Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 1.032 pekebun di Kabupaten Paser akan menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di 2026, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dengan anggaran Rp200 juta.
Kepala Disbunak Kabupaten Paser, Djoko Bawono menyebut ini merupakan aksi bersama dalam mewujudkan perlindungan bagi petani sawit, khususnya bagi pekerja rentan.
"Kita sudah bekerja sama dengan Disnakertrans dan telah mengalokasikan dana untuk 1.032 pekebun," kata Djoko Bawono, Kamis (11/6/2026).
Djoko menyebut, pada 2025 ada sebanyak 516 pekebun yang dikover BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 1.032 pekebun.
Selain itu, pada 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah berhasil melakukan Sertifikasi Indonesian Suistanable Palm Oil (ISPO) terhadap 12 lembaga di Paser.
Hal tersebut menambah lembaga yang memiliki sertifikasi di Kabupaten Paser menjadi total 13 lembaga.
"Sudah ada 13 lembaga. Tahun ini kita targetkan penambahan lima lembaga," imbuhnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebanyak 1.032 pekebun di Kabupaten Paser akan menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di 2026, yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dengan anggaran Rp200 juta.
Kepala Disbunak Kabupaten Paser, Djoko Bawono menyebut ini merupakan aksi bersama dalam mewujudkan perlindungan bagi petani sawit, khususnya bagi pekerja rentan.
"Kita sudah bekerja sama dengan Disnakertrans dan telah mengalokasikan dana untuk 1.032 pekebun," kata Djoko Bawono, Kamis (11/6/2026).
Djoko menyebut, pada 2025 ada sebanyak 516 pekebun yang dikover BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 1.032 pekebun.
Selain itu, pada 2025 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah berhasil melakukan Sertifikasi Indonesian Suistanable Palm Oil (ISPO) terhadap 12 lembaga di Paser.
Hal tersebut menambah lembaga yang memiliki sertifikasi di Kabupaten Paser menjadi total 13 lembaga.
"Sudah ada 13 lembaga. Tahun ini kita targetkan penambahan lima lembaga," imbuhnya.
(Sf/Lo)