Satpol PP Bontang Amankan Seorang Pria ODGJ

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    12 Desember 2025 06:26 WIB

    Penanganan ODGJ yang dilakukan Satpol PP Bontang. (Foto: Satpol PP Bontang)

    Bontang - Tim Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang melakukan penanganan terhadap seorang pria Orang Dengan Gangguang Jiwa (ODGJ), Jumat (12/12/2025).

    Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani mengatakan penanganan tersebut dilakukan setelah tim mendapatkan laporan adanya pria penyintas gangguan kejiwaan yang berkeliaran dan meresahkan warga sekitar.

    “Kita dapat laporan dari warga ada pria dengan gangguan kejiwaan, sedang duduk di sebuah toko di pinggir jalan, jadi petugas langsung bergegas melakukan penanganan,” ujar Ahmad Yani.

    Ia menjelaskan pihaknya melakukan penanganan awal sebelum yang bersangkutan diserahkan ke tenaga kesehatan kejiwaan.

    “Setelah ditangani petugas, yang bersangkutan kita bawa diamankan ke tempat yang lebih layak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Satpol PP Bontang Amankan Seorang Pria ODGJ

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    12 Desember 2025 06:26 WIB

    Penanganan ODGJ yang dilakukan Satpol PP Bontang. (Foto: Satpol PP Bontang)

    Bontang - Tim Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang melakukan penanganan terhadap seorang pria Orang Dengan Gangguang Jiwa (ODGJ), Jumat (12/12/2025).

    Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani mengatakan penanganan tersebut dilakukan setelah tim mendapatkan laporan adanya pria penyintas gangguan kejiwaan yang berkeliaran dan meresahkan warga sekitar.

    “Kita dapat laporan dari warga ada pria dengan gangguan kejiwaan, sedang duduk di sebuah toko di pinggir jalan, jadi petugas langsung bergegas melakukan penanganan,” ujar Ahmad Yani.

    Ia menjelaskan pihaknya melakukan penanganan awal sebelum yang bersangkutan diserahkan ke tenaga kesehatan kejiwaan.

    “Setelah ditangani petugas, yang bersangkutan kita bawa diamankan ke tempat yang lebih layak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)