Seputar Kaltim

    Satpol PP Turun ke Dermaga Tertibkan Pedagang Buah dan Kapal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2024 pukul 15:01 WITA

    Pembongkaran dermaga Pasar Pagi, Rabu (3/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bersama dengan pihak keamanan lainnya menertibkan para pedagang yang ada di dermaga Pasar Pagi, Rabu (3/7/2024). 

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini menyebut ada sekitar 550 personel diturunkan untuk membantu menertibkan. 

    Ia membeberkan bahwa sosialisasi sudah dilakukan dari sejak lama, bahkan saat ia masih menduduki jabatan sebagai Camat Samarinda Kota. 

    "Hari ini merupakan finalisasi dari penertiban kawasan dermaga ini untuk dikosongkan," jelas Anis. 

    Pantauan di lapangan, para pedagang bergotong royong membongkar dermaga dan mengumpulkan material bangunan yang masih bisa digunakan kembali. 

    Ia menegaskan bahwasanya pengosongan kawasan itu harus segera dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan. 

    "Semoga hari ini bisa selesai," tuturnya. 

    Di sisi lain Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, kapal-kapal yang ada di dermaga tersebut akan dipindahkan ke pelabuhan milik Pelindo. 

    Manalu mengakui kondisi di pelabuhan itu juga kondisinya masih perlu diperbaiki agar bisa digunakan untuk bongkar muat. 

    "Kayu-kayu yang ada di sini akan dibawa ke pelabuhan untuk memperbaiki pondasi di sana," terang Manalu. 

    Ia membeberkan sebelumnya terdapat tiga opsi tempat pemindahan kapal, yaitu di dermaga Harapan Baru, Loa Janan , dan Pelabuhan Pelindo. 

    Dari ketiga opsi itu menurutnya yang paling memungkinkan untuk tempat sandar kapal adalah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo. 

    Adanya relokasi pedagang dan kapal ini membuat pemerintah kota kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

    "Retribusinya sebulan itu sekitar Rp4 juta dari sini," ujarnya. 

    Meski begitu menurutnya tidak terlalu menjadi soal, sebab kegiatan di dermaga itu pun sebenarnya tidak berjalan sesuai dengan aturan. Sebab kapal-kapal itu beroperasi antar pulau yang seharusnya memang bersandar di pelabuhan. 

    "Intinya pelabuhan yang Pelindo punya harus segera diperbaiki agar cepat bisa disandari," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Satpol PP Turun ke Dermaga Tertibkan Pedagang Buah dan Kapal

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Juli 2024 pukul 15:01 WITA

    Pembongkaran dermaga Pasar Pagi, Rabu (3/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda bersama dengan pihak keamanan lainnya menertibkan para pedagang yang ada di dermaga Pasar Pagi, Rabu (3/7/2024). 

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini menyebut ada sekitar 550 personel diturunkan untuk membantu menertibkan. 

    Ia membeberkan bahwa sosialisasi sudah dilakukan dari sejak lama, bahkan saat ia masih menduduki jabatan sebagai Camat Samarinda Kota. 

    "Hari ini merupakan finalisasi dari penertiban kawasan dermaga ini untuk dikosongkan," jelas Anis. 

    Pantauan di lapangan, para pedagang bergotong royong membongkar dermaga dan mengumpulkan material bangunan yang masih bisa digunakan kembali. 

    Ia menegaskan bahwasanya pengosongan kawasan itu harus segera dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan. 

    "Semoga hari ini bisa selesai," tuturnya. 

    Di sisi lain Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, kapal-kapal yang ada di dermaga tersebut akan dipindahkan ke pelabuhan milik Pelindo. 

    Manalu mengakui kondisi di pelabuhan itu juga kondisinya masih perlu diperbaiki agar bisa digunakan untuk bongkar muat. 

    "Kayu-kayu yang ada di sini akan dibawa ke pelabuhan untuk memperbaiki pondasi di sana," terang Manalu. 

    Ia membeberkan sebelumnya terdapat tiga opsi tempat pemindahan kapal, yaitu di dermaga Harapan Baru, Loa Janan , dan Pelabuhan Pelindo. 

    Dari ketiga opsi itu menurutnya yang paling memungkinkan untuk tempat sandar kapal adalah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo. 

    Adanya relokasi pedagang dan kapal ini membuat pemerintah kota kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

    "Retribusinya sebulan itu sekitar Rp4 juta dari sini," ujarnya. 

    Meski begitu menurutnya tidak terlalu menjadi soal, sebab kegiatan di dermaga itu pun sebenarnya tidak berjalan sesuai dengan aturan. Sebab kapal-kapal itu beroperasi antar pulau yang seharusnya memang bersandar di pelabuhan. 

    "Intinya pelabuhan yang Pelindo punya harus segera diperbaiki agar cepat bisa disandari," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)