Cari disini...
Seputar Kaltim
Cahaya flash ETLE yang mengganggu pandangan pengguna jalan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda menginisiasi uji coba untuk mengurangi intensitas cahaya flash dari sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dikeluhkan pengguna jalan karena mengganggu pandangan.
Uji coba ini dilakukan untuk menemukan tingkat pencahayaan yang optimal tanpa mengurangi kualitas tangkapan gambar pelanggaran lalu lintas, seperti penggunaan safety belt.
Kompol Creato Sonitehe Gulo, Kasatlantas Polresta Samarinda, menjelaskan bahwa proses uji coba masih berlangsung untuk menentukan seberapa jauh intensitas cahaya dapat dikurangi tanpa mengaburkan hasil gambar.
"Kami sedang mencari titik keseimbangan antara visibilitas dan kenyamanan pengguna jalan," ujar Kompol Gulo pada Rabu (20/3/2024).
Setelah uji coba selesai, hasilnya akan disampaikan kepada Korp Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk evaluasi dan tindak lanjut. "Kami tidak bisa melakukan perubahan secara mandiri karena alat ini telah distandarisasi. Setiap modifikasi harus melalui prosedur yang benar untuk memastikan keabsahan penegakan hukum," tambah Kompol Gulo.
Menurut Kompol Gulo, standarisasi peralatan ETLE tidak dapat diubah sembarangan karena akan mempengaruhi proses hukum yang berlaku. "Perubahan pada standarisasi bisa menginvalidasi langkah-langkah penegakan hukum," terangnya.
Kompol Gulo juga menyampaikan bahwa uji coba ini diharapkan segera selesai dan pihaknya akan segera mengajukan hasilnya kepada Korlantas. Ia juga memberikan pandangannya mengenai keluhan lampu ETLE yang mengganggu.
"Logikanya, lampu ETLE yang terletak di atas seharusnya tidak mengganggu pengemudi yang fokus ke depan. Namun, kami memahami bahwa sudut pandang yang lebih lebar bisa terpengaruh, dan kami serius menanggapi masukan ini," tutup Kompol Gulo.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Cahaya flash ETLE yang mengganggu pandangan pengguna jalan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda menginisiasi uji coba untuk mengurangi intensitas cahaya flash dari sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dikeluhkan pengguna jalan karena mengganggu pandangan.
Uji coba ini dilakukan untuk menemukan tingkat pencahayaan yang optimal tanpa mengurangi kualitas tangkapan gambar pelanggaran lalu lintas, seperti penggunaan safety belt.
Kompol Creato Sonitehe Gulo, Kasatlantas Polresta Samarinda, menjelaskan bahwa proses uji coba masih berlangsung untuk menentukan seberapa jauh intensitas cahaya dapat dikurangi tanpa mengaburkan hasil gambar.
"Kami sedang mencari titik keseimbangan antara visibilitas dan kenyamanan pengguna jalan," ujar Kompol Gulo pada Rabu (20/3/2024).
Setelah uji coba selesai, hasilnya akan disampaikan kepada Korp Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri untuk evaluasi dan tindak lanjut. "Kami tidak bisa melakukan perubahan secara mandiri karena alat ini telah distandarisasi. Setiap modifikasi harus melalui prosedur yang benar untuk memastikan keabsahan penegakan hukum," tambah Kompol Gulo.
Menurut Kompol Gulo, standarisasi peralatan ETLE tidak dapat diubah sembarangan karena akan mempengaruhi proses hukum yang berlaku. "Perubahan pada standarisasi bisa menginvalidasi langkah-langkah penegakan hukum," terangnya.
Kompol Gulo juga menyampaikan bahwa uji coba ini diharapkan segera selesai dan pihaknya akan segera mengajukan hasilnya kepada Korlantas. Ia juga memberikan pandangannya mengenai keluhan lampu ETLE yang mengganggu.
"Logikanya, lampu ETLE yang terletak di atas seharusnya tidak mengganggu pengemudi yang fokus ke depan. Namun, kami memahami bahwa sudut pandang yang lebih lebar bisa terpengaruh, dan kami serius menanggapi masukan ini," tutup Kompol Gulo.
(Sf/Rs)