Cari disini...
Seputar Kaltim
Tampak depan ruang kelas SDN 011 yang akan direhabilitasi, Selasa (24/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan, salah satunya dengan rencana rehabilitasi SDN 011 Samarinda Kota yang ada di Jalan Danau Maninjau Kelurahan Sungai Pinang Luar.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Samarinda, Ida Rahmawati mengungkapkan bahwa perencanaan proyek ini mencakup renovasi empat ruang kelas serta beberapa tambahan berdasarkan masukan dari Wali Kota Samarinda usai adanya peninjauan yang dilakukan pada Selasa (24/9/2024) sore.
"Awalnya, kami hanya berencana merehabilitasi empat ruang kelas. Namun, sesuai arahan wali kota, ada tambahan berupa pembangunan toilet dan penyesuaian fasad (bagian luar atau eksterior bangunan) agar lebih sesuai dengan bangunan ruang kelas lain di sekolah," ujar Ida.
Ketika pembangunan sudah dimulai, kata Ida, nantinya akan diterapkan sistem pembagian waktu masuk sekolah bagi para murid agar tetap bisa belajar sebagaimana mestinya. Hal itu untuk mengantisipasi dampak dari pembangunan yang ada.
"Aktivitas belajar mengajar akan tetap berlangsung. Namun, untuk para siswa akan dibagi menjadi dua sesi. Tetap berada di bawah pengawasan sekolah meski kita membagi waktu menjadi dua sesi, karena mencari sekolah terdekat cukup sulit," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kelembagaan SD, Dwi Purnomo mengungkapkan bahwa rehabilitasi ini akan memastikan seluruh bangunan menyatu dengan konstruksi yang ada. Di mana empat ruang kelas yang saat ini masih menggunakan bahan kayu akan dibongkar total, sementara bangunan lainnya akan disesuaikan agar konstruksinya menjadi satu kesatuan.
Proyek rehabilitasi SDN 011 ini diproyeksikan akan dimulai pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Namun, anggaran tersebut diperkirakan akan meningkat karena adanya tambahan pembangunan toilet dan penyesuaian fasad.
"Nantinya, anggaran akan disesuaikan kembali dengan kebutuhan aktual saat pembangunan dimulai," tambah Dwi.
Selain SDN 011, rencana perbaikan juga mencakup SDN 013 di Samarinda Utara yang kerap kali mengalami kebanjiran. Dwi mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama di SDN 013 adalah sistem drainase yang tersumbat, menyebabkan banjir ketika hujan deras.
"Ada penyumbatan drainase di sekitar sana, yang membuat air tidak mengalir. Kami sudah melakukan tinjauan bersama TWAP untuk mencari solusi. Diharapkan, dengan pembukaan drainase, air akan mengalir lancar sehingga sekolah tidak lagi terendam," ujarnya.
Untuk SDN 013 Dwi mengatakan sekolah itu juga sudah masuk ke dalam usulan pihaknya untuk dilakukan rehabilitasi dengan anggaran sekitar Rp6 miliar.
"Rehabilitasi ini mencakup perbaikan seluruh bangunan, dan kami berharap proses ini dapat segera terealisasi demi kenyamanan siswa dan warga sekitar," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tampak depan ruang kelas SDN 011 yang akan direhabilitasi, Selasa (24/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan, salah satunya dengan rencana rehabilitasi SDN 011 Samarinda Kota yang ada di Jalan Danau Maninjau Kelurahan Sungai Pinang Luar.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Samarinda, Ida Rahmawati mengungkapkan bahwa perencanaan proyek ini mencakup renovasi empat ruang kelas serta beberapa tambahan berdasarkan masukan dari Wali Kota Samarinda usai adanya peninjauan yang dilakukan pada Selasa (24/9/2024) sore.
"Awalnya, kami hanya berencana merehabilitasi empat ruang kelas. Namun, sesuai arahan wali kota, ada tambahan berupa pembangunan toilet dan penyesuaian fasad (bagian luar atau eksterior bangunan) agar lebih sesuai dengan bangunan ruang kelas lain di sekolah," ujar Ida.
Ketika pembangunan sudah dimulai, kata Ida, nantinya akan diterapkan sistem pembagian waktu masuk sekolah bagi para murid agar tetap bisa belajar sebagaimana mestinya. Hal itu untuk mengantisipasi dampak dari pembangunan yang ada.
"Aktivitas belajar mengajar akan tetap berlangsung. Namun, untuk para siswa akan dibagi menjadi dua sesi. Tetap berada di bawah pengawasan sekolah meski kita membagi waktu menjadi dua sesi, karena mencari sekolah terdekat cukup sulit," tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kelembagaan SD, Dwi Purnomo mengungkapkan bahwa rehabilitasi ini akan memastikan seluruh bangunan menyatu dengan konstruksi yang ada. Di mana empat ruang kelas yang saat ini masih menggunakan bahan kayu akan dibongkar total, sementara bangunan lainnya akan disesuaikan agar konstruksinya menjadi satu kesatuan.
Proyek rehabilitasi SDN 011 ini diproyeksikan akan dimulai pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Namun, anggaran tersebut diperkirakan akan meningkat karena adanya tambahan pembangunan toilet dan penyesuaian fasad.
"Nantinya, anggaran akan disesuaikan kembali dengan kebutuhan aktual saat pembangunan dimulai," tambah Dwi.
Selain SDN 011, rencana perbaikan juga mencakup SDN 013 di Samarinda Utara yang kerap kali mengalami kebanjiran. Dwi mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama di SDN 013 adalah sistem drainase yang tersumbat, menyebabkan banjir ketika hujan deras.
"Ada penyumbatan drainase di sekitar sana, yang membuat air tidak mengalir. Kami sudah melakukan tinjauan bersama TWAP untuk mencari solusi. Diharapkan, dengan pembukaan drainase, air akan mengalir lancar sehingga sekolah tidak lagi terendam," ujarnya.
Untuk SDN 013 Dwi mengatakan sekolah itu juga sudah masuk ke dalam usulan pihaknya untuk dilakukan rehabilitasi dengan anggaran sekitar Rp6 miliar.
"Rehabilitasi ini mencakup perbaikan seluruh bangunan, dan kami berharap proses ini dapat segera terealisasi demi kenyamanan siswa dan warga sekitar," pungkasnya.
(Sf/Rs)