Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mlw, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo saat memberikan keterangan mengenai meninggalnya peserta latihan. (Foto: Tangkapan Layar/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kodam VI/Mulawarman (Mlw) membenarkan adanya satu peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pendidikan di Sekolah Pendidikan (Sadik) Kaltim.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mlw, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo mengatakan, peserta yang meninggal dunia tersebut bernama Anisa Muyassaroh, warga Jawa Timur yang mengikuti program Latsarmil KDMP dan menjalani pendidikan di Dodikjur Rindam VI/Mlw.
“Atas nama keluarga besar Kodam VI/Mlw, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Gatot dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Namun demikian, Kodam VI/Mlw memastikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Gatot menjelaskan, selama kegiatan berlangsung setiap peserta mendapatkan pendampingan secara melekat dari para pelatih, pendamping, maupun unsur pendukung lainnya.
“Kami memastikan seluruh prosedur dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan telah berjalan sesuai ketentuan. Dalam pelaksanaannya juga selalu ada pendampingan kepada para peserta didik,” akunya.
Ia juga menegaskan bahwa program Latsarmil yang sedang dijalani peserta lebih banyak berfokus pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan tidak didominasi aktivitas fisik yang berat.
“Perlu kami garis bawahi bahwa kegiatan yang dilaksanakan lebih dominan pada proses belajar mengajar di kelas dan tidak melibatkan kegiatan fisik yang berat,” tegasnya.
Terkait penanganan saat kejadian, Kodam VI/Mlw menyatakan telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. Penanganan diawali dengan pemeriksaan awal di lokasi, kemudian peserta dibawa ke klinik kesehatan yang berada di lingkungan Dodikjur.
Karena kondisi yang bersangkutan tidak menunjukkan perbaikan, petugas selanjutnya merujuk Anisa ke Rumah Sakit Dr. R Hardjanto (RS Tentara) di Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kami memastikan prosedur penanganan saat kejadian telah dilaksanakan dengan tepat, mulai dari pemeriksaan awal hingga proses rujukan ke rumah sakit,” terang Kapendam.
Hingga saat ini, pihak Kodam VI/Mlw masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lengkap kronologi dan penyebab kejadian yang mengakibatkan meninggalnya peserta Latsarmil KDMP tersebut.
Kodam VI/Mlw berjanji akan menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut setelah proses pendalaman selesai dilakukan.
Selain itu, Kodam VI/Mlw juga memberikan bantuan dalam proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka, sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan kepada almarhumah.
“Kami turut membantu proses pemulangan jenazah hingga sampai ke rumah duka agar seluruh rangkaian pemakaman dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mlw, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo saat memberikan keterangan mengenai meninggalnya peserta latihan. (Foto: Tangkapan Layar/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kodam VI/Mulawarman (Mlw) membenarkan adanya satu peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pendidikan di Sekolah Pendidikan (Sadik) Kaltim.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mlw, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo mengatakan, peserta yang meninggal dunia tersebut bernama Anisa Muyassaroh, warga Jawa Timur yang mengikuti program Latsarmil KDMP dan menjalani pendidikan di Dodikjur Rindam VI/Mlw.
“Atas nama keluarga besar Kodam VI/Mlw, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Gatot dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Namun demikian, Kodam VI/Mlw memastikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Gatot menjelaskan, selama kegiatan berlangsung setiap peserta mendapatkan pendampingan secara melekat dari para pelatih, pendamping, maupun unsur pendukung lainnya.
“Kami memastikan seluruh prosedur dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan telah berjalan sesuai ketentuan. Dalam pelaksanaannya juga selalu ada pendampingan kepada para peserta didik,” akunya.
Ia juga menegaskan bahwa program Latsarmil yang sedang dijalani peserta lebih banyak berfokus pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan tidak didominasi aktivitas fisik yang berat.
“Perlu kami garis bawahi bahwa kegiatan yang dilaksanakan lebih dominan pada proses belajar mengajar di kelas dan tidak melibatkan kegiatan fisik yang berat,” tegasnya.
Terkait penanganan saat kejadian, Kodam VI/Mlw menyatakan telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur. Penanganan diawali dengan pemeriksaan awal di lokasi, kemudian peserta dibawa ke klinik kesehatan yang berada di lingkungan Dodikjur.
Karena kondisi yang bersangkutan tidak menunjukkan perbaikan, petugas selanjutnya merujuk Anisa ke Rumah Sakit Dr. R Hardjanto (RS Tentara) di Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Kami memastikan prosedur penanganan saat kejadian telah dilaksanakan dengan tepat, mulai dari pemeriksaan awal hingga proses rujukan ke rumah sakit,” terang Kapendam.
Hingga saat ini, pihak Kodam VI/Mlw masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara lengkap kronologi dan penyebab kejadian yang mengakibatkan meninggalnya peserta Latsarmil KDMP tersebut.
Kodam VI/Mlw berjanji akan menyampaikan perkembangan informasi lebih lanjut setelah proses pendalaman selesai dilakukan.
Selain itu, Kodam VI/Mlw juga memberikan bantuan dalam proses pemulangan jenazah hingga ke rumah duka, sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan kepada almarhumah.
“Kami turut membantu proses pemulangan jenazah hingga sampai ke rumah duka agar seluruh rangkaian pemakaman dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tutupnya.
(Sf/Rs)