminta mewaspadai potensi penyalahgunaan narkoba lintas batas dan tindak kriminal lainnya.
“Keberadaan prajurit di wilayah perbatasan menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan dalam upacara.
Prajurit juga akan menjalankan pembinaan teritorial dengan pendekatan humanis. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di kawasan perbatasan sekaligus membangun nasionalisme.
Usai upacara pelepasan, Unang Sudargo bersama Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang, dan Dandim 0908 Bontang Letkol Inf. Ardiansyah meninjau KRI Tanjung Kambini.
Rombongan memeriksa kondisi dan kesiapan kapal yang akan mengangkut 350 prajurit tersebut menuju Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah penugasan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelepasan 350 pasukan prajurit Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang untuk bergabung dalam Satgas Pamtas RI-Malaysia. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Sebanyak 350 prajurit Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang diberangkatkan untuk bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Pelepasan pasukan berlangsung di Pelabuhan Loktuan, Bontang Utara, Senin (7/9/2026). Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran Forkopimda, pejabat instansi vertikal, camat dan lurah, serta sejumlah pimpinan perusahaan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pasukan dari Detasemen Arhanud 7/ABC Bontang akan bergabung dengan prajurit Yonkav 8 Kostrad Narasinga Wiratama dalam menjalankan tugas pengamanan kawasan perbatasan RI-Malaysia.
Pasukan dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Loktuan menuju Tarakan pada pukul 15.00 WITA menggunakan KRI Tanjung Kambini.
Pemberangkatan Satgas dilakukan IRDAM VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo mewakili Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono.
Dalam amanat Pangdam yang dibacakan Unang Sudargo, prajurit diminta menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Indonesia selama menjalankan tugas di kawasan perbatasan.
Selain ancaman terhadap keamanan wilayah, prajurit juga diminta mewaspadai potensi penyalahgunaan narkoba lintas batas dan tindak kriminal lainnya.
“Keberadaan prajurit di wilayah perbatasan menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan dalam upacara.
Prajurit juga akan menjalankan pembinaan teritorial dengan pendekatan humanis. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di kawasan perbatasan sekaligus membangun nasionalisme.
Usai upacara pelepasan, Unang Sudargo bersama Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang, dan Dandim 0908 Bontang Letkol Inf. Ardiansyah meninjau KRI Tanjung Kambini.
Rombongan memeriksa kondisi dan kesiapan kapal yang akan mengangkut 350 prajurit tersebut menuju Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah penugasan.
(Sf/Lo)