Seputar Kaltim

    Sebagian Wilayah Samarinda Dihantui Tempat Pembuangan Sampah Liar, Penggiat Lingkungan Salahkan Perilaku Oknum

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 16:12 WITA

    Tumpukan sampah di sekitar jalan Kurnia Makmur, dan terdapat spanduk imbauan larangan buang sampah oleh RT setempat. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sudut-sudut kota Samarinda kini tercoreng oleh pemandangan tak sedap, oleh tumpukan sampah liar yang berserakan. Meskipun papan dan spanduk peringatan telah dipasang, larangan membuang sampah di tempat yang semestinya tampaknya diabaikan oleh sebagian masyarakat.

    Salah satunya di Jalan Kurnia Makmur, Kelurahan Harapan Baru. Menurut Rifdah Fadilah, warga setempat, area tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah yang kini telah ditutup dan dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. "Setiap melintas, masih ada saja sampah, padahal tempat itu ada tanda larangan," keluh Rifdah. 

    Ia menduga sampah tersebut berasal dari orang luar, bukan warga sekitar, yang telah mendapatkan edukasi dari ketua RT setempat.

    Penggiat lingkungan sekaligus Ketua World Clean Up Day Indonesia (WCDI) Kalimantan Timur, Fatur Rahman, menyoroti beberapa faktor penyebab masalah ini. Mulai dari kurangnya tempat sampah terpilah hingga pengelolaan sampah yang belum optimal.

    "Pemerintah sudah memiliki kebijakan, seperti Perwali Nomor 18 Tahun 2022 yang mengatur pengawasan dan penerapan sanksi administratif pengelolaan sampah," ujar Fatur. 

    Namun, ia menyebut bahwa kesadaran diri dan tanggung jawab masyarakat masih minim. Perilaku membuang sampah sembarangan ini tidak hanya mencerminkan kurangnya kesadaran, tetapi juga menjadi contoh buruk bagi generasi muda. 

    Fatur berharap masalah ini dapat diberantas dengan meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran semua pihak, dari masyarakat hingga pemangku kebijakan.

    "Terutama oknum dewasa yang bertindak tidak pantas di hadapan anak kecil, membuang sampah sembarangan, itu yang menjadi contoh, dan akan terjadi terus menerus kedepannya," tuturnya.

    Upaya pemerintah dan komunitas lingkungan terus berlangsung untuk mengedukasi masyarakat. Diharapkan, dengan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab bersama, Samarinda dapat menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman untuk semua.

    Fatur berharap setelah Hari Bumi yang baru saja diperingati, dengan tema 'Planet VS Plastic', Samarinda berada di persimpangan jalan antara kelestarian lingkungan dan kebiasaan lama yang merugikan. 

    "Kini, tindakan nyata dari setiap individu sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa keindahan Samarinda dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Sebagian Wilayah Samarinda Dihantui Tempat Pembuangan Sampah Liar, Penggiat Lingkungan Salahkan Perilaku Oknum

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 16:12 WITA

    Tumpukan sampah di sekitar jalan Kurnia Makmur, dan terdapat spanduk imbauan larangan buang sampah oleh RT setempat. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sudut-sudut kota Samarinda kini tercoreng oleh pemandangan tak sedap, oleh tumpukan sampah liar yang berserakan. Meskipun papan dan spanduk peringatan telah dipasang, larangan membuang sampah di tempat yang semestinya tampaknya diabaikan oleh sebagian masyarakat.

    Salah satunya di Jalan Kurnia Makmur, Kelurahan Harapan Baru. Menurut Rifdah Fadilah, warga setempat, area tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah yang kini telah ditutup dan dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup. "Setiap melintas, masih ada saja sampah, padahal tempat itu ada tanda larangan," keluh Rifdah. 

    Ia menduga sampah tersebut berasal dari orang luar, bukan warga sekitar, yang telah mendapatkan edukasi dari ketua RT setempat.

    Penggiat lingkungan sekaligus Ketua World Clean Up Day Indonesia (WCDI) Kalimantan Timur, Fatur Rahman, menyoroti beberapa faktor penyebab masalah ini. Mulai dari kurangnya tempat sampah terpilah hingga pengelolaan sampah yang belum optimal.

    "Pemerintah sudah memiliki kebijakan, seperti Perwali Nomor 18 Tahun 2022 yang mengatur pengawasan dan penerapan sanksi administratif pengelolaan sampah," ujar Fatur. 

    Namun, ia menyebut bahwa kesadaran diri dan tanggung jawab masyarakat masih minim. Perilaku membuang sampah sembarangan ini tidak hanya mencerminkan kurangnya kesadaran, tetapi juga menjadi contoh buruk bagi generasi muda. 

    Fatur berharap masalah ini dapat diberantas dengan meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran semua pihak, dari masyarakat hingga pemangku kebijakan.

    "Terutama oknum dewasa yang bertindak tidak pantas di hadapan anak kecil, membuang sampah sembarangan, itu yang menjadi contoh, dan akan terjadi terus menerus kedepannya," tuturnya.

    Upaya pemerintah dan komunitas lingkungan terus berlangsung untuk mengedukasi masyarakat. Diharapkan, dengan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab bersama, Samarinda dapat menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman untuk semua.

    Fatur berharap setelah Hari Bumi yang baru saja diperingati, dengan tema 'Planet VS Plastic', Samarinda berada di persimpangan jalan antara kelestarian lingkungan dan kebiasaan lama yang merugikan. 

    "Kini, tindakan nyata dari setiap individu sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa keindahan Samarinda dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang," tutupnya.

    (Sf/Rs)