Seputar Kaltim

    Satpol PP PPU Gencarkan Razia Miras Jelang Nataru

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    24 Desember 2024 pukul 20:02 WITA

    Kasatpol-PP PPU, Bagenda Ali saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Satpol-PP, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.(Istimewa)

    Penajam – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Penajam Paser Utara (PPU) tengah menggencarkan razia peredaran Minuman Keras (Miras) atau beralkohol saat malam Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Tindakan tersebut bertujuan agar perayaan Natal yang merupakan ibadah dari umat Nasrani tidak terganggu, serta mengantisipasi konflik di tengah-tengah masyarakat akibat pengaruh dari mengonsumsi miras.

    Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali mengatakan operasi pemberantasan ini menyasar Tempat Hiburan Malam (THM), seperti di Pantai Nipah-nipah, Kecamatan Penajam yang menjadi salah satu tempat berkumpulnya anak-anak muda.

    “Kita telah menempatkan personel untuk mengawasi beberapa titik tempat hiburan malam sebagai langkah antisipasi peredaran miras. Ini bertujuan agar ketertiban saat malam Nataru tetap berjalan aman, lancar dan kondusif,” ucap Ali, Selasa (24/12/2024).

    Ali mengaku patroli miras rutin dilakukan setiap saat, tidak hanya dilaksanakan ketika menjelang perayaan Nataru saja, tapi sepanjang tahun.

    Selama patroli di 2024 ini, Satpol PP PPU berhasil mengungkap kasus peredaran miras di salah satu kafe yang berlokasi di Pantai Nipah-nipah.

    Saat itu, Satpol PP menemukan ada praktik jual beli minuman beralkohol untuk para pengunjung, sehingga mereka langsung melakukan razia dan membekuk pemilik kafe bersama aparat kepolisian.

    Pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari strategi yang disusun oleh Satpol PP dengan menurunkan personel untuk berperan sebagai seorang Intelijen dan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.

    “Miras jika dikonsumsi bisa membuat seseorang menjadi hilang kendali, sehingga berpotensi memicu konflik dan kerusuhan. Jadi kami akan terus meningkatkan pengawasan agar perihal ini dapat dihindari dan tidak mengganggu ketertiban di lingkungan masyarakat,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Satpol PP PPU Gencarkan Razia Miras Jelang Nataru

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    24 Desember 2024 pukul 20:02 WITA

    Kasatpol-PP PPU, Bagenda Ali saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Satpol-PP, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.(Istimewa)

    Penajam – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Penajam Paser Utara (PPU) tengah menggencarkan razia peredaran Minuman Keras (Miras) atau beralkohol saat malam Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Tindakan tersebut bertujuan agar perayaan Natal yang merupakan ibadah dari umat Nasrani tidak terganggu, serta mengantisipasi konflik di tengah-tengah masyarakat akibat pengaruh dari mengonsumsi miras.

    Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali mengatakan operasi pemberantasan ini menyasar Tempat Hiburan Malam (THM), seperti di Pantai Nipah-nipah, Kecamatan Penajam yang menjadi salah satu tempat berkumpulnya anak-anak muda.

    “Kita telah menempatkan personel untuk mengawasi beberapa titik tempat hiburan malam sebagai langkah antisipasi peredaran miras. Ini bertujuan agar ketertiban saat malam Nataru tetap berjalan aman, lancar dan kondusif,” ucap Ali, Selasa (24/12/2024).

    Ali mengaku patroli miras rutin dilakukan setiap saat, tidak hanya dilaksanakan ketika menjelang perayaan Nataru saja, tapi sepanjang tahun.

    Selama patroli di 2024 ini, Satpol PP PPU berhasil mengungkap kasus peredaran miras di salah satu kafe yang berlokasi di Pantai Nipah-nipah.

    Saat itu, Satpol PP menemukan ada praktik jual beli minuman beralkohol untuk para pengunjung, sehingga mereka langsung melakukan razia dan membekuk pemilik kafe bersama aparat kepolisian.

    Pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari strategi yang disusun oleh Satpol PP dengan menurunkan personel untuk berperan sebagai seorang Intelijen dan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.

    “Miras jika dikonsumsi bisa membuat seseorang menjadi hilang kendali, sehingga berpotensi memicu konflik dan kerusuhan. Jadi kami akan terus meningkatkan pengawasan agar perihal ini dapat dihindari dan tidak mengganggu ketertiban di lingkungan masyarakat,” tandasnya.

    (Sf/By)