Seputar Kaltim

    Satpol PP PPU Razia Pemuda Mabuk di Pantai Nipah-Nipah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Oktober 2025 pukul 15:07 WITA

    Potret Satpol PP PPU saat membubarkan empat pemuda yang mabuk di Pantai Nipah-Nipah (Dok: Satpolppppu)

    Penajam - Satpol PP Penajam Paser Utara (PPU) sedang gencar-gencarnya melakukan pengawasan di sejumlah pantai untuk menertibkan pemuda-pemudi yang kerap mabuk-mabukan.

    Razia ini digencarkan karena banyaknya laporan dari masyarakat, khususnya warga sekitar Pantai Nipah-Nipah yang merasa resah dan terganggu terhadap aktivitas tersebut.

    Hal itu terbukti ketika personel Satpol PP melakukan patroli di Pantai Nipah-Nipah dan menemukan empat orang pemuda tengah asyik menenggak minuman beralkohol, Rabu (01/10/2025) sekitar pukul 01.00 WITA.

    Sebelum dibubarkan, petugas memberikan teguran, imbauan dan edukasi terkait dampak negatif mengonsumsi minuman keras bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

    “Kami mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum,” Kasi Opsdal Satpol PP PPU, Ali Sapada Tubo dalam pekan ini.

    Dari hasil pendataan, ternyata sebagian pemuda tersebut bukan berasal dari PPU. Melainkan berasal dari luar daerah dan menetap sementara di wilayah Kelurahan Gunung Seteleng tanpa melapor kepada pihak RT maupun pemerintah kelurahan setempat.

    Kondisi ini menambah perhatian serius, sebab keberadaan pendatang yang tidak tercatat dapat menyulitkan upaya aparat dan pemerintah dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan.

    Ali menyampaikan pentingnya sinergi antara petugas dan masyarakat, terutama terkait kehadiran pendatang di suatu wilayah.

    “Khusus bagi pendatang, baik yang datang untuk bekerja maupun tinggal sementara, mohon untuk melapor kepada RT atau pemerintah setempat. Dengan begitu, pemerintah dan aparat bisa mengetahui, sekaligus memastikan bahwa keberadaan mereka tidak menimbulkan keresahan,” tegas Ali.

    Kasus di Pantai Nipah-Nipah, kata dia, menjadi salah satu contoh pentingnya peran masyarakat dalam memberikan laporan karena dinilai memudahkan aparat dalam menjaga ketertiban umum. 

    Diharapkan kesadaran masyarakat untuk melapor dan bekerja sama semakin meningkat, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di seluruh wilayah Kabupaten PPU.

    Dengan langkah cepat dan terukur, Satpol PP PPU tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menunjukkan pendekatan humanis demi mewujudkan ketertiban dan ketenteraman bersama.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Satpol PP PPU Razia Pemuda Mabuk di Pantai Nipah-Nipah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Oktober 2025 pukul 15:07 WITA

    Potret Satpol PP PPU saat membubarkan empat pemuda yang mabuk di Pantai Nipah-Nipah (Dok: Satpolppppu)

    Penajam - Satpol PP Penajam Paser Utara (PPU) sedang gencar-gencarnya melakukan pengawasan di sejumlah pantai untuk menertibkan pemuda-pemudi yang kerap mabuk-mabukan.

    Razia ini digencarkan karena banyaknya laporan dari masyarakat, khususnya warga sekitar Pantai Nipah-Nipah yang merasa resah dan terganggu terhadap aktivitas tersebut.

    Hal itu terbukti ketika personel Satpol PP melakukan patroli di Pantai Nipah-Nipah dan menemukan empat orang pemuda tengah asyik menenggak minuman beralkohol, Rabu (01/10/2025) sekitar pukul 01.00 WITA.

    Sebelum dibubarkan, petugas memberikan teguran, imbauan dan edukasi terkait dampak negatif mengonsumsi minuman keras bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

    “Kami mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum,” Kasi Opsdal Satpol PP PPU, Ali Sapada Tubo dalam pekan ini.

    Dari hasil pendataan, ternyata sebagian pemuda tersebut bukan berasal dari PPU. Melainkan berasal dari luar daerah dan menetap sementara di wilayah Kelurahan Gunung Seteleng tanpa melapor kepada pihak RT maupun pemerintah kelurahan setempat.

    Kondisi ini menambah perhatian serius, sebab keberadaan pendatang yang tidak tercatat dapat menyulitkan upaya aparat dan pemerintah dalam menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan.

    Ali menyampaikan pentingnya sinergi antara petugas dan masyarakat, terutama terkait kehadiran pendatang di suatu wilayah.

    “Khusus bagi pendatang, baik yang datang untuk bekerja maupun tinggal sementara, mohon untuk melapor kepada RT atau pemerintah setempat. Dengan begitu, pemerintah dan aparat bisa mengetahui, sekaligus memastikan bahwa keberadaan mereka tidak menimbulkan keresahan,” tegas Ali.

    Kasus di Pantai Nipah-Nipah, kata dia, menjadi salah satu contoh pentingnya peran masyarakat dalam memberikan laporan karena dinilai memudahkan aparat dalam menjaga ketertiban umum. 

    Diharapkan kesadaran masyarakat untuk melapor dan bekerja sama semakin meningkat, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di seluruh wilayah Kabupaten PPU.

    Dengan langkah cepat dan terukur, Satpol PP PPU tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menunjukkan pendekatan humanis demi mewujudkan ketertiban dan ketenteraman bersama.

    (Sf/Lo)