Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kebakaran lahan dan hutan. (Foto: Freepik)
Tana Paser - Data Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat sekitar 171 titik panas (Hotspot) tersebar di wilayah Kabupaten Paser dan sekitarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menjelaskan Kabupaten Paser memiliki iklim hutan hujan tropis dengan periode yang cukup kering serta menimbulkan potensi terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di sejumlah wilayah.
Ditambah lagi adanya ancaman El Nino yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem menambah potensi Karhutla terutama pada saat musim kemarau datang.
"Ada sekitar 171 titik panas terdata. Sesuai data curah hujan status waspada sudah dilakukan sejak April lalu," kata Ruslan, Senin (4/4/2026).
Selain itu, curah hujan yang saat ini sudah mulai menurun juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan ancaman Karhutla semakin tinggi.
Ia menilai, dengan berbagai ancaman cuaca seperti El Nino, jumlah titik panas yang ada di sejumlah wilayah Paser tersebut masih dapat mengalami peningkatan.
"Sejak Januari-Februari curah hujan masih relatif tinggi. Pada Maret-April sudah mengalami penurunan dan tercatat adanya titik panas disejumlah wilayah," tambahnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan mitigasi berbasis masyarakat seperti membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Edukasi terhadap masyarakat dan desa rawan Karhutla juga menjadi salah satu titik fokus pengawasan yang dilakukan.
"Kita melakukan upaya pencegahan dengan memberikan edukasi di desa rawan Karhutla menggunakan sistem patroli lahan dan pengelolaan lahan tanpa membakar," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kebakaran lahan dan hutan. (Foto: Freepik)
Tana Paser - Data Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat sekitar 171 titik panas (Hotspot) tersebar di wilayah Kabupaten Paser dan sekitarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menjelaskan Kabupaten Paser memiliki iklim hutan hujan tropis dengan periode yang cukup kering serta menimbulkan potensi terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di sejumlah wilayah.
Ditambah lagi adanya ancaman El Nino yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem menambah potensi Karhutla terutama pada saat musim kemarau datang.
"Ada sekitar 171 titik panas terdata. Sesuai data curah hujan status waspada sudah dilakukan sejak April lalu," kata Ruslan, Senin (4/4/2026).
Selain itu, curah hujan yang saat ini sudah mulai menurun juga menjadi salah satu faktor yang menjadikan ancaman Karhutla semakin tinggi.
Ia menilai, dengan berbagai ancaman cuaca seperti El Nino, jumlah titik panas yang ada di sejumlah wilayah Paser tersebut masih dapat mengalami peningkatan.
"Sejak Januari-Februari curah hujan masih relatif tinggi. Pada Maret-April sudah mengalami penurunan dan tercatat adanya titik panas disejumlah wilayah," tambahnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan mitigasi berbasis masyarakat seperti membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Edukasi terhadap masyarakat dan desa rawan Karhutla juga menjadi salah satu titik fokus pengawasan yang dilakukan.
"Kita melakukan upaya pencegahan dengan memberikan edukasi di desa rawan Karhutla menggunakan sistem patroli lahan dan pengelolaan lahan tanpa membakar," tutupnya.
(Sf/Rs)